Lewati ke konten
Antiinflamasi (NSAID)Resep dokter

Dexketoprofen

Dexketoprofen adalah **obat keras golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID)** berisi **dexketoprofen trometamol** yang dipakai untuk meredakan **nyeri akut ringan sampai sedang** seperti nyeri otot dan sendi, nyeri haid, sakit gigi, serta nyeri setelah operasi. Obat ini hanya untuk pemakaian jangka pendek dan harus dengan resep dokter.

Nama generik
Dexketoprofen trometamol setara dengan dexketoprofen 25 mg
Nama dagang
Dexketoprofen, Ketesse
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan simtomatik nyeri akut dengan intensitas ringan hingga sedang
  • Nyeri muskuloskeletal akut (nyeri otot, sendi, dan punggung)
  • Dismenorea atau nyeri haid
  • Sakit gigi dan nyeri setelah tindakan gigi
  • Nyeri pasca operasi; sediaan injeksi dipakai bila obat minum tidak memungkinkan

Dosis

Dewasa
Gunakan hanya sesuai dosis dan aturan pakai yang ditulis dokter pada resep atau yang tertera pada kemasan produk. Di Indonesia dexketoprofen beredar sebagai tablet salut selaput 25 mg dan larutan injeksi yang pemberiannya dilakukan oleh tenaga kesehatan. Prinsip pemakaiannya adalah dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin; tablet dianjurkan diminum sebelum makan karena makanan memperlambat penyerapannya. Jangan menambah dosis, memperpendek jarak minum, atau memperpanjang masa pemakaian tanpa sepengetahuan dokter.
Anak
Tidak boleh digunakan pada anak dan remaja. Keamanan serta efektivitasnya pada kelompok usia ini belum ditetapkan.
Lansia
Pada lansia serta pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal, dexketoprofen perlu digunakan dengan kehati-hatian ekstra karena risiko efek samping saluran cerna dan ginjal lebih tinggi. Dokter biasanya memulai dari dosis yang lebih rendah disertai pemantauan lebih ketat, dan penentuan dosis sepenuhnya menjadi kewenangan dokter.

Efek Samping

  • Mual, muntah, nyeri ulu hati, dan gangguan pencernaan — keluhan paling sering
  • Iritasi, tukak, hingga perdarahan saluran cerna yang bisa terjadi tanpa gejala awal
  • Pusing, sakit kepala, dan rasa mengantuk
  • Ruam kulit atau reaksi alergi lain
  • Retensi cairan, peningkatan tekanan darah, dan gangguan fungsi ginjal
  • Peningkatan enzim hati pada sebagian pasien

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitivitas terhadap dexketoprofen, aspirin, atau OAINS lain
  • Riwayat asma atau bronkospasme yang dipicu OAINS
  • Riwayat atau kondisi aktif tukak dan perdarahan saluran cerna
  • Gangguan fungsi hati berat
  • Gangguan fungsi ginjal sedang sampai berat
  • Gagal jantung berat
  • Gangguan pembekuan darah atau sedang menjalani terapi antikoagulan
  • Kehamilan trimester ketiga dan masa menyusui
  • Anak dan remaja

Interaksi dengan Obat Lain

  • OAINS lain, aspirin dosis tinggi, atau kortikosteroid — risiko perdarahan dan tukak lambung bertambah
  • Antikoagulan (warfarin) dan antiplatelet — risiko perdarahan meningkat
  • Obat antihipertensi seperti ACE inhibitor, ARB, dan diuretik — efeknya menurun dan beban ginjal bertambah
  • Lithium dan metotreksat — kadarnya dalam darah dapat meningkat sehingga risiko toksik naik
  • Antidepresan golongan SSRI — risiko perdarahan saluran cerna meningkat

Peringatan Penting

  • Dexketoprofen adalah obat keras yang harus dengan resep dokter. Pastikan nomor izin edar produk terdaftar di cekbpom.pom.go.id sebelum digunakan.
  • Jangan melakukan swamedikasi dengan dexketoprofen, jangan memakai sisa resep lama, dan jangan memberikan obat ini kepada orang lain meski keluhannya terasa mirip.
  • Bukan obat untuk pemakaian jangka panjang. Pemakaian dibatasi hanya selama periode gejala nyeri berlangsung; efek pereda nyerinya berdurasi pendek dan obat ini bukan terapi pemeliharaan untuk nyeri kronis.
  • Sebagai OAINS, obat ini membawa risiko perdarahan, ulserasi, dan perforasi saluran cerna yang dapat berakibat fatal, serta risiko kejadian kardiovaskular atau trombotik. Gunakan dosis efektif terendah dalam durasi tersingkat.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda pernah mengalami alergi atau reaksi berat (biduran, bengkak wajah, sesak napas, serangan asma) setelah memakai aspirin, ibuprofen, atau OAINS lain, sebelum obat ini diresepkan.
  • Hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter atau ke IGD bila muncul muntah darah, BAB hitam seperti aspal, nyeri perut hebat, sesak napas, bengkak pada wajah atau bibir, ruam kulit luas, air kencing sangat berkurang, atau nyeri dada.
  • Jangan menyamakan obat ini dengan produk kombinasi tramadol + dexketoprofen. Produk kombinasi tersebut mengandung tramadol yang termasuk Obat-Obat Tertentu (OOT) dengan pengawasan BPOM lebih ketat.
  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat maag, hipertensi, penyakit jantung, gangguan hati, atau gangguan ginjal sebelum menggunakan obat ini.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Dexketoprofen obat apa?

Dexketoprofen adalah obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID) yang mengandung dexketoprofen trometamol setara dexketoprofen 25 mg dalam bentuk tablet salut selaput, dan tersedia pula sebagai larutan injeksi. Zat aktifnya merupakan enansiomer aktif S-(+) dari ketoprofen yang bekerja menghambat enzim COX-1 dan COX-2 sehingga produksi zat pemicu nyeri dan radang berkurang. Obat ini dipakai untuk nyeri akut ringan sampai sedang seperti nyeri otot dan sendi, nyeri haid, sakit gigi, dan nyeri pasca operasi. Statusnya obat keras, jadi hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter.

Apakah dexketoprofen bisa dibeli bebas di apotek?

Tidak. Dexketoprofen berstatus obat keras dan informasi produk yang disetujui BPOM mencantumkan secara tegas HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Obat ini bukan narkotika maupun psikotropika, tetapi tetap memerlukan penilaian dokter karena risiko efek samping lambung, ginjal, dan jantung yang khas pada golongan OAINS, terutama bila Anda punya riwayat maag, hipertensi, penyakit jantung, atau alergi terhadap OAINS lain. Sebelum menebus atau membeli, periksa nomor izin edar produk melalui cekbpom.pom.go.id untuk memastikan produknya terdaftar resmi.

Berapa lama dexketoprofen boleh diminum?

Dexketoprofen hanya ditujukan untuk pemakaian jangka pendek, yaitu selama periode gejala nyeri akut berlangsung, dan bukan obat pemeliharaan untuk nyeri kronis. Efek pereda nyerinya berdurasi pendek sehingga aturan minumnya diatur dokter, dengan prinsip dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin karena risiko efek samping saluran cerna, ginjal, dan jantung meningkat seiring bertambahnya lama pemakaian. Bila nyeri tidak membaik dalam beberapa hari atau justru bertambah berat, hentikan pemakaian dan periksakan diri ke dokter untuk mencari penyebabnya.

Obat Terkait (Antiinflamasi (NSAID))

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antiinflamasi (NSAID) — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Izin Edar Produk Obat
  2. 2. PIONAS BPOM - Monografi Deksketoprofen Trometamol
  3. 3. BPOM RI - Informasi Produk Dexketoprofen 25 mg yang Disetujui BPOM

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.