Lewati ke konten
KortikosteroidResep dokter

Mesola

Mesola adalah obat **kortikosteroid** dengan zat aktif **Methylprednisolone**, tersedia dalam bentuk tablet **4 mg**. Obat ini dipakai untuk **menekan peradangan** dan **meredam reaksi sistem imun yang berlebihan**, misalnya pada rinitis alergi, asma bronkial, konjungtivitis alergi, dermatitis kontak, dermatitis eksfoliativa, bursitis, artritis reumatoid, lupus eritematosus sistemik, psoriasis, dan kolitis ulseratif. Mesola termasuk **obat keras** bertanda lingkaran merah huruf K, sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**. Nomor izin edar BPOM-nya berawalan DKL (obat keras produksi dalam negeri) dan dapat dicek sendiri di **cekbpom.pom.go.id**.

Nama generik
Methylprednisolone
Nama dagang
Mesola
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Rinitis alergi dan konjungtivitis alergi yang tidak cukup terkontrol dengan obat alergi biasa
  • Asma bronkial dan kondisi saluran napas lain yang memerlukan penekanan peradangan
  • Dermatitis kontak, dermatitis eksfoliativa, dan psoriasis serta kelainan kulit inflamasi lain
  • Bursitis akut maupun subakut dan gangguan peradangan sendi serta jaringan lunak
  • Artritis reumatoid dan penyakit rematik lain yang membutuhkan terapi antiinflamasi sistemik
  • Lupus eritematosus sistemik (LES) dan penyakit autoimun lain sesuai penilaian dokter
  • Kolitis ulseratif serta kondisi peradangan saluran cerna tertentu
  • Reaksi alergi berat lain yang menurut dokter memerlukan glukokortikoid oral

Dosis

Dewasa
Mesola tersedia sebagai tablet Methylprednisolone 4 mg. Dosis dewasa lazimnya berada pada rentang 4-48 mg per hari, tetapi besaran pastinya sangat bergantung pada jenis penyakit, tingkat keparahan, dan respons masing-masing pasien, sehingga harus ditentukan oleh dokter. Diminum sesudah makan untuk mengurangi risiko gangguan lambung. Jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan sendiri dosis yang sudah diresepkan; ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.
Anak
Tidak ada dosis baku yang bisa dipukul rata untuk anak. Pemberian kortikosteroid pada anak dihitung dokter berdasarkan berat badan, usia, dan jenis penyakit, karena pemakaian jangka panjang dapat menghambat pertumbuhan. Jangan memberikan Mesola kepada anak tanpa resep dan pengawasan dokter.
Lansia
Pada lansia umumnya digunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin, karena risiko osteoporosis, hiperglikemia, hipertensi, dan infeksi lebih tinggi. Dosis dan durasi ditentukan dokter; ikuti petunjuk pada resep.

Efek Samping

  • Gangguan lambung: nyeri ulu hati, mual, hingga risiko tukak lambung terutama bila diminum saat perut kosong
  • Peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan
  • Retensi cairan, pembengkakan pada tungkai, dan kenaikan tekanan darah
  • Kenaikan kadar gula darah, dapat memperberat diabetes
  • Wajah membulat (moon face) dan penumpukan lemak di badan pada pemakaian lama
  • Penipisan tulang (osteoporosis) dan mudah memar pada penggunaan jangka panjang
  • Imunosupresi, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan gejala infeksi bisa tersamarkan
  • Gangguan tidur, gelisah, perubahan suasana hati, kadang gangguan perilaku
  • Penyembuhan luka melambat, kulit menipis, jerawat, dan gangguan haid
  • Pada pemakaian lama: katarak, glaukoma, dan insufisiensi adrenal bila dihentikan mendadak

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitif (alergi) terhadap Methylprednisolone atau kortikosteroid lain
  • Infeksi jamur sistemik yang sedang aktif
  • Infeksi bakteri, virus, atau tuberkulosis aktif yang belum diobati secara memadai
  • Pemberian vaksin hidup selama menjalani terapi kortikosteroid dosis imunosupresif
  • Kondisi lain yang menurut dokter membuat kortikosteroid sistemik tidak aman bagi pasien

Interaksi dengan Obat Lain

  • OAINS seperti ibuprofen, natrium diklofenak, atau aspirin: meningkatkan risiko iritasi dan perdarahan lambung
  • Obat antidiabetes dan insulin: efeknya dapat berkurang karena kortikosteroid menaikkan gula darah
  • Diuretik pembuang kalium (misalnya furosemid, hidroklorotiazid): risiko hipokalemia meningkat
  • Warfarin dan antikoagulan lain: efek pembekuan darah dapat berubah sehingga perlu pemantauan
  • Rifampisin, fenitoin, fenobarbital, karbamazepin: mempercepat pemecahan kortikosteroid sehingga efeknya menurun
  • Ketokonazol, itrakonazol, eritromisin, dan obat penghambat enzim hati lain: kadar Methylprednisolone dalam darah dapat meningkat
  • Vaksin hidup: respons vaksin bisa menurun dan risiko efek samping meningkat
  • Selalu beri tahu dokter atau apoteker semua obat, herbal, dan suplemen yang sedang dikonsumsi

Peringatan Penting

  • Mesola adalah obat keras bertanda lingkaran merah huruf K dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Jangan melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi) tanpa pemeriksaan dokter, dan jangan memakainya hanya berdasarkan rekomendasi orang lain atau sisa resep sebelumnya
  • Beri tahu dokter dan apoteker bila memiliki riwayat alergi obat, terutama terhadap Methylprednisolone atau kortikosteroid lain, serta sebutkan semua obat, herbal, dan suplemen yang sedang dipakai
  • Jangan menghentikan pemakaian secara mendadak setelah terapi cukup lama, karena berisiko menimbulkan insufisiensi adrenal. Penghentian dilakukan bertahap sesuai arahan dokter
  • Kortikosteroid menekan sistem imun, sehingga tanda-tanda infeksi bisa tersamarkan. Segera hubungi dokter bila muncul demam, luka yang tidak sembuh, atau gejala infeksi lain
  • Tanda bahaya yang butuh pertolongan medis segera: muntah darah atau BAB hitam seperti aspal, nyeri perut hebat, sesak napas, bengkak pada wajah atau bibir dan ruam luas, gangguan penglihatan mendadak, kejang atau perubahan perilaku berat, serta lemas hebat disertai pusing dan tekanan darah turun setelah dosis dikurangi atau dihentikan
  • Hati-hati bila memiliki diabetes, hipertensi, gangguan ginjal atau jantung, osteoporosis, glaukoma, riwayat tukak lambung, atau gangguan psikiatri
  • Minum sesudah makan untuk mengurangi risiko keluhan lambung
  • Kortikosteroid hanya meredakan peradangan dan gejala, tidak menyembuhkan penyebab dasar penyakit. Diagnosis tetap harus ditegakkan dokter
  • Hindari kontak dengan penderita cacar air atau campak selama terapi bila belum pernah terinfeksi atau divaksinasi
  • Untuk ibu hamil dan menyusui, penggunaan hanya boleh atas pertimbangan dokter setelah menimbang manfaat dan risikonya
  • Waspadai kemiripan nama dengan merek lain yang ejaannya mirip. Pastikan nama produk, nama produsen, dan nomor izin edar yang tertera pada kemasan sesuai dengan yang diresepkan, lalu periksa keasliannya di cekbpom.pom.go.id
  • Kekuatan yang terverifikasi untuk Mesola adalah tablet 4 mg. Bila menemukan kekuatan lain, konfirmasikan dulu ke apoteker dan periksa nomor izin edar pada kemasan

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Mesola obat apa?

Mesola adalah obat kortikosteroid berbentuk tablet dengan zat aktif Methylprednisolone 4 mg. Obat ini bekerja menekan peradangan dan menenangkan reaksi sistem imun yang berlebihan, sehingga dipakai pada kondisi seperti rinitis alergi, asma bronkial, konjungtivitis alergi, dermatitis kontak, dermatitis eksfoliativa, bursitis, artritis reumatoid, lupus eritematosus sistemik, psoriasis, dan kolitis ulseratif. Mesola termasuk obat keras sehingga wajib dengan resep dokter, dan keaslian nomor izin edarnya dapat diperiksa di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Mesola bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?

Tidak. Mesola adalah obat keras yang ditandai lingkaran merah dengan huruf K pada kemasan, dan nomor izin edarnya berawalan DKL yang berarti obat keras produksi dalam negeri. Artinya obat ini hanya boleh diserahkan apotek berdasarkan resep dokter. Pemakaian kortikosteroid tanpa pengawasan berisiko menimbulkan efek samping serius seperti gangguan gula darah, tukak lambung, penurunan daya tahan tubuh, sampai gangguan hormon adrenal. Bila membeli secara daring, pastikan apoteknya resmi dan cek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Bolehkah berhenti minum Mesola begitu keluhan mereda?

Sebaiknya tidak berhenti sendiri. Pada pemakaian singkat dokter mungkin mengizinkan penghentian langsung, tetapi setelah terapi berlangsung cukup lama, penghentian mendadak berbahaya karena tubuh sudah menurunkan produksi hormon steroid alaminya dan bisa terjadi insufisiensi adrenal dengan gejala lemas hebat, mual, pusing, hingga tekanan darah turun. Dokter biasanya menurunkan dosis secara bertahap (tapering). Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, dan konsultasikan dulu sebelum mengubah atau menghentikan pemakaian.

Obat Terkait (Kortikosteroid)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Kortikosteroid — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. MedicaStore - Mesola Tablet 4 mg (kandungan, produsen, indikasi)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi nomor izin edar produk obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Informasi obat kortikosteroid sistemik

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.