Celecoxib
Celecoxib adalah obat antiinflamasi nonsteroid (**OAINS/NSAID**) golongan **penghambat selektif COX-2** yang dipakai untuk meredakan **nyeri dan peradangan sendi** seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, dan juvenile idiopathic arthritis, serta untuk migrain akut dan nyeri haid (dismenore). Di Indonesia celecoxib beredar sebagai **kapsul 100 mg dan 200 mg** dan termasuk **obat keras** yang hanya boleh dibeli dengan **resep dokter**.
- Nama generik
- Celecoxib
- Nama dagang
- Celecoxib
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan nyeri dan peradangan sendi pada osteoarthritis (pengapuran sendi)
- Meredakan gejala rheumatoid arthritis (radang sendi autoimun) pada dewasa
- Meredakan nyeri dan kekakuan pada ankylosing spondylitis (radang sendi tulang belakang)
- Terapi juvenile idiopathic arthritis pada anak berusia 2 tahun ke atas, sesuai penilaian dokter
- Meredakan nyeri haid (dismenore)
- Meredakan serangan migrain akut
Dosis
Efek Samping
- Gangguan saluran cerna: nyeri ulu hati, mual, kembung, diare, atau gangguan pencernaan
- Sakit kepala dan pusing
- Gejala mirip flu, radang tenggorokan, atau hidung tersumbat
- Ruam kulit dan gatal
- Peningkatan tekanan darah serta pembengkakan (edema) pada tungkai
- Efek samping serius yang perlu segera diperiksakan: nyeri dada, detak jantung tidak teratur, sesak napas, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, atau bicara pelo
- Tanda perdarahan saluran cerna: muntah darah, tinja berwarna hitam seperti aspal, atau nyeri perut hebat
- Reaksi kulit berat (lepuh, kulit mengelupas) dan reaksi alergi berat berupa bengkak pada wajah, bibir, atau lidah
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat alergi terhadap celecoxib atau obat golongan sulfonamida
- Riwayat asma, urtikaria, atau reaksi alergi setelah memakai aspirin maupun OAINS lain
- Nyeri setelah operasi bypass jantung (CABG)
- Tukak lambung atau perdarahan saluran cerna yang sedang aktif
- Gagal jantung berat, gangguan hati berat, atau gangguan ginjal berat
- Kehamilan trimester ketiga
Interaksi dengan Obat Lain
- Meningkatkan risiko perdarahan bila dipakai bersama antikoagulan (mis. warfarin) atau antiplatelet seperti aspirin dan clopidogrel
- Meningkatkan risiko iritasi dan perdarahan lambung bila digabung dengan OAINS lain atau kortikosteroid
- Dapat menurunkan efek obat antihipertensi, termasuk golongan ACE inhibitor, ARB, dan diuretik
- Bersama ACE inhibitor/ARB dan diuretik dapat memperberat gangguan fungsi ginjal
- Dapat meningkatkan kadar lithium dan memperberat toksisitas metotreksat
- Kadar celecoxib dapat meningkat bila dipakai bersama penghambat enzim CYP2C9 seperti flukonazol
- Risiko perdarahan meningkat bila dikombinasikan dengan antidepresan golongan SSRI
Peringatan Penting
- Celecoxib adalah obat keras (golongan merah) yang wajib dengan resep dokter; jangan membeli atau memakainya tanpa pemeriksaan tenaga medis dan jangan dipakai sebagai obat swamedikasi.
- Seperti OAINS lain, celecoxib membawa risiko efek samping kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, terutama pada pemakaian dosis tinggi atau jangka panjang. Segera periksakan diri bila muncul nyeri dada, detak jantung tidak teratur, atau sesak napas.
- Perlu diluruskan: obat yang ditarik dari peredaran global pada 2004-2005 adalah rofecoxib (Vioxx) dan valdecoxib, bukan celecoxib. Celecoxib tetap beredar dengan peringatan risiko kardiovaskular yang melekat pada seluruh kelas OAINS.
- Sampaikan riwayat alergi obat kepada dokter atau apoteker sebelum memakai celecoxib, terutama alergi terhadap obat golongan sulfonamida (sulfa), aspirin, atau OAINS lain.
- Informasikan kepada dokter bila Anda memiliki riwayat tukak lambung, penyakit jantung, hipertensi, gangguan ginjal, gangguan hati, atau asma.
- Hindari mengonsumsi alkohol selama memakai celecoxib karena menambah risiko iritasi dan perdarahan lambung.
- Ibu hamil dan menyusui hanya boleh memakai celecoxib atas pertimbangan dokter; pemakaian pada trimester ketiga tidak dianjurkan.
- Sebelum membeli, pastikan produk memiliki izin edar yang sah dengan mengecek nomor registrasinya secara mandiri di cekbpom.pom.go.id.
- Segera ke IGD atau hubungi dokter bila muncul tanda bahaya: muntah darah, tinja hitam seperti aspal, nyeri dada, sesak napas, kelemahan mendadak satu sisi tubuh, ruam berat, kulit melepuh, atau bengkak pada wajah, bibir, dan lidah.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Celecoxib obat apa?
Celecoxib adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID) golongan penghambat selektif COX-2. Obat ini bekerja menghambat enzim COX-2 sehingga memberikan efek antiinflamasi (antiradang), analgesik (pereda nyeri), dan antipiretik (penurun demam). Celecoxib dipakai untuk meredakan nyeri dan peradangan sendi pada osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, dan juvenile idiopathic arthritis, serta untuk migrain akut dan nyeri haid. Di Indonesia celecoxib beredar dalam bentuk kapsul 100 mg dan 200 mg dan berstatus obat keras yang hanya boleh ditebus dengan resep dokter.
Apakah celecoxib bisa dibeli bebas di apotek?
Tidak. Celecoxib termasuk obat keras (golongan merah) sehingga harus dengan resep dokter. Obat ini bukan narkotika maupun psikotropika, tetapi risikonya pada jantung, lambung, dan ginjal membuat pemakaiannya perlu dinilai dan dipantau tenaga medis. Sebelum membeli, pastikan produk memiliki izin edar yang sah dengan mengecek nomor registrasinya di cekbpom.pom.go.id, dan hindari membeli dari penjual daring yang melayani pembelian tanpa resep.
Apakah celecoxib sama berbahayanya dengan obat COX-2 yang pernah ditarik dari peredaran?
Tidak sama. Obat penghambat COX-2 yang ditarik dari peredaran global pada 2004-2005 adalah rofecoxib (Vioxx) dan valdecoxib, bukan celecoxib. Celecoxib masih beredar di Indonesia sebagai obat keras dengan resep dokter. Meski begitu, celecoxib tetap membawa peringatan risiko kardiovaskular yang berlaku untuk seluruh kelas OAINS, sehingga dipakai pada dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin. Segera periksakan diri bila muncul nyeri dada, detak jantung tidak teratur, atau sesak napas selama memakai obat ini.
Obat Terkait (Antiinflamasi (NSAID))
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antiinflamasi (NSAID) — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.