Lewati ke konten
Obat Kulit TopikalBebas (tanpa resep)

Hansaplast Salep Luka

Hansaplast Salep Luka adalah **salep luka serbaguna untuk pemakaian luar** yang dipakai untuk membantu penyembuhan **luka ringan di permukaan kulit**, seperti lecet, luka gores, sayatan kecil, dan luka bakar ringan, serta untuk kulit kering atau bibir pecah-pecah. Produk ini **tidak mengandung zat aktif obat**: bahan utamanya **petrolatum** (petroleum jelly) yang membentuk lapisan pelindung di atas luka sehingga luka tetap lembap dan tidak mengering, ditambah **panthenol (provitamin B5)** dan **gliserin** yang melembapkan kulit. Secara hukum Hansaplast Salep Luka **bukan obat**, melainkan **alat kesehatan** dari Beiersdorf yang terdaftar di Kementerian Kesehatan RI (izin edar AKL), dan dijual bebas tanpa resep dokter. Salep ini **tidak mengandung antibiotik, antiseptik, maupun kortikosteroid**, sehingga tidak membunuh kuman dan bukan obat untuk luka yang terinfeksi.

Nama generik
Tanpa zat aktif obat (terdaftar sebagai alat kesehatan): white petrolatum, paraffinum liquidum (thin paraffin oil), ceresin wax, gliserin, panthenol (provitamin B5), dan glyceryl stearate
Nama dagang
Hansaplast Salep Luka
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Membantu penyembuhan luka ringan di permukaan kulit, seperti lecet, luka gores, dan sayatan kecil
  • Luka bakar ringan yang kecil dan dangkal (bukan luka bakar luas, melepuh besar, atau dalam)
  • Menjaga luka tetap lembap dengan lapisan pelindung berbahan petrolatum sehingga luka tidak mengering (prinsip perawatan luka lembap atau moist wound healing)
  • Produsen juga menyebutkan pemakaian pada luka pascaoperasi - untuk luka operasi, gunakan hanya bila diizinkan dokter yang menangani
  • Melembapkan kulit kering, pecah-pecah, atau iritasi ringan, termasuk bibir pecah-pecah

Dosis

Dewasa
Hansaplast Salep Luka adalah sediaan luar (topikal), jadi tidak ada dosis minum. Cara pakai umum menurut produsen: bersihkan luka lebih dulu, lalu oleskan tipis 1-2 kali sehari pada area luka atau kulit yang kering. Sumber yang kami temukan tidak mencantumkan kadar masing-masing bahan, jadi untuk detail pemakaian ikuti petunjuk pada kemasan atau saran dokter/apoteker. Hentikan pemakaian dan periksakan ke dokter bila luka tidak membaik, makin merah, bengkak, bernanah, atau terasa makin nyeri.
Anak
Menurut produsen dan apotek daring, produk ini tanpa pewangi, pewarna, dan bahan dari hewan serta disebut cocok untuk bayi. Pada anak, oleskan tipis dengan pengawasan orang dewasa sesuai petunjuk kemasan, dan jaga agar salep tidak dijilat atau tertelan. Untuk luka pada bayi, luka di wajah dekat mata, atau luka yang lebih dari sekadar lecet ringan, konsultasikan dulu ke dokter.
Lansia
Cara pakai sama seperti dewasa. Kulit lansia umumnya lebih tipis dan kering, dan luka pada lansia, terutama yang memiliki diabetes atau gangguan sirkulasi darah, bisa lebih lambat sembuh dan lebih mudah terinfeksi. Luka seperti ini sebaiknya dipantau tenaga kesehatan, bukan hanya dirawat sendiri dengan salep.

Efek Samping

  • Secara umum jarang menimbulkan efek samping bila dioleskan tipis sesuai petunjuk, karena bahan-bahannya bekerja secara fisik di permukaan kulit
  • Iritasi ringan, rasa perih, atau kemerahan di area yang diolesi pada kulit yang sensitif
  • Dermatitis kontak alergi (gatal, ruam, bentol, kemerahan meluas) - jarang, dapat terjadi pada orang yang sensitif terhadap salah satu komponen, termasuk panthenol
  • Terasa lengket atau berminyak dan dapat menempel pada pakaian atau sarung bantal, karena bahan dasarnya petrolatum dan minyak parafin
  • Reaksi alergi berat seperti bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata atau sesak napas - sangat jarang, tetapi bila terjadi segera cari pertolongan medis

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap salah satu komponen: petrolatum, paraffinum liquidum, ceresin, gliserin, panthenol, atau glyceryl stearate
  • Luka dalam, luka tusuk, atau perdarahan yang tidak berhenti - kondisi ini perlu penanganan medis, bukan salep
  • Luka yang masih ada benda asing tertancap di dalamnya
  • Luka yang terinfeksi (bernanah, bengkak, terasa panas, nyeri makin hebat) tanpa saran dokter
  • Tidak untuk area mata dan tidak untuk ditelan atau pemakaian dalam

Interaksi dengan Obat Lain

  • Tidak ada interaksi obat bermakna yang diketahui, karena produk ini tidak mengandung zat aktif obat dan bekerja secara fisik di permukaan kulit; interaksi dengan obat minum praktis tidak diharapkan
  • Hindari mengoleskannya bersamaan atau bertumpuk dengan obat oles lain (misalnya salep antibiotik atau krim resep dokter) di area yang sama tanpa arahan dokter/apoteker, karena lapisan salep yang berminyak dapat memengaruhi kontak obat oles lain dengan kulit
  • Bila luka sedang dirawat dokter atau perawat dengan antiseptik atau obat oles tertentu, ikuti urutan pemakaian dari mereka dan jangan menambah produk lain sendiri

Peringatan Penting

  • Bukan obat terdaftar BPOM, melainkan alat kesehatan. Hansaplast Salep Luka terdaftar di Kementerian Kesehatan RI sebagai alat kesehatan impor dengan nomor izin edar Kemenkes RI AKL 21603918628 (kode AKL menandakan alat kesehatan impor). Karena itu produk ini tidak tercantum di cekbpom.pom.go.id maupun PIONAS. Nomor AKL tersebut tercantum sama di Halodoc, Medicastore, dan VIVA Apotek; kami belum dapat mengonfirmasinya langsung di basis data resmi Kemenkes (infoalkes.kemkes.go.id), jadi cocokkan dengan nomor yang tertera pada kemasan Anda.
  • Untuk produk yang terdaftar sebagai obat, periksa izin edarnya di cekbpom.pom.go.id, dan ingat bahwa obat golongan obat keras (logo lingkaran merah dengan huruf K) wajib dengan resep dokter. Hansaplast Salep Luka sendiri bukan obat keras dan dijual bebas.
  • Bukan antiseptik dan bukan antibiotik. Beberapa lapak marketplace melabeli produk ini sebagai "antiseptik", padahal komposisinya tidak mengandung zat antiseptik, antibiotik, maupun kortikosteroid. Salep ini tidak membunuh kuman dan bukan pengobatan untuk luka yang terinfeksi.
  • Hanya untuk pemakaian luar. Jangan ditelan dan hindari mengenai mata. Bila terkena mata, bilas dengan air bersih mengalir.
  • Jangan dipakai pada luka dalam, perdarahan yang tidak berhenti, luka dengan benda yang masih tertancap, atau luka terinfeksi tanpa memeriksakan diri ke dokter.
  • Segera ke dokter bila luka lebar atau dalam, akibat gigitan hewan, tertusuk benda berkarat atau kotor, berupa luka bakar luas atau melepuh besar, atau muncul tanda infeksi (nanah, bengkak, kemerahan meluas, terasa panas, nyeri makin hebat, demam). Kondisi seperti ini mungkin membutuhkan penanganan luka, antibiotik, atau vaksin tetanus.
  • Klaim "sembuhkan luka 2x lebih cepat" dan "mengurangi risiko luka membekas" adalah klaim pemasaran dari produsen (Hansaplast/Beiersdorf) dan sebaiknya dipahami sebagai klaim produsen, bukan jaminan hasil. Kecepatan sembuh tetap bergantung pada jenis dan kebersihan luka serta kondisi kesehatan Anda.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat alergi terhadap bahan salep atau produk perawatan kulit, dan hentikan pemakaian bila muncul iritasi, gatal, ruam, atau reaksi alergi.
  • Tutup tube rapat setelah dipakai, simpan sesuai petunjuk pada kemasan, jauhkan dari jangkauan anak, dan jangan gunakan bila sudah melewati tanggal kedaluwarsa atau batas pemakaian yang tertera pada kemasan.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Hansaplast Salep Luka obat apa?

Hansaplast Salep Luka adalah salep luka untuk pemakaian luar yang membantu penyembuhan luka ringan di permukaan kulit, seperti lecet, luka gores, sayatan kecil, dan luka bakar ringan, serta melembapkan kulit kering atau bibir pecah-pecah. Isinya bukan zat aktif obat, melainkan petrolatum yang membentuk lapisan pelindung agar luka tetap lembap, ditambah panthenol (provitamin B5) dan gliserin sebagai pelembap. Karena itu produk ini terdaftar sebagai alat kesehatan di Kemenkes RI, bukan sebagai obat di BPOM, dan dijual bebas tanpa resep. Cara pakai umumnya: bersihkan luka, lalu oleskan tipis 1-2 kali sehari, atau ikuti petunjuk pada kemasan.

Apakah Hansaplast Salep Luka mengandung antiseptik atau antibiotik, dan bolehkah dipakai untuk luka bernanah?

Tidak. Komposisi yang tercantum di Halodoc, Alodokter, K24Klik, Medicastore, dan VIVA Apotek sama: white petrolatum, thin paraffin oil, ceresin wax, gliserin, panthenol, dan glyceryl stearate. Tidak ada zat antiseptik, antibiotik, atau kortikosteroid di dalamnya, jadi label "antiseptik" di sebagian marketplace keliru. Salep ini melindungi dan melembapkan luka, tetapi tidak membunuh kuman. Luka yang bernanah, bengkak, terasa panas, makin nyeri, atau disertai demam adalah tanda infeksi dan perlu diperiksakan ke dokter, bukan hanya diolesi salep.

Kenapa Hansaplast Salep Luka tidak ditemukan di cekbpom.pom.go.id?

Karena produk ini bukan obat, melainkan alat kesehatan. Alat kesehatan didaftarkan di Kementerian Kesehatan RI, bukan di BPOM, sehingga tidak muncul di cekbpom.pom.go.id maupun PIONAS. Nomor izin edar yang tercantum di beberapa apotek daring adalah Kemenkes RI AKL 21603918628; kode AKL menandakan alat kesehatan impor. Adapun kode NART di situs resmi Hansaplast adalah nomor artikel internal produsen, bukan nomor izin edar. Untuk produk yang terdaftar sebagai obat, tetap periksa izin edarnya di cekbpom.pom.go.id, dan ingat bahwa obat keras wajib dengan resep dokter.

Obat Terkait (Obat Kulit Topikal)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Obat Kulit Topikal — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Hansaplast Salep Luka 20 g (komposisi, izin edar Kemenkes RI AKL 21603918628, kategori Alat Kesehatan)
  2. 2. Hansaplast Indonesia - Salep Luka (halaman produk resmi: kegunaan dan klaim produsen)
  3. 3. Cek BPOM - verifikasi izin edar obat (produk ini alat kesehatan terdaftar di Kemenkes, sehingga tidak tercantum di sini)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.