Lewati ke konten
AntihistaminResep dokter

Grafachlor

Grafachlor adalah **obat alergi kombinasi** yang tiap kapletnya mengandung **deksametason 0,5 mg** (kortikosteroid) dan **deksklorfeniramin maleat 2 mg** (antihistamin generasi pertama). Obat ini dipakai untuk meredakan **gejala alergi yang disertai peradangan cukup berat**, yaitu kasus alergi yang memang memerlukan terapi kortikosteroid, seperti rinitis alergi, biduran (urtikaria), dermatitis alergi, dan konjungtivitis alergi. Deksklorfeniramin memblok **reseptor histamin H1** sehingga gatal, bersin, dan hidung berair mereda, sementara deksametason menekan **respons inflamasi dan imun**. Grafachlor diproduksi oleh **PT Graha Farma** dan termasuk **obat keras** (logo lingkaran merah huruf K), sehingga hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**. Penting dicatat: meski namanya mengandung kata "chlor", Grafachlor **bukan antibiotik kloramfenikol** — "Grafa" merujuk pada Graha Farma dan "chlor" pada deksklorfeniramin.

Nama generik
Deksametason (dexamethasone) 0,5 mg + Deksklorfeniramin maleat (dexchlorpheniramine maleate) 2 mg per kaplet
Nama dagang
Grafachlor
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan gejala alergi yang disertai peradangan cukup berat, yaitu kondisi alergi yang menurut penilaian dokter memerlukan tambahan terapi kortikosteroid
  • Rinitis alergi dengan keluhan bersin berulang, hidung gatal, dan hidung berair
  • Urtikaria (biduran) dan keluhan gatal-gatal pada kulit akibat reaksi alergi
  • Dermatitis alergi dan reaksi kulit alergi lain yang disertai peradangan
  • Konjungtivitis alergi (mata merah, gatal, dan berair karena alergi)
  • Kondisi peradangan yang responsif terhadap kortikosteroid, misalnya rheumatoid arthritis, sesuai pertimbangan dokter

Dosis

Dewasa
Dosis Grafachlor ditentukan oleh dokter dan biasanya diberikan untuk jangka pendek dengan dosis efektif terendah. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter — jangan menambah dosis, memperpanjang durasi pemakaian, atau meminumnya kembali tanpa konsultasi. Kaplet ditelan utuh dengan air; meminumnya sesudah makan membantu mengurangi keluhan lambung. Karena mengandung kortikosteroid, obat ini tidak boleh dihentikan mendadak setelah dipakai dalam waktu lama — penghentian dilakukan secara bertahap (tapering) sesuai arahan dokter.
Anak
Penggunaan pada anak hanya atas resep dan pengawasan dokter. Kortikosteroid sistemik dapat mengganggu pertumbuhan pada anak, sedangkan antihistamin generasi pertama seperti deksklorfeniramin dapat menimbulkan kantuk berat atau justru gelisah/hipereksitasi. Obat ini tidak boleh diberikan pada bayi baru lahir maupun bayi prematur. Jangan menghitung sendiri dosis anak dari dosis dewasa.
Lansia
Lansia lebih rentan terhadap efek antikolinergik deksklorfeniramin (mulut kering, konstipasi, retensi urine, bingung) dan terhadap efek kortikosteroid seperti osteoporosis, hipertensi, dan peningkatan gula darah, sehingga risiko jatuh meningkat. Dosis dan lama pemakaian perlu dinilai ulang oleh dokter; gunakan sesuai resep, jangan menambah sendiri.

Efek Samping

  • Mengantuk dan penurunan kewaspadaan — efek paling umum dari komponen deksklorfeniramin
  • Mulut kering, tenggorokan kering, dan rasa haus
  • Pusing, sakit kepala, atau gangguan koordinasi
  • Penglihatan kabur dan mata terasa kering
  • Konstipasi, mual, atau nyeri ulu hati
  • Sulit berkemih atau retensi urine, terutama pada pria dengan pembesaran prostat
  • Peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan akibat komponen deksametason
  • Retensi cairan, wajah membulat (moon face), dan pembengkakan pada pemakaian lebih lama
  • Kenaikan gula darah (hiperglikemia) dan kenaikan tekanan darah
  • Gangguan lambung hingga risiko tukak lambung, terutama bila dikombinasi dengan OAINS
  • Sulit tidur, gelisah, atau perubahan suasana hati
  • Kulit menipis, mudah memar, dan luka lebih lambat sembuh
  • Penurunan daya tahan tubuh sehingga infeksi lebih mudah terjadi atau tersamarkan
  • Pada pemakaian jangka panjang: osteoporosis, katarak, glaukoma, dan supresi kelenjar adrenal

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitivitas terhadap deksametason, deksklorfeniramin, atau komponen lain dalam sediaan
  • Infeksi jamur sistemik dan infeksi berat lain yang belum mendapat terapi memadai
  • Glaukoma sudut tertutup
  • Retensi urine atau kesulitan berkemih akibat pembesaran prostat maupun sumbatan saluran kemih
  • Tukak lambung/duodenum aktif atau perdarahan saluran cerna
  • Bayi baru lahir dan bayi prematur, serta ibu menyusui (antihistamin generasi pertama)
  • Pasien yang sedang atau baru saja menerima vaksin hidup (misalnya campak, polio oral) tanpa persetujuan dokter
  • Sedang atau baru menghentikan terapi MAOI (penghambat monoamin oksidase) dalam 14 hari terakhir

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol dan obat penekan sistem saraf pusat (obat tidur, penenang, opioid, antidepresan) — memperkuat rasa kantuk dan penurunan kesadaran
  • MAOI — memperpanjang dan memperkuat efek antikolinergik deksklorfeniramin
  • Obat antikolinergik lain (antispasmodik, antidepresan trisiklik) — meningkatkan mulut kering, konstipasi, dan risiko retensi urine
  • OAINS dan aspirin — meningkatkan risiko iritasi dan perdarahan lambung bila digabung dengan deksametason
  • Obat antidiabetes dan insulin — efeknya dapat berkurang karena deksametason menaikkan gula darah
  • Diuretik pemboros kalium dan amfoterisin B — memperbesar risiko hipokalemia
  • Antikoagulan seperti warfarin — efek antikoagulan dapat berubah, perlu pemantauan
  • Penginduksi enzim hati (rifampisin, fenitoin, karbamazepin, fenobarbital) — menurunkan efektivitas deksametason
  • Penghambat enzim hati (ketokonazol, itrakonazol, eritromisin, ritonavir) — meningkatkan kadar dan efek samping deksametason
  • Vaksin hidup — respons vaksin dapat menurun dan risiko infeksi meningkat
  • Estrogen atau kontrasepsi hormonal — dapat meningkatkan efek kortikosteroid
  • Selalu beri tahu dokter dan apoteker semua obat, jamu, dan suplemen yang sedang dipakai

Peringatan Penting

  • Grafachlor adalah obat keras (logo lingkaran merah huruf K) — harus dengan resep dokter dan tidak boleh dibeli atau dipakai sendiri tanpa pemeriksaan
  • Obat ini mengandung kortikosteroid sistemik (deksametason). Pemakaian jangka panjang tanpa pengawasan berisiko menimbulkan supresi adrenal, moon face, hiperglikemia, penurunan imunitas, dan osteoporosis — gunakan dalam jangka pendek sesuai arahan dokter
  • Jangan menghentikan mendadak setelah pemakaian lama; penghentian perlu bertahap agar tidak terjadi gejala putus kortikosteroid seperti lemas berat, mual, nyeri sendi, atau pusing saat berdiri — segera hubungi dokter bila gejala ini muncul
  • Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda punya riwayat alergi obat, terutama terhadap deksametason, deksklorfeniramin, atau antihistamin lain, sebelum memakai Grafachlor
  • Hentikan pemakaian dan segera cari pertolongan medis bila muncul tanda reaksi alergi berat (anafilaksis): bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, sesak napas atau mengi, ruam kemerahan luas, jantung berdebar hebat, hingga pusing berat atau pingsan
  • Segera ke dokter atau IGD bila selama pemakaian muncul tinja hitam seperti aspal atau muntah darah (tanda perdarahan lambung), nyeri perut hebat, gangguan penglihatan mendadak, tidak bisa berkemih, kejang, kebingungan, atau bengkak berat pada tungkai
  • Grafachlor BUKAN obat penggemuk badan atau penambah nafsu makan. BPOM berulang kali memperingatkan penyalahgunaan deksametason — baik sebagai bahan kimia obat yang dicampur ilegal ke jamu/obat tradisional maupun pemakaian tanpa resep untuk menaikkan berat badan. Praktik ini berbahaya dan harus dihindari
  • Obat ini menyebabkan kantuk. Jangan mengemudi, mengoperasikan mesin, atau bekerja pada ketinggian setelah meminumnya, dan hindari alkohol
  • Hati-hati dan sampaikan ke dokter bila memiliki diabetes, hipertensi, tukak lambung, glaukoma, gangguan prostat, osteoporosis, gangguan hati atau ginjal, gangguan tiroid, epilepsi, riwayat gangguan jiwa, atau tuberkulosis
  • Karena menekan sistem imun, obat ini dapat menyamarkan gejala infeksi. Segera hubungi dokter bila muncul demam, nyeri tenggorokan, batuk berkepanjangan, atau tanda infeksi lain selama pemakaian
  • Ibu hamil dan menyusui hanya boleh memakainya bila jelas diperlukan dan diresepkan dokter; komponen antihistamin generasi pertama tidak dianjurkan untuk ibu menyusui
  • Pastikan produk memiliki izin edar BPOM yang masih berlaku dengan mengecek nama produk atau nomor registrasi pada kemasan di cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakannya, dan beli hanya di apotek resmi
  • Jangan tertukar: nama "Grafachlor" tidak berkaitan dengan kloramfenikol; obat ini adalah kombinasi antihistamin dan kortikosteroid, bukan antibiotik

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Grafachlor obat apa?

Grafachlor adalah obat alergi kombinasi produksi PT Graha Farma yang tiap kapletnya berisi deksametason 0,5 mg dan deksklorfeniramin maleat 2 mg. Obat ini digunakan untuk meredakan gejala alergi yang disertai peradangan cukup berat, misalnya rinitis alergi, biduran, dermatitis alergi, dan konjungtivitis alergi. Komponen deksklorfeniramin meredakan gatal, bersin, dan hidung berair, sedangkan deksametason menekan peradangan. Grafachlor adalah obat keras dan wajib dengan resep dokter. Meski ada kata "chlor" pada namanya, obat ini bukan kloramfenikol dan bukan antibiotik.

Apakah Grafachlor bisa dibeli bebas dan dipakai sebagai obat penambah nafsu makan?

Tidak. Grafachlor termasuk obat keras dengan logo lingkaran merah huruf K, sehingga hanya boleh diperoleh dan digunakan dengan resep dokter. Obat ini juga tidak boleh dipakai untuk menaikkan berat badan atau menambah nafsu makan. Peningkatan nafsu makan yang muncul adalah efek samping deksametason, bukan manfaat yang diinginkan, dan pemakaian tanpa pengawasan berisiko menimbulkan moon face, kenaikan gula darah, penurunan daya tahan tubuh, hingga supresi kelenjar adrenal. BPOM sendiri berulang kali memperingatkan penyalahgunaan deksametason, termasuk pencampurannya secara ilegal ke jamu dan obat tradisional.

Apa yang perlu diperhatikan dan kapan harus segera ke dokter saat memakai Grafachlor?

Obat ini menyebabkan kantuk — hindari mengemudi, mengoperasikan mesin, dan konsumsi alkohol. Karena mengandung kortikosteroid, Grafachlor sebaiknya dipakai jangka pendek sesuai resep dan tidak dihentikan mendadak setelah pemakaian lama. Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat alergi obat atau memiliki diabetes, hipertensi, tukak lambung, glaukoma, gangguan prostat, atau infeksi aktif, serta bila sedang memakai obat lain seperti OAINS, antidiabetes, atau antikoagulan. Segera cari pertolongan medis bila muncul bengkak wajah/bibir/lidah, sesak napas, atau ruam luas (tanda anafilaksis), tinja hitam atau muntah darah, nyeri perut hebat, gangguan penglihatan mendadak, atau tidak bisa berkemih. Terakhir, pastikan produk yang Anda beli memiliki izin edar BPOM yang masih berlaku dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id, dan belilah hanya di apotek resmi.

Obat Terkait (Antihistamin)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antihistamin — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. PT Graha Farma — Halaman Produk Resmi Grafachlor
  2. 2. BPOM RI — Cek Izin Edar Produk Obat (Cek BPOM)
  3. 3. PIONAS BPOM — Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.