Lewati ke konten
KortikosteroidResep dokter

Kalmethasone

Kalmethasone adalah obat merek dagang produksi Kalbe Farma yang berisi zat aktif **deksametason (dexamethasone)**, sebuah **kortikosteroid** golongan glukokortikoid dengan efek **antiinflamasi** dan **imunosupresan**. Sediaan tablet yang beredar berisi **deksametason 0,5 mg per tablet**. Obat ini dipakai untuk **menekan peradangan dan reaksi kekebalan tubuh yang berlebihan**, misalnya pada alergi berat, penyakit autoimun seperti lupus dan artritis reumatoid, radang sendi, serangan asma dan PPOK, serta penyakit kulit yang meradang. Kalmethasone termasuk **obat keras** (logo lingkaran merah huruf K) sehingga **hanya boleh ditebus dan digunakan dengan resep dokter**.

Nama generik
Deksametason (Dexamethasone)
Nama dagang
Kalmethasone
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Reaksi alergi berat, termasuk anafilaksis, urtikaria berat, dan dermatitis kontak berat
  • Penyakit autoimun seperti lupus eritematosus sistemik (LES) dan artritis reumatoid
  • Radang sendi dan kondisi rematik lain yang membutuhkan terapi antiinflamasi kuat
  • Eksaserbasi (serangan) asma bronkial dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Penyakit kulit inflamatif yang berat atau tidak membaik dengan terapi biasa
  • Edema serebral (pembengkakan otak) sesuai penilaian dokter
  • Hiperplasia adrenal kongenital sebagai bagian terapi pengganti hormon

Dosis

Dewasa
Dosis deksametason sangat bervariasi tergantung jenis penyakit, tingkat keparahan, dan respons masing-masing pasien, sehingga tidak ada dosis standar yang boleh dipakai sendiri. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, dan periksa kekuatan yang tertera pada kemasan karena sediaan deksametason beredar dalam beberapa kekuatan. Umumnya dokter memberikan dosis efektif terendah dalam jangka waktu sesingkat mungkin, lalu menurunkannya bertahap. Tablet sebaiknya diminum sesudah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Jangan menambah, mengurangi, menghentikan, atau memperpanjang pemakaian tanpa sepengetahuan dokter.
Anak
Pemberian pada anak harus ditentukan dan diawasi langsung oleh dokter berdasarkan berat badan, usia, dan kondisi klinis. Kortikosteroid jangka panjang pada anak dapat menghambat pertumbuhan dan menekan daya tahan tubuh, sehingga pemakaian perlu dipantau ketat. Jangan memberikan Kalmethasone kepada anak atas inisiatif sendiri atau berdasarkan resep orang lain.
Lansia
Pasien lanjut usia lebih rentan mengalami osteoporosis, hipertensi, hiperglikemia, dan tukak lambung akibat kortikosteroid. Dokter biasanya memilih dosis efektif terendah dengan durasi sesingkat mungkin disertai pemantauan tekanan darah, gula darah, dan kepadatan tulang. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Efek Samping

  • Gangguan lambung: nyeri ulu hati, mual, hingga tukak lambung dan perdarahan saluran cerna
  • Peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan
  • Hiperglikemia (kenaikan gula darah) atau memburuknya diabetes
  • Retensi cairan, pembengkakan, dan peningkatan tekanan darah
  • Sulit tidur, gelisah, perubahan suasana hati
  • Imunosupresi sehingga tubuh lebih mudah terkena infeksi dan luka lebih lambat sembuh
  • Kulit menipis, mudah memar, dan timbul jerawat
  • Pemakaian jangka panjang: supresi kelenjar adrenal, sindrom Cushing (wajah bulat atau moon face, punuk lemak, kulit menipis), osteoporosis
  • Katarak dan peningkatan tekanan bola mata (glaukoma) pada pemakaian lama
  • Gejala putus obat (lemas, mual, nyeri sendi, tekanan darah turun) bila dihentikan mendadak

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap deksametason, kortikosteroid lain, atau komponen dalam produk
  • Infeksi jamur sistemik dan infeksi berat lain yang tidak terkontrol atau tidak diobati
  • Pemberian vaksin hidup selama menjalani terapi kortikosteroid dosis imunosupresif, kecuali atas pertimbangan dokter
  • Kondisi lain yang dinilai dokter tidak sesuai, misalnya tukak lambung aktif tanpa pengawasan medis

Interaksi dengan Obat Lain

  • OAINS dan aspirin: menambah risiko iritasi, tukak, dan perdarahan lambung
  • Obat diabetes (oral maupun insulin): efeknya dapat berkurang karena deksametason menaikkan gula darah
  • Diuretik pembuang kalium dan obat penurun kalium lain: meningkatkan risiko hipokalemia
  • Rifampisin, fenitoin, fenobarbital, karbamazepin: mempercepat metabolisme sehingga efek deksametason menurun
  • Ketokonazol dan penghambat enzim hati lain: dapat meningkatkan kadar dan efek samping deksametason
  • Antikoagulan seperti warfarin: efek pengencer darah dapat berubah sehingga perlu pemantauan
  • Vaksin hidup: respons imun dapat menurun dan risiko efek samping vaksin meningkat
  • Selalu beri tahu dokter atau apoteker semua obat, herbal, dan suplemen yang sedang Anda konsumsi

Peringatan Penting

  • Kalmethasone adalah obat keras bertanda lingkaran merah huruf K dan wajib ditebus dengan resep dokter. Obat ini tidak boleh dipakai untuk pengobatan sendiri (swamedikasi), tidak boleh dibeli berdasarkan pengalaman orang lain, dan tidak boleh dibagikan kepada keluarga atau teman meski gejalanya terasa mirip. Deksametason bukan narkotika maupun psikotropika, tetapi tetap berbahaya bila dipakai tanpa pengawasan medis.
  • Jangan menghentikan obat secara mendadak setelah pemakaian beberapa waktu. Penghentian harus bertahap (tapering) sesuai arahan dokter untuk mencegah gejala putus obat dan krisis adrenal.
  • Deksametason menekan daya tahan tubuh dan dapat menyamarkan gejala infeksi. Segera hubungi dokter bila muncul demam, batuk, luka bernanah, atau tanda infeksi lain selama pengobatan, dan beri tahu dokter bila Anda kontak dengan penderita cacar air atau campak.
  • Segera cari pertolongan medis atau ke IGD bila muncul tanda bahaya berikut: nyeri perut hebat, muntah darah atau BAB berwarna hitam (tanda perdarahan lambung), sesak napas, bengkak pada wajah dan bibir, atau ruam gatal menyeluruh (kemungkinan reaksi alergi berat), demam tinggi atau infeksi yang memberat, gangguan penglihatan mendadak, kebingungan atau perubahan perilaku berat, serta lemas hebat, pusing berat, mual muntah, dan tekanan darah turun setelah obat dihentikan (kemungkinan krisis adrenal).
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi obat, terutama terhadap deksametason atau kortikosteroid lain, serta bila memiliki diabetes, hipertensi, penyakit jantung, gangguan ginjal atau hati, tukak lambung, osteoporosis, glaukoma atau katarak, tuberkulosis, gangguan jiwa, atau sedang hamil, merencanakan kehamilan, dan menyusui. Pantau gula darah, tekanan darah, dan berat badan selama pengobatan bila Anda berisiko.
  • BPOM berulang kali memperingatkan penyalahgunaan deksametason sebagai Bahan Kimia Obat (BKO) yang dicampurkan secara ilegal ke dalam jamu dan obat tradisional, terutama produk berklaim pegal linu, rematik, atau penggemuk badan. Dosisnya tidak terkontrol dan pemakaian jangka panjang dapat merusak lambung, tulang, serta sistem hormonal. Hindari produk semacam itu dan jangan membeli deksametason bebas di toko atau lapak online tanpa resep.
  • Ibu hamil dan menyusui wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai obat ini karena kortikosteroid sistemik hanya diberikan bila manfaatnya dinilai melebihi risikonya.
  • Pastikan produk yang Anda tebus terdaftar resmi. Nomor izin edar dapat dicek di cekbpom.pom.go.id dengan mencari nama produk atau nomor pada kemasan. Bila nomor pada kemasan tidak ditemukan atau tidak cocok dengan data BPOM, jangan gunakan produk tersebut dan laporkan ke apotek atau BPOM.
  • Informasi ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau resep dari tenaga medis.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Kalmethasone obat apa?

Kalmethasone adalah obat berisi deksametason (dexamethasone) produksi Kalbe Farma, yaitu kortikosteroid (glukokortikoid) sistemik dengan efek antiinflamasi dan imunosupresan. Sediaan tablet yang beredar berisi deksametason 0,5 mg per tablet. Fungsinya meredakan peradangan dan menekan reaksi kekebalan tubuh yang berlebihan, misalnya pada alergi berat, penyakit autoimun seperti lupus dan artritis reumatoid, radang sendi, serangan asma dan PPOK, penyakit kulit yang meradang, edema serebral, serta hiperplasia adrenal kongenital. Kalmethasone berstatus obat keras sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Apakah Kalmethasone bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?

Tidak. Kalmethasone menyandang logo lingkaran merah dengan huruf K yang menandakan obat keras, sehingga penyerahannya di apotek harus berdasarkan resep dokter. Deksametason bukan narkotika maupun psikotropika, tetapi tetap tidak boleh dipakai sendiri karena risiko efek sampingnya besar bila dosis dan lama pemakaian tidak diawasi. Waspadai penjual yang menawarkan deksametason bebas tanpa resep serta jamu atau obat tradisional yang diam-diam dicampur deksametason sebagai Bahan Kimia Obat ilegal. Untuk memastikan produk resmi, cek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Apa bahaya memakai Kalmethasone jangka panjang tanpa pengawasan dokter?

Pemakaian deksametason yang lama atau tanpa pengawasan dapat menyebabkan supresi kelenjar adrenal, sindrom Cushing (wajah bulat, punuk lemak, kulit menipis), kenaikan gula darah, osteoporosis, tukak lambung, katarak dan glaukoma, serta daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terkena infeksi. Menghentikannya secara mendadak juga berisiko memicu gejala putus obat hingga krisis adrenal. Karena itu dokter biasanya memberi dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin lalu menurunkan dosis secara bertahap. Jangan mengubah dosis atau berhenti sendiri, dan segera periksakan diri bila muncul nyeri perut hebat, BAB hitam, demam tinggi, sesak napas, atau lemas berat disertai pusing selama pengobatan.

Obat Terkait (Kortikosteroid)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Kortikosteroid — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Alodokter - Kalmethasone: manfaat, dosis, dan efek samping (deksametason 0,5 mg, golongan obat resep)
  2. 2. BPOM RI - Cek Produk Terdaftar (Cek BPOM) untuk memverifikasi nomor izin edar
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional, informasi kortikosteroid deksametason

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.