Lewati ke konten
KortikosteroidResep dokter

Kloderma

Kloderma adalah **obat kulit (obat luar)** berisi **klobetasol propionat 0,05%**, yaitu **kortikosteroid topikal super-poten (Kelas I)**. Obat ini dipakai untuk mengatasi peradangan dan gatal pada penyakit kulit yang sulit sembuh dan responsif terhadap steroid, seperti **psoriasis**, **eksim (dermatitis) rekalsitran**, **liken planus**, dan **lupus eritematosus** pada kulit. Kloderma adalah **obat keras** yang hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Klobetasol propionat (clobetasol propionate)
Nama dagang
Kloderma
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 8 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan jangka pendek dermatosis (penyakit kulit) resisten yang responsif terhadap steroid dan tidak membaik dengan kortikosteroid yang lebih lemah
  • Psoriasis (kecuali psoriasis plak luas)
  • Eksim / dermatitis yang membandel (rekalsitran), termasuk dermatitis atopik dan dermatitis kontak berat
  • Liken planus dan liken simpleks kronikus
  • Lupus eritematosus diskoid (kelainan kulit akibat lupus)
  • Bekerja sebagai anti-inflamasi, antipruritik (antigatal), dan vasokonstriktor kuat pada kulit

Dosis

Dewasa
Oleskan lapisan tipis krim atau salep Kloderma 0,05% hanya pada area kulit yang bermasalah, umumnya 1-2 kali sehari sesuai anjuran dokter. Karena tergolong steroid super-poten, pemakaian bersifat jangka pendek (biasanya tidak lebih dari 2 minggu) dan tidak boleh melebihi anjuran dokter. Untuk aturan pakai dan lama pemakaian yang tepat, ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.
Anak
Umumnya tidak dianjurkan untuk anak, terutama di bawah 12 tahun, karena kulit anak lebih mudah menyerap steroid sehingga risiko efek samping (termasuk gangguan hormon) lebih besar. Hanya boleh digunakan bila diresepkan dan diawasi ketat oleh dokter.
Lansia
Gunakan dengan hati-hati dan dalam waktu sesingkat mungkin karena kulit lansia lebih tipis dan lebih rentan menipis. Ikuti petunjuk dokter.

Efek Samping

  • Rasa terbakar, perih, gatal, atau kemerahan di area yang diolesi
  • Penipisan kulit (atrofi) bila dipakai terlalu lama atau pada area luas
  • Munculnya guratan/stretch mark (striae) dan pelebaran pembuluh darah halus (telangiektasia)
  • Perubahan warna kulit (menjadi lebih terang atau lebih gelap)
  • Jerawat steroid, folikulitis, dermatitis perioral, dan pertumbuhan bulu berlebih (hipertrikosis)
  • Meningkatnya risiko atau perburukan infeksi kulit yang tersamar
  • Pada pemakaian berlebihan, luas, atau jangka panjang: penyerapan ke tubuh yang dapat menekan fungsi kelenjar adrenal (supresi HPA-axis) dan menimbulkan efek steroid sistemik

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi (hipersensitivitas) terhadap klobetasol atau kortikosteroid lain
  • Infeksi kulit yang tidak diobati akibat bakteri, jamur, atau virus (mis. impetigo, kandidiasis, herpes, cacar air)
  • Rosasea, dermatitis perioral, dan akne (jerawat) vulgaris
  • Gatal di area sekitar dubur atau kelamin tanpa disertai peradangan
  • Tidak dianjurkan untuk wajah, lipatan kulit, atau area luas kecuali atas perintah dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Pemakaian bersama kortikosteroid lain (topikal maupun oral) dapat menambah risiko efek samping steroid
  • Penggunaan dengan perban/pembalut tertutup (oklusi) meningkatkan penyerapan obat ke dalam tubuh sehingga memperbesar risiko efek samping
  • Interaksi obat sistemik jarang terjadi karena penggunaannya topikal, namun penyerapan yang berlebihan tetap dapat memengaruhi kadar hormon steroid tubuh
  • Beri tahu dokter atau apoteker semua obat, krim, dan suplemen yang sedang Anda gunakan

Peringatan Penting

  • Kloderma adalah obat keras; di Indonesia wajib dengan resep dokter dan digunakan di bawah pengawasan dokter
  • Hanya untuk pemakaian luar; jangan sampai tertelan dan hindari kontak dengan mata
  • Gunakan sesingkat mungkin pada area sekecil mungkin; sebagai steroid super-poten, pemakaian berlebihan berisiko penipisan kulit dan gangguan hormon (HPA-axis)
  • Hindari pemakaian pada wajah, lipatan kulit, dan area luas kecuali diperintahkan dokter, serta jangan menutup area olesan dengan perban rapat kecuali dianjurkan
  • Jangan menghentikan pemakaian jangka panjang secara mendadak tanpa anjuran dokter karena berisiko gejala kambuh (rebound)
  • Ibu hamil dan menyusui harus berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum menggunakan
  • Pastikan produk memiliki izin edar BPOM yang bisa dicek di cekbpom.pom.go.id

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Kloderma obat apa?

Kloderma adalah obat kulit oles yang mengandung klobetasol propionat 0,05%, sebuah kortikosteroid topikal super-poten (Kelas I). Obat ini digunakan untuk meredakan peradangan dan gatal pada penyakit kulit yang sulit sembuh dan responsif terhadap steroid, seperti psoriasis, eksim membandel, liken planus, dan lupus kulit. Kloderma tergolong obat keras sehingga hanya boleh dipakai dengan resep dan pengawasan dokter.

Apakah Kloderma bisa dibeli tanpa resep dokter?

Tidak. Kloderma berstatus obat keras (bertanda lingkaran merah) dan wajib dengan resep dokter. Sebagai steroid super-poten, penggunaannya harus jangka pendek dan diawasi dokter untuk menghindari efek samping seperti penipisan kulit. Sebelum membeli, pastikan produk memiliki izin edar resmi dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Kloderma aman dipakai di wajah dan untuk jangka panjang?

Sebaiknya tidak, kecuali diperintahkan dokter. Karena sangat kuat, Kloderma pada wajah, lipatan kulit, atau pemakaian jangka panjang berisiko menyebabkan penipisan kulit, jerawat steroid, dermatitis perioral, hingga penyerapan ke tubuh yang mengganggu hormon. Gunakan hanya pada area dan durasi yang ditentukan dokter, dan ikuti petunjuk pada kemasan atau resep.

Obat Terkait (Kortikosteroid)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Referensi Medis

  1. 1. KlikDokter - Kloderma (Klobetasol Propionat 0,05%, Kortikosteroid Topikal, PT Surya Dermato Medica, Obat Keras)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi izin edar obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Informasi Obat Nasional Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.