Buscopan
**Buscopan** adalah obat **antispasmodik** (antimuskarinik) dengan kandungan **Hyoscine-N-butylbromide** (scopolamine butylbromide) yang bekerja mengendurkan otot polos untuk meredakan **nyeri kolik** serta **kram atau kejang** pada saluran pencernaan, saluran kemih, dan saluran empedu, termasuk pada sindrom iritasi usus besar (IBS) dan nyeri haid yang berat.
- Nama generik
- Hyoscine-N-butylbromide (scopolamine butylbromide)
- Nama dagang
- Buscopan
Indikasi (Untuk apa)
- Nyeri kolik dan kram/kejang otot polos pada saluran pencernaan
- Sindrom iritasi usus besar (IBS)
- Kolik dan gangguan pada kandung empedu serta saluran empedu (kolik bilier)
- Kolik dan kram pada saluran kemih, termasuk kandung kemih
- Nyeri haid (dismenore) yang berat
Dosis
Efek Samping
- Mulut kering
- Konstipasi (sembelit)
- Penglihatan kabur atau gangguan akomodasi mata
- Detak jantung cepat (takikardia)
- Sulit buang air kecil (retensi urine)
- Pusing atau mengantuk
- Kulit kering dan berkurangnya keringat
- Reaksi alergi seperti ruam kulit atau gatal (jarang)
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat alergi (hipersensitivitas) terhadap hyoscine butylbromide atau komponen obat
- Glaukoma sudut sempit yang tidak diobati
- Pembesaran prostat yang disertai retensi urine
- Penyempitan saluran cerna (stenosis pilorus) atau sumbatan usus (ileus paralitik)
- Pembesaran usus besar abnormal (megakolon)
- Miastenia gravis
- Denyut jantung sangat cepat (takikardia) yang berat
Interaksi dengan Obat Lain
- Obat antikolinergik lain seperti antihistamin, antidepresan trisiklik, amantadin, dan antipsikotik dapat memperkuat efek samping antikolinergik
- Obat prokinetik saluran cerna golongan antagonis dopamin (mis. metoklopramid, domperidon) dapat saling melemahkan efek pada saluran pencernaan
- Obat golongan beta-agonis dapat meningkatkan risiko denyut jantung cepat bila digunakan bersamaan
Peringatan Penting
- Buscopan termasuk golongan obat keras (bertanda lingkaran merah), sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Ini bukan narkotika atau psikotropika.
- Pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM yang masih berlaku; Anda dapat memeriksanya di cekbpom.pom.go.id.
- Tidak dianjurkan untuk mengatasi keluhan maag, karena obat ini bersifat antikolinergik.
- Segera ke dokter jika nyeri perut hebat menetap atau disertai demam, muntah, atau perdarahan, karena bisa menandakan kondisi serius.
- Hyoscine butylbromide dapat menyebabkan penglihatan kabur dan pusing; hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin bila mengalami efek tersebut.
- Ibu hamil, menyusui, lansia, serta penderita penyakit jantung, glaukoma, atau gangguan prostat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan.
- Perhatikan bahwa Buscopan Plus adalah produk kombinasi berbeda yang mengandung hyoscine butylbromide ditambah parasetamol.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Buscopan obat apa?
Buscopan adalah obat antispasmodik (antimuskarinik) yang mengandung Hyoscine-N-butylbromide (scopolamine butylbromide). Obat ini bekerja mengendurkan otot polos untuk meredakan nyeri kolik serta kram atau kejang pada saluran pencernaan, saluran kemih, dan saluran empedu, termasuk pada IBS dan nyeri haid yang berat.
Apakah Buscopan bisa dibeli tanpa resep?
Tidak. Buscopan termasuk obat keras dengan tanda lingkaran merah, sehingga pembeliannya memerlukan resep dokter. Selalu gunakan sesuai anjuran dokter atau apoteker, dan pastikan nomor izin edarnya terdaftar di cekbpom.pom.go.id.
Apa perbedaan Buscopan dan Buscopan Plus?
Buscopan reguler hanya mengandung Hyoscine-N-butylbromide, sedangkan Buscopan Plus merupakan produk kombinasi yang mengandung hyoscine butylbromide ditambah parasetamol sebagai pereda nyeri dan penurun demam. Gunakan sesuai anjuran dokter.
Obat Terkait (Antispasmodik / Antikejang Otot)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.