Lodia
Lodia adalah obat **antidiare** berisi **loperamide HCl** yang bekerja memperlambat gerakan usus sehingga tinja menjadi lebih padat dan frekuensi buang air besar berkurang. Lodia dipakai untuk terapi **simptomatik** diare akut nonspesifik dan diare kronik. Obat ini termasuk **obat keras** sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan tidak untuk pengobatan sendiri. Perlu diingat, Lodia hanya meredakan gejala dan **bukan** mengobati penyebab diare, sehingga penggantian cairan dengan **oralit** (ditambah zinc pada anak) tetap menjadi terapi utama.
- Nama generik
- Loperamide HCl (loperamid hidroklorida)
- Nama dagang
- Lodia
Indikasi (Untuk apa)
- Terapi simptomatik diare akut nonspesifik pada dewasa dan anak usia 6 tahun ke atas
- Terapi simptomatik diare kronik, misalnya akibat penyakit radang usus, sindrom iritasi usus (IBS), atau setelah reseksi usus
- Mengurangi volume dan frekuensi pengeluaran feses pada pasien dengan ileostomi
- Sebagai terapi tambahan, bukan pengganti, dari rehidrasi dengan oralit pada diare akut
Dosis
Efek Samping
- Konstipasi (sembelit) — efek samping paling umum karena kerja obat memperlambat usus
- Nyeri, kram, atau kembung pada perut
- Mual dan muntah
- Mulut kering
- Pusing dan mengantuk
- Ruam kulit dan gatal
- Jarang tetapi serius: ileus paralitik (usus berhenti bergerak) dan distensi abdomen, terutama pada anak dan pemakaian dosis berlebih
- Jarang tetapi serius: reaksi alergi berat, termasuk angioedema dan sindrom Stevens-Johnson
- Pada dosis tinggi atau penyalahgunaan: gangguan irama jantung serius seperti perpanjangan interval QT, torsades de pointes, henti jantung, hingga kematian
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitif (alergi) terhadap loperamide atau komponen lain dalam sediaan
- Diare berdarah dan/atau disertai demam tinggi, yang mengarah pada dugaan disentri atau infeksi bakteri invasif
- Diare akibat kolitis pseudomembran yang berkaitan dengan pemakaian antibiotik
- Kolitis ulseratif akut dan kondisi radang usus berat lainnya
- Keadaan yang tidak boleh mengalami perlambatan gerakan usus, seperti ileus, obstruksi usus, atau konstipasi
- Anak berusia di bawah 6 tahun
Interaksi dengan Obat Lain
- Obat yang menghambat enzim CYP3A4 atau CYP2C8 (misalnya ketokonazol, itrakonazol, ritonavir, gemfibrozil) dapat meningkatkan kadar loperamide dalam darah
- Kuinidin, verapamil, dan obat penghambat P-glikoprotein lain dapat meningkatkan penetrasi loperamide ke otak sehingga meningkatkan risiko efek samping
- Obat lain yang memperpanjang interval QT (misalnya beberapa antiaritmia, antipsikotik, dan antibiotik golongan tertentu) dapat menambah risiko gangguan irama jantung
- Obat yang menekan sistem saraf pusat, termasuk alkohol dan obat penenang, dapat memperberat rasa kantuk
- Loperamide dapat memengaruhi penyerapan obat lain yang diminum bersamaan karena memperlambat pergerakan saluran cerna
- Beri tahu dokter atau apoteker mengenai seluruh obat, suplemen, dan herbal yang sedang Anda gunakan
Peringatan Penting
- Lodia adalah obat keras (lingkaran merah) yang hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter. Jangan melakukan pengobatan sendiri dan jangan memakai sisa resep orang lain
- Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat alergi terhadap loperamide, obat lain, atau bahan tambahan dalam sediaan sebelum menggunakan Lodia
- JANGAN melebihi dosis yang dianjurkan. BPOM, mengikuti peringatan keamanan US FDA tahun 2016, telah memperingatkan risiko masalah jantung serius — aritmia, perpanjangan interval QT, torsades de pointes, henti jantung, hingga kematian — pada pemakaian loperamide dosis tinggi atau penyalahgunaan, termasuk penyalahgunaan untuk meredakan gejala putus obat opioid atau mencari efek euforia
- Peringatan di atas adalah peringatan keamanan, bukan penarikan produk. Lodia masih terdaftar dan beredar sah di Indonesia
- Loperamide hanya mengatasi gejala, bukan penyebab diare. Terapi utama diare tetap rehidrasi dengan oralit, ditambah zinc pada anak
- Jangan digunakan bila diare disertai darah pada tinja, demam tinggi, atau nyeri perut hebat — segera periksakan diri ke dokter
- Hentikan pemakaian dan segera cari pertolongan medis bila muncul tanda bahaya: perut kembung hebat disertai sembelit berat, muntah terus-menerus, jantung berdebar atau denyut tidak teratur, pingsan, sesak napas, bengkak pada wajah, bibir, atau lidah, serta penurunan kesadaran
- Hentikan pemakaian dan hubungi dokter jika diare tidak membaik dalam 48 jam
- Hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati, karena metabolisme obat dapat terganggu
- Waspadai tanda dehidrasi: haus berlebihan, buang air kecil sangat sedikit, lemas, dan mata cekung. Kondisi ini butuh penanganan medis
- Obat dapat menyebabkan pusing dan mengantuk — hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai Anda tahu reaksi tubuh Anda
- Pastikan keaslian dan status izin edar produk dengan mengecek nomor registrasi BPOM di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli
- Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari jangkauan anak-anak
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Lodia obat apa?
Lodia adalah obat antidiare dengan zat aktif loperamide HCl dalam bentuk tablet salut selaput. Loperamide bekerja sebagai agonis reseptor opioid mu yang bekerja secara perifer di dinding usus, sehingga gerakan usus melambat, penyerapan cairan meningkat, dan tinja menjadi lebih padat. Lodia dipakai untuk terapi simptomatik diare akut nonspesifik pada dewasa dan anak usia 6 tahun ke atas, serta diare kronik misalnya akibat radang usus, IBS, atau reseksi usus. Lodia termasuk obat keras sehingga wajib dengan resep dokter, dan status izin edarnya dapat dicek di cekbpom.pom.go.id.
Apakah Lodia bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?
Tidak. Lodia digolongkan sebagai obat keras yang ditandai lingkaran merah dengan huruf K pada kemasan, sehingga penjualannya harus dengan resep dokter dan dilayani oleh apotek. Alasannya, loperamide punya batas dosis yang ketat dan berpotensi menimbulkan efek samping serius bila dipakai berlebihan atau disalahgunakan. Jangan membeli Lodia dari penjual yang tidak resmi, dan pastikan nomor izin edarnya terdaftar melalui cekbpom.pom.go.id.
Apakah Lodia aman dipakai untuk semua jenis diare, termasuk pada anak?
Tidak. Lodia tidak boleh dipakai pada diare yang disertai darah pada tinja atau demam tinggi, karena kondisi tersebut mengarah pada disentri atau infeksi bakteri invasif — memperlambat usus justru dapat menahan kuman di dalam tubuh dan memperburuk keadaan. Loperamide juga tidak dianjurkan untuk anak di bawah 6 tahun, dan pada anak usia 6 tahun ke atas hanya boleh diberikan atas resep serta pengawasan dokter. Untuk semua kasus diare, terapi utamanya tetap rehidrasi dengan oralit dan pemberian zinc pada anak. Segera ke dokter bila diare tidak membaik dalam 48 jam atau muncul tanda dehidrasi.
Obat Terkait (Antidiare)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antidiare — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.