Lewati ke konten
KortikosteroidResep dokter

Lameson

Lameson adalah obat keras berisi **metilprednisolon**, sebuah **kortikosteroid sistemik (glukokortikoid)** yang bekerja sebagai **antiinflamasi** dan **imunosupresan**. Obat ini dipakai untuk meredakan **peradangan**, **reaksi alergi**, dan menekan reaksi sistem imun yang berlebihan pada berbagai kondisi seperti asma, rematik, penyakit autoimun, penyakit kulit, dan radang saluran cerna. Lameson diproduksi PT Lapi Laboratories dan tersedia antara lain dalam sediaan tablet 4 mg, 8 mg, dan 16 mg serta sediaan suspensi. Karena berlogo lingkaran merah dengan huruf K, Lameson **wajib dibeli dan digunakan dengan resep dokter** dan tidak boleh untuk swamedikasi. Pastikan nomor izin edarnya terdaftar melalui cekbpom.pom.go.id sebelum membeli.

Nama generik
Metilprednisolon (methylprednisolone)
Nama dagang
Lameson
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Kondisi alergi seperti rinitis alergi, dermatitis kontak, dermatitis atopik, dan asma bronkial
  • Penyakit reumatik yang responsif terhadap terapi kortikosteroid, termasuk artritis reumatoid
  • Penyakit kolagen/autoimun seperti lupus eritematosus sistemik (SLE), polimiositis, dan karditis reumatik akut
  • Penyakit kulit peradangan berat, termasuk psoriasis
  • Penyakit saluran napas dan gangguan endokrin yang membutuhkan terapi kortikosteroid
  • Gangguan hematologi tertentu yang responsif terhadap glukokortikoid
  • Penyakit radang saluran cerna seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn
  • Sindrom nefrotik dan kondisi ginjal lain sesuai penilaian dokter
  • Menekan reaksi sistem imun berlebihan (efek imunosupresan) pada indikasi yang ditetapkan dokter

Dosis

Dewasa
Dosis Lameson selalu ditentukan dokter dan sangat bergantung pada jenis serta keparahan penyakit. Secara umum, dosis metilprednisolon untuk dewasa berkisar 4-48 mg per hari, lalu disesuaikan naik atau turun sesuai respons terapi. Diminum sesudah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter dan jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan sendiri. Setelah pemakaian lebih dari sekitar 2 minggu, penghentian harus bertahap (tapering) atas arahan dokter.
Anak
Pada anak, dosis metilprednisolon umumnya sekitar 0,8-1,1 mg per kg berat badan per hari, dibagi sesuai anjuran dokter. Dosis pasti wajib dihitung oleh dokter berdasarkan berat badan dan kondisi anak; jangan memberikan sisa obat orang lain kepada anak. Penggunaan jangka panjang pada anak dapat menghambat pertumbuhan sehingga perlu pemantauan rutin.
Lansia
Tidak ada dosis baku khusus lansia yang dapat kami sebutkan di sini; ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Lansia lebih rentan mengalami efek samping seperti osteoporosis, hipertensi, hiperglikemia, katarak, dan tukak lambung, sehingga dokter biasanya memberikan dosis efektif terendah dengan durasi sesingkat mungkin serta pemantauan berkala.

Efek Samping

  • Gangguan lambung: nyeri ulu hati, mual, hingga risiko tukak lambung atau perdarahan saluran cerna
  • Peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan
  • Retensi cairan, pembengkakan (edema), dan tekanan darah naik
  • Peningkatan kadar gula darah hingga diabetes akibat steroid
  • Sulit tidur, gelisah, perubahan suasana hati, hingga gangguan psikiatri pada dosis tinggi
  • Wajah membulat dan penumpukan lemak khas sindrom Cushing pada pemakaian lama
  • Osteoporosis dan tulang mudah patah pada penggunaan jangka panjang
  • Kulit menipis, mudah memar, jerawat, dan luka lebih lambat sembuh
  • Katarak dan glaukoma pada pemakaian lama
  • Penurunan daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terkena infeksi, dan gejala infeksi bisa tersamarkan
  • Supresi kelenjar adrenal, yang dapat memicu krisis adrenal bila obat dihentikan mendadak
  • Kelemahan otot (miopati steroid) dan gangguan menstruasi

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap metilprednisolon atau kortikosteroid lain
  • Infeksi jamur sistemik yang tidak terkendali
  • Infeksi aktif berat yang tidak diobati, termasuk tuberkulosis aktif, tanpa terapi antiinfeksi yang sesuai
  • Pemberian vaksin hidup (misalnya vaksin virus hidup yang dilemahkan) selama terapi kortikosteroid dosis imunosupresif
  • Kondisi lain yang dinilai dokter tidak aman menerima kortikosteroid sistemik

Interaksi dengan Obat Lain

  • OAINS (misalnya ibuprofen, natrium diklofenak) dan aspirin: meningkatkan risiko iritasi dan perdarahan lambung
  • Obat penginduksi enzim hati seperti rifampisin, fenitoin, fenobarbital, dan karbamazepin: menurunkan efektivitas metilprednisolon
  • Penghambat enzim hati seperti ketokonazol, itrakonazol, eritromisin, klaritromisin, dan obat antiretroviral tertentu: meningkatkan kadar dan efek samping metilprednisolon
  • Obat diuretik pembuang kalium: memperbesar risiko hipokalemia (kalium rendah)
  • Obat antidiabetes dan insulin: efek penurun gula darah dapat berkurang sehingga dosis perlu disesuaikan
  • Obat pengencer darah seperti warfarin: efek antikoagulan dapat berubah dan perlu pemantauan
  • Vaksin hidup: respons vaksin menurun dan berisiko menimbulkan infeksi dari vaksin
  • Siklosporin dan imunosupresan lain: efek imunosupresi saling memperkuat

Peringatan Penting

  • JANGAN menghentikan Lameson secara mendadak setelah pemakaian lebih dari sekitar 2 minggu. Penghentian tiba-tiba dapat memicu krisis adrenal yang berbahaya. Penurunan dosis harus bertahap (tapering) sesuai arahan dokter.
  • Lameson bersifat imunosupresif: obat ini meningkatkan risiko infeksi sekaligus menyamarkan gejala infeksi seperti demam. Segera hubungi dokter bila muncul demam, batuk memberat, luka bernanah, atau gejala infeksi lain selama terapi.
  • Segera cari pertolongan medis bila muncul tanda bahaya berikut: muntah darah atau BAB hitam seperti aspal dan nyeri ulu hati hebat (perdarahan lambung); demam tinggi atau infeksi yang memberat; lemas hebat disertai mual, muntah, nyeri perut, dan tekanan darah turun yang dapat menandakan krisis adrenal; gangguan penglihatan mendadak; kejang, kebingungan, atau perubahan perilaku berat; serta ruam luas, bengkak pada wajah, bibir, atau lidah dan sesak napas yang menandakan reaksi alergi berat.
  • Metilprednisolon termasuk obat keras yang sering disalahgunakan untuk swamedikasi di Indonesia, misalnya dipakai sendiri sebagai obat gatal, obat pegal, atau penambah nafsu makan. Pemakaian tanpa resep dan tanpa pengawasan dokter sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kerusakan permanen.
  • Penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan sindrom Cushing, supresi adrenal, osteoporosis, hiperglikemia atau diabetes steroid, hipertensi, katarak, glaukoma, tukak lambung, serta gangguan psikiatri. Pemantauan berkala oleh dokter wajib dilakukan.
  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat, terutama terhadap metilprednisolon atau kortikosteroid lain, serta riwayat diabetes, hipertensi, tukak lambung, osteoporosis, gangguan ginjal atau hati, gangguan jiwa, glaukoma, katarak, tuberkulosis atau infeksi lain, dan bila sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui.
  • Hindari kontak dengan penderita cacar air dan campak selama terapi bila Anda belum pernah terinfeksi atau divaksin, karena infeksi bisa menjadi berat.
  • Lameson adalah obat keras berlogo lingkaran merah dengan huruf K sehingga wajib dengan resep dokter dan tidak boleh dijual bebas. Jangan membeli dari penjual yang menawarkannya tanpa resep, dan jangan memakai sisa obat orang lain.
  • Pastikan produk yang Anda beli terdaftar resmi dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id. Sebagai catatan, pada Januari 2023 BPOM menyatakan daftar produk PT Lapi Laboratories, termasuk Lameson suspensi, aman dari cemaran etilen glikol dan dietilen glikol.
  • Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi medis. Keputusan penggunaan, dosis, dan lama terapi hanya boleh ditentukan dokter.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Lameson obat apa?

Lameson adalah obat keras produksi PT Lapi Laboratories yang berisi metilprednisolon, yaitu kortikosteroid sistemik (glukokortikoid) dengan efek antiinflamasi dan imunosupresan. Lameson digunakan untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi (rinitis alergi, dermatitis, asma bronkial), penyakit reumatik seperti artritis reumatoid, penyakit autoimun seperti lupus, psoriasis, kolitis ulseratif dan penyakit Crohn, hingga sindrom nefrotik. Obat ini bekerja dengan menekan pelepasan zat pemicu radang sehingga permeabilitas kapiler dan pembengkakan berkurang. Sediaannya antara lain tablet 4 mg, 8 mg, dan 16 mg serta suspensi. Karena termasuk obat keras, Lameson hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Apakah Lameson bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?

Tidak. Lameson berlogo lingkaran merah dengan huruf K yang berarti obat keras, sehingga secara hukum wajib ditebus dengan resep dokter dan tidak boleh dijual bebas. Sayangnya metilprednisolon termasuk obat yang sering disalahgunakan untuk swamedikasi di Indonesia, misalnya dipakai sendiri sebagai obat gatal, obat pegal, atau penambah nafsu makan. Pemakaian tanpa pengawasan dokter berisiko menimbulkan supresi kelenjar adrenal, sindrom Cushing, osteoporosis, gula darah naik, hipertensi, katarak, tukak lambung, dan infeksi berat yang gejalanya tersamarkan. Selalu konsultasikan ke dokter dan periksa keaslian serta izin edar produk di cekbpom.pom.go.id.

Bolehkah Lameson dihentikan sendiri kalau keluhan sudah membaik?

Tidak boleh dihentikan mendadak tanpa sepengetahuan dokter. Bila Lameson sudah dipakai lebih dari sekitar 2 minggu, produksi hormon kortisol alami oleh kelenjar adrenal ikut tertekan. Menghentikan obat secara tiba-tiba dapat memicu krisis adrenal dengan gejala lemas berat, mual, muntah, nyeri perut, dan tekanan darah turun drastis yang bisa mengancam nyawa. Dosis harus diturunkan bertahap (tapering) menurut jadwal yang ditetapkan dokter, bahkan ketika keluhan sudah membaik. Untuk pemakaian singkat beberapa hari, tetap ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter dan tanyakan lebih dulu kepada dokter atau apoteker sebelum berhenti.

Obat Terkait (Kortikosteroid)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Kortikosteroid — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Alodokter - Lameson: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi nomor izin edar produk obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.