Cataflam
Cataflam adalah obat berisi **kalium diklofenak**, yaitu **obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID)** golongan turunan asam fenilasetat yang dipakai untuk **meredakan nyeri, peradangan, dan demam**. Obat ini umum diresepkan untuk nyeri otot dan sendi (osteoarthritis, rheumatoid arthritis, spondilitis ankilosa), nyeri setelah operasi, **nyeri haid (dismenore)**, serta serangan **migrain akut**. Di Indonesia Cataflam beredar dalam beberapa bentuk sediaan, antara lain tablet 25 mg dan 50 mg, dan berstatus **obat keras** (lingkaran merah) sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**. Pastikan produk yang Anda beli memiliki nomor izin edar yang dapat dicek di cekbpom.pom.go.id.
- Nama generik
- Kalium diklofenak (diclofenac potassium)
- Nama dagang
- Cataflam
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan nyeri dan peradangan pada otot dan sendi, termasuk osteoarthritis, rheumatoid arthritis, dan spondilitis ankilosa
- Meredakan nyeri pasca operasi
- Meredakan nyeri haid (dismenore)
- Meredakan serangan migrain akut
- Menurunkan demam
- Nyeri akut ringan hingga sedang lain sesuai penilaian dokter, misalnya nyeri setelah cedera atau nyeri gigi
Dosis
Efek Samping
- Nyeri ulu hati, mual, muntah, kembung, atau gangguan pencernaan lain
- Diare atau sembelit
- Sakit kepala dan pusing
- Ruam kulit atau gatal
- Peningkatan tekanan darah dan penumpukan cairan (bengkak pada tungkai)
- Peningkatan enzim hati yang terdeteksi lewat pemeriksaan laboratorium
- Efek samping serius yang jarang namun butuh pertolongan segera: tukak dan perdarahan lambung (muntah darah, BAB hitam), reaksi alergi berat (sesak napas, bengkak wajah atau bibir), reaksi kulit berat, gangguan fungsi ginjal, serta gejala serangan jantung atau stroke seperti nyeri dada, lemah sesisi, atau bicara pelo
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat alergi terhadap diklofenak, aspirin, atau OAINS lain
- Riwayat asma, urtikaria, atau reaksi alergi yang dipicu aspirin atau OAINS lain
- Riwayat atau sedang mengalami tukak lambung, perdarahan, atau perforasi saluran cerna
- Kehamilan trimester ketiga
- Gagal jantung berat
- Gangguan fungsi hati atau ginjal berat
- Nyeri setelah operasi bypass jantung (CABG)
Interaksi dengan Obat Lain
- OAINS lain, aspirin, atau kortikosteroid: meningkatkan risiko tukak dan perdarahan lambung
- Obat pengencer darah seperti warfarin dan antiplatelet: meningkatkan risiko perdarahan
- Obat tekanan darah golongan ACE inhibitor, ARB, dan diuretik: efek penurun tekanan darah dapat berkurang dan risiko gangguan ginjal meningkat
- Litium dan metotreksat: kadar dalam darah dapat meningkat sehingga risiko keracunan naik
- Siklosporin dan takrolimus: menambah risiko gangguan ginjal
- Antidepresan golongan SSRI: menambah risiko perdarahan saluran cerna
- Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan jamu yang sedang Anda pakai sebelum menggunakan Cataflam
Peringatan Penting
- Cataflam adalah obat keras. Obat ini tidak boleh dibeli atau dikonsumsi tanpa resep dokter, meski keluhannya terasa ringan, dan tidak boleh dipakai untuk mengobati diri sendiri secara rutin.
- Seperti OAINS lain, diklofenak membawa peringatan risiko kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, terutama pada pemakaian dosis tinggi atau jangka panjang serta pada orang dengan penyakit jantung atau faktor risikonya.
- Risiko tukak, perdarahan, dan perforasi lambung dapat terjadi kapan saja, kadang tanpa gejala pendahulu. Segera cari pertolongan bila muncul muntah darah, BAB hitam, atau nyeri perut hebat.
- Sampaikan riwayat alergi obat Anda kepada dokter atau apoteker sebelum menebus resep, terutama bila pernah mengalami ruam, biduran, bengkak, atau sesak setelah memakai diklofenak, aspirin, atau OAINS lain.
- Hindari pemakaian pada kehamilan trimester ketiga. Bila sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui, konsultasikan dulu dengan dokter.
- Hati-hati bila Anda memiliki hipertensi, gagal jantung, penyakit ginjal atau hati, riwayat maag berat, asma, atau sedang mengonsumsi pengencer darah.
- Jangan menggabungkan Cataflam dengan obat pereda nyeri OAINS lain tanpa sepengetahuan dokter, karena banyak obat bebas mengandung zat sejenis.
- Cataflam tersedia dalam beberapa bentuk sediaan dan kekuatan. Selalu baca kandungan serta kekuatan yang tertera pada kemasan yang Anda terima, dan jangan menyamakan aturan pakai antarbentuk sediaan tanpa arahan dokter atau apoteker.
- Selalu pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id sebelum digunakan, dan tebus di apotek resmi.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Cataflam obat apa?
Cataflam adalah obat berisi kalium diklofenak, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID) yang bekerja meredakan nyeri, peradangan, dan demam. Cataflam biasa diresepkan untuk nyeri otot dan sendi seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, dan spondilitis ankilosa, nyeri pasca operasi, nyeri haid, serta serangan migrain akut. Statusnya obat keras, jadi hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
Apakah Cataflam bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep?
Tidak. Cataflam termasuk obat keras dengan tanda lingkaran merah, sehingga wajib menggunakan resep dokter. Membeli dan memakainya sendiri berisiko, karena diklofenak dapat memicu tukak dan perdarahan lambung serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, terutama pada pemakaian dosis tinggi atau jangka panjang. Sebelum menebus, cek juga nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id agar terhindar dari produk ilegal.
Siapa yang sebaiknya tidak menggunakan Cataflam?
Cataflam sebaiknya dihindari oleh orang dengan alergi terhadap diklofenak, aspirin, atau OAINS lain, riwayat asma atau biduran yang dipicu OAINS, riwayat tukak atau perdarahan lambung, gagal jantung berat, gangguan hati atau ginjal berat, serta ibu hamil trimester ketiga. Lansia, penderita hipertensi, dan pengguna obat pengencer darah perlu pengawasan dokter. Bila muncul nyeri dada, sesak, BAB hitam, atau muntah darah, hentikan obat dan segera ke fasilitas kesehatan.
Obat Terkait (Antiinflamasi (NSAID))
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antiinflamasi (NSAID) — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.