Lewati ke konten
AntihipertensiResep dokter

Diltiazem

**Diltiazem** adalah obat **antihipertensi** golongan **calcium channel blocker (CCB) non-dihidropiridin** dengan zat aktif **diltiazem hidroklorida** yang digunakan untuk menurunkan **tekanan darah tinggi**, mengatasi **angina (nyeri dada)**, serta beberapa jenis **aritmia (gangguan irama jantung)**. Obat ini bekerja dengan **menghambat masuknya kalsium** ke sel otot jantung dan pembuluh darah, sehingga pembuluh darah melebar dan beban kerja jantung berkurang. **Diltiazem** termasuk **obat keras** yang hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Diltiazem HCl (diltiazem hidroklorida)
Nama dagang
Diltiazem
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 4 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Penatalaksanaan hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Angina pektoris, termasuk angina akibat spasme arteri koroner dan angina stabil kronik
  • Beberapa jenis aritmia, terutama gangguan irama supraventrikular (mis. mengontrol laju denyut pada fibrilasi atrium)

Dosis

Dewasa
Dosis Diltiazem ditentukan oleh dokter sesuai kondisi (hipertensi, angina, atau aritmia) dan jenis sediaan yang digunakan, karena tersedia dalam bentuk tablet biasa maupun sediaan lepas lambat. Ikuti petunjuk pada resep dokter atau kemasan dan jangan mengubah dosis sendiri.
Anak
Keamanan dan dosis pada anak belum ditetapkan secara umum; penggunaan hanya boleh atas pertimbangan dan pengawasan dokter.
Lansia
Pasien lansia umumnya lebih sensitif terhadap efek penurunan tekanan darah dan perlambatan denyut jantung, sehingga dokter biasanya memulai dengan dosis lebih rendah dan memantau respons. Ikuti anjuran dokter.

Efek Samping

  • Sakit kepala dan pusing
  • Bengkak pada tungkai atau kaki (edema perifer)
  • Denyut jantung melambat (bradikardia)
  • Tekanan darah rendah, terkadang disertai lemas
  • Sembelit (konstipasi) dan mual
  • Wajah terasa panas dan kemerahan (flushing)
  • Ruam kulit
  • Rasa lelah atau lemah

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitivitas atau alergi terhadap diltiazem
  • Sick sinus syndrome atau blok AV derajat 2-3 tanpa alat pacu jantung
  • Tekanan darah sangat rendah (hipotensi berat) atau denyut jantung sangat lambat (bradikardia berat)
  • Gagal jantung dengan bendungan cairan di paru atau infark miokard akut disertai kongesti paru

Interaksi dengan Obat Lain

  • Penggunaan bersama beta-blocker (mis. propranolol, bisoprolol) dapat memperkuat efek perlambatan denyut jantung dan menekan fungsi jantung.
  • Dapat meningkatkan kadar digoksin dan siklosporin dalam darah sehingga risiko efek toksik bertambah.
  • Sebagai penghambat enzim CYP3A4, diltiazem dapat meningkatkan kadar obat lain seperti simvastatin (risiko nyeri atau kerusakan otot) dan beberapa obat antiaritmia.
  • Obat antihipertensi atau nitrat lain dapat menambah efek penurunan tekanan darah; jus grapefruit dapat meningkatkan kadar diltiazem.
  • Beritahu dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang Anda gunakan.

Peringatan Penting

  • Gunakan dengan hati-hati pada penderita gagal jantung, gangguan fungsi hati atau ginjal, serta gangguan konduksi atau irama jantung.
  • Jangan menghentikan pengobatan secara mendadak, terutama pada angina, tanpa berkonsultasi dengan dokter.
  • Sediaan lepas lambat harus ditelan utuh, tidak boleh digerus atau dikunyah.
  • Obat dapat menyebabkan pusing atau mengantuk; berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Diltiazem adalah obat keras yang memerlukan resep dokter; pastikan produk memiliki nomor izin edar resmi dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id.
  • Informasikan kehamilan, rencana kehamilan, atau menyusui kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Diltiazem obat apa?

Diltiazem adalah obat antihipertensi golongan calcium channel blocker (CCB) non-dihidropiridin dengan zat aktif diltiazem hidroklorida. Obat ini digunakan untuk menangani hipertensi (tekanan darah tinggi), angina (nyeri dada), serta beberapa jenis aritmia dengan cara melebarkan pembuluh darah dan mengurangi beban kerja jantung.

Apakah Diltiazem termasuk obat keras yang butuh resep dokter?

Ya. Diltiazem tergolong obat keras sehingga hanya boleh diperoleh dan digunakan dengan resep dokter. Ini bukan narkotika atau psikotropika. Sebelum membeli, pastikan produk memiliki nomor izin edar resmi dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id.

Apa efek samping Diltiazem yang perlu diwaspadai?

Efek samping yang dapat muncul antara lain sakit kepala, pusing, bengkak pada kaki, denyut jantung melambat, tekanan darah rendah, sembelit, dan wajah kemerahan. Jika Anda mengalami denyut jantung sangat lambat, sesak, atau pingsan, segera hubungi dokter.

Obat Terkait (Antihipertensi)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. OGB Dexa - Diltiazem HCl Tablet 30 mg (pabrikan)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi Registrasi Obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.