Lewati ke konten
KortikosteroidResep dokter

Lexacort

**Lexacort** adalah **obat keras** yang mengandung **Prednisone 5 mg**, sebuah **kortikosteroid (glukokortikoid)** dengan efek **antiinflamasi**, **antialergi**, dan **imunosupresan**. Lexacort digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan dan alergi yang memerlukan terapi glukokortikoid, seperti penyakit rematik/kolagen, penyakit kulit, dan asma. Karena termasuk obat keras, Lexacort hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Prednisone (Prednison)
Nama dagang
Lexacort
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 25 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Kondisi alergi yang memerlukan terapi kortikosteroid
  • Berbagai kondisi peradangan (inflamasi) yang responsif terhadap glukokortikoid
  • Penyakit rematik dan penyakit kolagen
  • Penyakit kulit tertentu yang memerlukan kortikosteroid sistemik
  • Asma dan kondisi saluran napas dengan komponen peradangan
  • TB paru stadium lanjut sebagai terapi tambahan (adjuvan) bersama obat anti-TB
  • Purpura trombositopenik idiopatik (ITP)
  • Eksaserbasi (kekambuhan) multiple sclerosis

Dosis

Dewasa
Dosis kortikosteroid bersifat individual tergantung jenis dan beratnya penyakit serta respons pasien. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter; umumnya tablet diminum sesudah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan dosis tanpa anjuran dokter.
Anak
Penggunaan pada anak harus di bawah pengawasan dokter karena kortikosteroid dapat memengaruhi pertumbuhan. Dosis ditentukan oleh dokter sesuai berat badan dan kondisi anak.
Lansia
Pasien lanjut usia lebih rentan terhadap efek samping seperti osteoporosis, hipertensi, dan hiperglikemia. Gunakan dosis efektif terendah sesuai anjuran dokter.

Efek Samping

  • Peningkatan nafsu makan dan berat badan
  • Retensi cairan (edema) dan kenaikan tekanan darah
  • Peningkatan kadar gula darah
  • Gangguan tidur (insomnia), gelisah, dan perubahan suasana hati
  • Iritasi lambung hingga tukak lambung
  • Osteoporosis dan kelemahan otot pada penggunaan jangka panjang
  • Wajah membulat (moon face), penipisan kulit, dan mudah memar
  • Peningkatan risiko infeksi karena penekanan sistem imun
  • Gangguan pertumbuhan pada anak bila digunakan jangka panjang

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitivitas (alergi) terhadap prednison atau komponen obat
  • Infeksi jamur sistemik yang tidak terkontrol
  • Infeksi berat yang tidak diobati dengan terapi antimikroba yang sesuai

Interaksi dengan Obat Lain

  • OAINS/NSAID (mis. ibuprofen, natrium diklofenak) meningkatkan risiko tukak dan perdarahan lambung
  • Obat antidiabetes dan insulin: prednison dapat menaikkan gula darah sehingga efeknya berkurang
  • Diuretik dan obat lain yang menurunkan kalium meningkatkan risiko hipokalemia
  • Vaksin hidup sebaiknya dihindari selama terapi kortikosteroid
  • Obat penginduksi enzim hati seperti rifampisin dan fenitoin dapat menurunkan efek prednison
  • Antikoagulan (mis. warfarin): efek antikoagulan dapat berubah

Peringatan Penting

  • Jangan menghentikan penggunaan secara mendadak, terutama setelah pemakaian lama; penghentian harus bertahap (tapering) sesuai petunjuk dokter untuk mencegah krisis adrenal.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menekan kelenjar adrenal dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
  • Gunakan dengan hati-hati pada penderita diabetes, hipertensi, tukak lambung, osteoporosis, dan glaukoma.
  • Hindari kontak dengan penderita cacar air atau campak karena risiko infeksi menjadi lebih berat.
  • Untuk ibu hamil dan menyusui, gunakan hanya atas pertimbangan dan pengawasan dokter.
  • Sebelum menggunakan Lexacort, beri tahu dokter riwayat alergi obat serta penyakit yang Anda miliki (mis. diabetes, hipertensi, gangguan lambung, osteoporosis, glaukoma, atau infeksi).
  • Segera cari pertolongan medis bila muncul tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah darah atau BAB hitam (perdarahan lambung); demam tinggi atau tanda infeksi berat; gangguan penglihatan; bengkak berat atau sesak napas; atau gejala krisis adrenal (kelelahan hebat, pusing, tekanan darah turun) terutama setelah dosis diturunkan atau dihentikan.
  • Pastikan produk memiliki izin edar BPOM dengan mengecek di cekbpom.pom.go.id; Lexacort termasuk obat keras sehingga hanya boleh diperoleh dan digunakan dengan resep dokter.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Lexacort obat apa?

Lexacort adalah obat keras berisi Prednisone 5 mg, yaitu kortikosteroid (glukokortikoid) dengan efek antiinflamasi, antialergi, dan imunosupresan. Lexacort dipakai untuk mengatasi kondisi peradangan dan alergi, seperti penyakit rematik/kolagen, penyakit kulit, asma, serta kondisi lain yang memerlukan terapi glukokortikoid. Obat ini hanya digunakan dengan resep dokter.

Apakah Lexacort bisa dibeli tanpa resep dokter?

Tidak. Lexacort termasuk obat keras (bertanda lingkaran merah) sehingga hanya boleh diperoleh dan digunakan dengan resep dokter. Anda juga dapat memastikan keaslian dan izin edarnya dengan mengecek nomor registrasi di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Lexacort boleh dihentikan sendiri jika sudah merasa sembuh?

Sebaiknya tidak. Kortikosteroid seperti prednison tidak boleh dihentikan mendadak, terutama setelah pemakaian cukup lama, karena dapat memicu gangguan pada kelenjar adrenal. Penghentian harus dilakukan bertahap sesuai petunjuk dokter. Selalu ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Referensi Medis

  1. 1. KlikDokter - Lexacort (Prednisone 5 mg, PT. Molex Ayus, Kortikosteroid, Obat Keras)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi izin edar obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Informasi obat Lexacort

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.