Lewati ke konten
AntidiareBebas (tanpa resep)

Diagit

**Diagit** adalah obat **antidiare** kombinasi berisi **Activated Attapulgite 600 mg** dan **Pektin 50 mg** per tablet, yang dipakai untuk meredakan **diare non-spesifik**. Attapulgite bekerja lokal di usus dengan menyerap bakteri, racun, dan kelebihan cairan, sedangkan pektin membantu **memadatkan tinja**.

Nama generik
Activated Attapulgite 600 mg + Pektin 50 mg
Nama dagang
Diagit
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan simtomatik diare non-spesifik, yaitu diare akut yang belum diketahui penyebabnya
  • Membantu mengurangi frekuensi buang air besar dan memadatkan tinja
  • Menyerap (adsorpsi) bakteri, toksin, dan kelebihan cairan di saluran cerna sehingga gejala diare mereda

Dosis

Dewasa
2 tablet sebagai dosis awal, lalu 2 tablet setiap selesai buang air besar, dengan maksimal 12 tablet dalam 24 jam. Selalu ikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter/apoteker.
Anak
Untuk anak usia di atas 12 tahun, dosis umumnya sama dengan dewasa. Untuk anak di bawah 12 tahun, gunakan hanya atas anjuran dokter dan jangan memberikan tanpa konsultasi.
Lansia
Dapat digunakan sesuai dosis dewasa, tetapi perhatikan risiko dehidrasi dan konstipasi; utamakan rehidrasi dengan oralit dan konsultasikan bila diare berlanjut.

Efek Samping

  • Konstipasi atau sulit buang air besar
  • Perut terasa penuh atau kembung
  • Mual dan rasa tidak nyaman di perut

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitif (alergi) terhadap attapulgite atau pektin
  • Diare yang disertai demam tinggi, tinja berdarah, atau berlendir yang mengarah ke infeksi dan memerlukan evaluasi dokter
  • Dugaan sumbatan usus (obstruksi) atau konstipasi berat

Interaksi dengan Obat Lain

  • Sebagai adsorben, attapulgite dapat mengurangi penyerapan obat lain yang diminum bersamaan; beri jarak minimal 2–3 jam dengan obat oral lain
  • Informasikan ke dokter atau apoteker semua obat rutin yang sedang digunakan sebelum memakai Diagit

Peringatan Penting

  • Diagit hanya meredakan gejala, bukan mengobati penyebab diare
  • Jangan gunakan lebih dari 2 hari; bila diare berlanjut, memburuk, atau disertai demam, tinja berdarah, atau tanda dehidrasi, segera periksa ke dokter
  • Utamakan penggantian cairan dengan oralit, terutama pada anak dan lansia yang rentan dehidrasi
  • Konsultasikan dengan dokter bila sedang hamil atau menyusui sebelum menggunakan obat ini
  • Diagit termasuk obat bebas, tetapi tetap pastikan keaslian dan nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Diagit obat apa?

Diagit adalah obat antidiare yang mengandung Activated Attapulgite 600 mg dan Pektin 50 mg per tablet. Obat ini dipakai untuk meredakan diare non-spesifik: attapulgite menyerap bakteri, racun, dan kelebihan air di usus, sementara pektin membantu memadatkan tinja. Diagit termasuk obat bebas sehingga bisa dibeli tanpa resep, tetapi sebaiknya pastikan nomor BPOM-nya di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Diagit bisa dibeli tanpa resep dokter?

Ya. Diagit tergolong obat bebas (OTC) sehingga dapat dibeli tanpa resep di apotek. Meski begitu, ikuti aturan pakai pada kemasan dan jangan gunakan lebih dari 2 hari tanpa perbaikan. Jika diare disertai demam tinggi, tinja berdarah, atau tanda dehidrasi, hentikan pemakaian dan segera periksa ke dokter.

Bagaimana aturan minum Diagit?

Untuk dewasa dan anak di atas 12 tahun, dosis umum adalah 2 tablet di awal lalu 2 tablet setiap selesai buang air besar, dengan maksimal 12 tablet per 24 jam. Selalu imbangi dengan oralit untuk mengganti cairan. Untuk anak di bawah 12 tahun, gunakan hanya atas anjuran dokter, dan ikuti petunjuk pada kemasan atau resep.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Diagit 10 Tablet (komposisi, produsen, golongan)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi nomor izin edar obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.