Lewati ke konten
AntifungalBebas (tanpa resep)

Kalpanax

**Kalpanax** adalah **obat antijamur oles** berisi **miconazole nitrate 2%** (Kalpanax Krim) untuk mengobati infeksi jamur kulit seperti **panu, kurap, kutu air, gatal di selangkangan (tinea cruris)**, dan **kandidiasis kulit**. Miconazole termasuk golongan **imidazol** yang bekerja mengganggu pembentukan membran sel jamur. Kalpanax Krim terdaftar di BPOM sebagai **obat bebas terbatas**, jadi bisa dibeli tanpa resep. Adapun **Kalpanax Salep** adalah produk berbeda berisi kombinasi asam salisilat, asam benzoat, kamper, mentol, dan sulfur yang terdaftar sebagai **obat kuasi**.

Nama generik
Miconazole nitrate (Kalpanax Krim); Kalpanax Salep: kombinasi asam salisilat, asam benzoat, kamper, mentol, dan sulfur praecipitatum
Nama dagang
Kalpanax
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Panu (pityriasis versicolor), yaitu bercak putih, cokelat, atau kemerahan bersisik halus akibat ragi Malassezia
  • Kurap (tinea corporis), yaitu bercak bulat bersisik dan gatal di kulit badan
  • Gatal di selangkangan (tinea cruris) akibat infeksi jamur
  • Kutu air (tinea pedis) di sela jari dan telapak kaki
  • Kandidiasis kulit, yaitu infeksi jamur Candida, misalnya di lipatan kulit
  • Kalpanax Salep (obat kuasi): sesuai klaim yang terdaftar di BPOM, hanya membantu meringankan keluhan kulit seperti kutu air, panu, kadas, kudis, dan kurap beserta gatal yang menyertainya

Dosis

Dewasa
Kalpanax Krim: bersihkan dan keringkan kulit, lalu oleskan tipis pada area yang terinfeksi 2 kali sehari. Lama pemakaian umumnya 2-6 minggu, dan lanjutkan sekitar 10 hari setelah keluhan hilang agar jamur tuntas dan tidak mudah kambuh. Kalpanax Salep: gunakan sesuai petunjuk pada kemasan. Bila ragu, ikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter dan apoteker.
Anak
Belum ada aturan pakai khusus anak yang terverifikasi untuk produk ini. Ikuti petunjuk pada kemasan, dan tanyakan dokter atau apoteker lebih dulu sebelum memakai pada bayi dan anak kecil, terutama Kalpanax Salep yang mengandung kamper, mentol, dan asam salisilat.
Lansia
Umumnya dipakai sama seperti orang dewasa, sesuai petunjuk pada kemasan. Lansia dengan kulit tipis atau kering perlu waspada terhadap iritasi, dan lansia yang minum warfarin sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai Kalpanax Krim.

Efek Samping

  • Rasa terbakar, perih, atau panas ringan di area olesan
  • Kemerahan, gatal, atau iritasi kulit setempat
  • Reaksi alergi kulit (dermatitis kontak) seperti ruam, bengkak, atau lepuh (jarang); hentikan pemakaian bila muncul
  • Kalpanax Salep: kulit kering, mengelupas, atau perih akibat asam salisilat dan sulfur, serta sensasi dingin atau hangat dari mentol dan kamper
  • Sangat jarang: reaksi alergi berat berupa bengkak di wajah, bibir, atau lidah, atau sesak napas; segera cari pertolongan medis

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi terhadap miconazole atau obat antijamur golongan imidazol lainnya (misalnya ketoconazole atau clotrimazole)
  • Kalpanax Salep: alergi terhadap salah satu kandungannya (asam salisilat, asam benzoat, kamper, mentol, atau sulfur)

Interaksi dengan Obat Lain

  • Warfarin (pengencer darah): miconazole, termasuk sediaan oles, pada kasus jarang dapat meningkatkan efek warfarin sehingga risiko perdarahan naik. Konsultasikan dengan dokter sebelum memakai Kalpanax Krim.
  • Jangan mengoleskan produk kulit lain di area yang sama secara bersamaan tanpa saran dokter atau apoteker, terutama krim kortikosteroid.
  • Kalpanax Salep: pemakaian bersama produk pengelupas kulit lain (misalnya yang mengandung asam salisilat, retinoid, atau benzoil peroksida) dapat menambah iritasi.

Peringatan Penting

  • Kalpanax Krim terdaftar di BPOM dengan nomor DTL9711628129A1. Huruf T pada nomor itu menandakan obat bebas terbatas (logo lingkaran biru), sehingga bisa dibeli tanpa resep dokter. Tetap baca aturan pakai dan peringatan pada kemasan.
  • Kalpanax Salep terdaftar sebagai obat kuasi (QD151713251), bukan sebagai obat. Klaim resminya hanya membantu meringankan keluhan, jadi salep ini tidak dimaksudkan menggantikan pengobatan infeksi jamur dari dokter.
  • Hanya untuk pemakaian luar. Jangan ditelan, hindari kontak dengan mata, mulut, dan selaput lendir, dan jangan dioleskan pada luka terbuka.
  • Jangan mengoleskan krim kortikosteroid (misalnya hidrokortison) pada panu atau kurap. Steroid dapat memperburuk sekaligus menyamarkan infeksi jamur (tinea incognito).
  • Periksakan diri ke dokter bila infeksi meluas, mengenai kuku atau kulit kepala, bernanah atau disertai demam, tidak membaik setelah dipakai sesuai aturan, atau sering kambuh. Kondisi ini bisa memerlukan obat antijamur minum yang tergolong obat keras dan wajib dengan resep dokter.
  • Perlu diketahui, kudis (skabies) disebabkan oleh tungau, bukan jamur. Bila gatal terasa hebat terutama pada malam hari dan menular ke orang serumah, periksakan ke dokter karena pengobatannya berbeda.
  • Ibu hamil atau menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau bidan sebelum memakai Kalpanax.
  • Pastikan produk asli dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id (Kalpanax Krim DTL9711628129A1, Kalpanax Salep QD151713251), dan beli di apotek atau toko resmi. Ingat, obat berlogo K merah (obat keras) hanya boleh dibeli dengan resep dokter.

Estimasi Harga

Harga bervariasi menurut ukuran kemasan (misalnya krim tube 5 g atau salep pot 6 g) dan apotek; cek harga terbaru di apotek resmi.

Pertanyaan Umum

Kalpanax obat apa?

Kalpanax adalah obat antijamur oles untuk infeksi jamur di kulit. Kalpanax Krim mengandung miconazole nitrate 2% (golongan imidazol) dan digunakan untuk panu, kurap, kutu air, gatal di selangkangan (tinea cruris), serta kandidiasis kulit. Krim ini merupakan produk Kalbe Consumer Health dan terdaftar di BPOM dengan nomor DTL9711628129A1 sebagai obat bebas terbatas, sehingga bisa dibeli tanpa resep. Ada juga Kalpanax Salep, produk berbeda berisi kombinasi asam salisilat, asam benzoat, kamper, mentol, dan sulfur yang terdaftar sebagai obat kuasi.

Apa beda Kalpanax Krim dan Kalpanax Salep?

Keduanya produk yang berbeda. Kalpanax Krim berisi satu zat aktif, miconazole nitrate 2%, dan terdaftar sebagai obat (DTL9711628129A1) untuk mengobati infeksi jamur kulit. Kalpanax Salep berisi kombinasi asam salisilat, asam benzoat, kamper, mentol, dan sulfur praecipitatum, terdaftar sebagai obat kuasi (QD151713251), dengan klaim resmi membantu meringankan keluhan seperti kutu air, panu, kadas, kudis, kurap, dan gatalnya. Karena kandungannya berbeda, baca label kemasan untuk memastikan varian yang Anda beli. Bila menemukan varian Kalpanax lain di pasaran, cek dulu nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli.

Berapa lama Kalpanax Krim harus dipakai, dan apakah perlu resep dokter?

Kalpanax Krim dioleskan tipis 2 kali sehari pada kulit yang terinfeksi, umumnya selama 2-6 minggu, lalu dilanjutkan sekitar 10 hari setelah keluhan hilang agar tidak mudah kambuh. Berhenti terlalu cepat sering membuat panu atau kurap muncul lagi. Krim ini tidak memerlukan resep dokter karena terdaftar sebagai obat bebas terbatas, tetapi tetap cek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id. Bila infeksi meluas, mengenai kuku atau kulit kepala, atau tidak membaik, periksakan ke dokter. Dokter mungkin meresepkan obat antijamur minum yang tergolong obat keras dan hanya boleh dipakai dengan resep.

Obat Terkait (Antifungal)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antifungal — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Produk: Kalpanax Krim DTL9711628129A1 (Miconazole Nitrate, Obat)
  2. 2. BPOM RI - Cek Produk: Kalpanax Salep QD151713251 (Obat Kuasi)
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.