Lewati ke konten
AntidiareResep dokter

Inamid

Inamid adalah obat **antidiare** berisi **loperamide HCl (loperamid hidroklorida) 2 mg** per tablet salut selaput yang dipakai untuk pengobatan simtomatik **diare akut non-spesifik** dan **diare kronik** pada dewasa maupun anak. Loperamide bekerja sebagai **agonis reseptor opioid perifer** di dinding usus sehingga memperlambat gerakan (motilitas dan peristaltik) usus, memperpanjang waktu transit, serta meningkatkan penyerapan air dan elektrolit — hasilnya feses menjadi lebih padat dan frekuensi buang air besar berkurang. Perlu dipahami bahwa Inamid hanya **meredakan gejala, bukan mengobati penyebab** diare. Di Indonesia Inamid termasuk **obat keras** sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**, berbeda dengan banyak negara lain yang menjual loperamide secara bebas. Inamid diproduksi oleh **PT Nufarindo**. Pastikan nomor izin edar pada kemasan masih aktif melalui **cekbpom.pom.go.id**.

Nama generik
Loperamide HCl (loperamid hidroklorida)
Nama dagang
Inamid
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan simtomatik diare akut non-spesifik pada dewasa dan anak (sesuai batas usia pada label produk)
  • Pengobatan diare kronik, misalnya diare kronik pada penyakit radang usus atau setelah reseksi usus
  • Mengurangi volume dan frekuensi feses pada pasien dengan ileostomi
  • Terapi tambahan untuk menurunkan frekuensi buang air besar cair sambil tetap menjalani rehidrasi oral (oralit) sebagai penanganan utama diare

Dosis

Dewasa
Dosis dewasa yang lazim disebutkan untuk sediaan loperamide 2 mg adalah 2 tablet (4 mg) sebagai dosis awal, dilanjutkan 1 tablet (2 mg) setiap setelah buang air besar cair, dengan batas maksimal 8 tablet (16 mg) per hari. Angka ini hanya gambaran umum — selalu ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, karena Inamid adalah obat keras yang pemakaiannya harus diarahkan tenaga medis. Hentikan pemakaian bila diare sudah berhenti atau bila tidak ada perbaikan dalam 48 jam, lalu segera periksakan diri ke dokter.
Anak
Loperamide tidak dianjurkan untuk anak usia sangat muda (umumnya di bawah 2 tahun), dan banyak label produk di Indonesia membatasinya lebih ketat lagi — baca batas usia yang tertera pada kemasan dan jangan menyimpulkannya sendiri. Karena itu jangan memberikan Inamid kepada bayi atau anak tanpa resep dan pengawasan dokter: pada kelompok usia ini loperamide dapat memicu ileus (usus berhenti bergerak) dan menutupi tanda kehilangan cairan yang sebenarnya berbahaya. Dosis anak harus ditentukan dokter berdasarkan usia dan berat badan. Pada anak, prioritas utama penanganan diare tetap cairan rehidrasi oral (oralit) dan zinc, bukan obat antimotilitas.
Lansia
Tidak ada penyesuaian dosis khusus yang ditetapkan untuk lansia, namun kelompok ini lebih rentan mengalami dehidrasi, gangguan elektrolit, sembelit berat, dan efek pada jantung. Gunakan dosis efektif terendah, pantau respons, dan ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, terutama bila ada gangguan hati, gangguan ginjal, atau sedang memakai obat lain.

Efek Samping

  • Sembelit (konstipasi) — efek samping paling khas karena obat memperlambat gerakan usus
  • Kembung, nyeri atau kram perut, dan rasa tidak nyaman di saluran cerna
  • Mual dan muntah
  • Mulut kering
  • Pusing, mengantuk, atau lemas
  • Sakit kepala
  • Reaksi alergi seperti ruam, gatal, atau biduran; pada kasus jarang dapat berupa reaksi kulit berat
  • Efek serius yang jarang namun berbahaya: ileus paralitik (usus berhenti bergerak), perut membesar (distensi abdomen), atau megakolon toksik — segera cari pertolongan medis bila perut terasa sangat kembung, keras, dan buang angin berhenti
  • Pada dosis sangat tinggi (penyalahgunaan): gangguan irama jantung serius seperti pemanjangan interval QT dan torsades de pointes, yang dapat berakibat fatal

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitif (alergi) terhadap loperamide atau komponen lain dalam tablet Inamid
  • Diare yang disertai demam tinggi dan/atau tinja berdarah atau berlendir, karena dicurigai infeksi invasif atau disentri (misalnya Shigella, Salmonella, E. coli)
  • Kolitis pseudomembran (misalnya akibat pemakaian antibiotik)
  • Kolitis ulseratif akut atau serangan akut penyakit radang usus
  • Kondisi yang harus menghindari perlambatan gerak usus, seperti dugaan ileus, obstruksi usus, sembelit berat, atau distensi abdomen
  • Anak usia sangat muda (umumnya di bawah 2 tahun); banyak label produk di Indonesia membatasi lebih ketat lagi

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat yang menghambat enzim CYP3A4 atau CYP2C8 dan transporter P-glikoprotein (misalnya ketokonazol, itrakonazol, eritromisin, klaritromisin, ritonavir, kuinidin, gemfibrozil) dapat meningkatkan kadar loperamide dalam darah sehingga risiko efek samping, termasuk efek pada jantung, bertambah
  • Obat lain yang dapat memperpanjang interval QT (misalnya beberapa antiaritmia, antipsikotik, dan antibiotik golongan makrolida atau kuinolon) — kombinasi meningkatkan risiko gangguan irama jantung
  • Obat penekan susunan saraf pusat seperti opioid, obat tidur, obat penenang, dan alkohol dapat menambah rasa mengantuk serta memperberat perlambatan gerak usus
  • Obat yang juga memperlambat motilitas usus atau bersifat antikolinergik dapat meningkatkan risiko sembelit berat dan ileus
  • Desmopresin oral — kadarnya dapat meningkat bila diberikan bersama loperamide
  • Beri tahu dokter atau apoteker mengenai semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang Anda gunakan sebelum memakai Inamid

Peringatan Penting

  • Inamid adalah obat keras — hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter, dan tidak boleh dipakai sebagai swamedikasi tanpa arahan tenaga medis. Berbeda dengan banyak negara lain yang menjual loperamide bebas, di Indonesia loperamide digolongkan sebagai obat keras.
  • Sampaikan riwayat alergi obat Anda kepada dokter atau apoteker sebelum memakai Inamid, terutama bila pernah bereaksi terhadap loperamide atau obat antidiare golongan opioid. Hentikan obat dan segera cari pertolongan medis bila muncul ruam, gatal luas, bengkak pada wajah atau bibir, atau sesak napas.
  • Inamid tidak mengobati penyebab diare, hanya meredakan gejala. Penanganan utama diare tetap rehidrasi (oralit) untuk mencegah dehidrasi dan gangguan elektrolit.
  • Jangan digunakan bila diare disertai demam tinggi, tinja berdarah/berlendir, atau dugaan infeksi bakteri invasif — memperlambat usus pada kondisi ini dapat memperburuk infeksi.
  • Segera hentikan pemakaian dan hubungi dokter bila tidak ada perbaikan dalam 48 jam, bila perut membesar dan terasa keras, bila buang air besar dan buang angin berhenti sama sekali, atau bila muncul tanda dehidrasi seperti lemas hebat, sangat haus, mata cekung, dan buang air kecil sangat sedikit.
  • Jangan melebihi dosis maksimal. Penggunaan dosis jauh di atas anjuran (penyalahgunaan) dikaitkan dengan gangguan irama jantung serius hingga kematian; otoritas kesehatan telah mengeluarkan peringatan keamanan jantung terkait hal ini.
  • Hati-hati pada gangguan fungsi hati dan gangguan ginjal — sampaikan riwayat penyakit Anda kepada dokter sebelum memakai Inamid.
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing atau mengantuk; berhati-hatilah bila akan mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Loperamide bukan golongan narkotika maupun psikotropika, tetapi tetap tidak boleh dipakai di luar indikasi dan dosis yang diresepkan, dan tidak boleh dipakai untuk tujuan selain mengatasi diare.
  • Selalu cek keaslian dan status nomor izin edar (NIE) BPOM pada kemasan melalui cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan obat.
  • Konsultasikan ke dokter bila sedang hamil atau menyusui sebelum memakai Inamid.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Inamid obat apa?

Inamid adalah obat antidiare yang mengandung loperamide HCl (loperamid hidroklorida) 2 mg per tablet salut selaput, diproduksi oleh PT Nufarindo. Inamid digunakan untuk pengobatan simtomatik diare akut non-spesifik dan diare kronik, serta untuk mengurangi volume feses pada pasien dengan ileostomi. Cara kerjanya adalah memperlambat gerakan usus melalui reseptor opioid perifer di dinding usus, sehingga penyerapan air dan elektrolit meningkat dan tinja menjadi lebih padat. Perlu diingat, Inamid hanya meredakan gejala dan tidak mengobati penyebab diare. Inamid tergolong obat keras sehingga memerlukan resep dokter.

Apakah Inamid bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?

Tidak. Meskipun di banyak negara lain loperamide dijual bebas, di Indonesia Inamid digolongkan sebagai obat keras dan hanya boleh diperoleh dengan resep dokter. Hal ini terlihat dari penandaan golongan obat keras pada kemasan serta nomor izin edar BPOM berawalan DKL, yang secara regulasi berarti obat dagang golongan keras produksi lokal. Jika ada penjual yang menawarkan Inamid tanpa resep, sebaiknya Anda berhati-hati. Anda juga dapat memverifikasi status izin edar produk di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli.

Kapan Inamid tidak boleh digunakan untuk mengatasi diare?

Inamid tidak boleh digunakan bila diare disertai demam tinggi atau tinja berdarah/berlendir, karena kondisi tersebut mengarah pada infeksi bakteri invasif atau disentri (misalnya Shigella, Salmonella, E. coli) — memperlambat gerak usus justru dapat memperburuk keadaan. Inamid juga dihindari pada kolitis pseudomembran, kolitis ulseratif akut, dugaan penyumbatan usus, serta pada anak usia sangat muda. Hati-hati pula bila ada gangguan hati atau ginjal, dan beri tahu dokter bila Anda punya riwayat alergi obat. Bila diare tidak membaik dalam 48 jam, perut terasa sangat kembung dan keras, atau muncul tanda dehidrasi, hentikan obat dan segera periksakan diri ke dokter. Jangan pernah melebihi dosis yang dianjurkan karena dosis berlebih dikaitkan dengan gangguan irama jantung serius.

Obat Terkait (Antidiare)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antidiare — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Alodokter — Inamid (loperamide HCl 2 mg, obat resep, antidiare)
  2. 2. Cek BPOM — verifikasi nomor izin edar produk obat
  3. 3. PIONAS BPOM — Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.