Lewati ke konten
Analgesik / AntipiretikBebas (tanpa resep)

Paraflu

Paraflu adalah **obat flu kombinasi** yang mengandung **Paracetamol**, **Phenylpropanolamine HCl**, **Chlorpheniramine maleate**, dan **Guaifenesin**. Obat ini dipakai untuk meringankan gejala flu seperti **demam**, **sakit kepala**, **hidung tersumbat**, **bersin-bersin**, dan **batuk berdahak**. Tersedia dalam bentuk kaplet dan sirup, produksi PT Itrasal, dan termasuk golongan **obat bebas terbatas**.

Nama generik
Kombinasi Paracetamol, Phenylpropanolamine HCl, Chlorpheniramine maleate, dan Guaifenesin (Glyceryl guaiacolate)
Nama dagang
Paraflu
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 15 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meringankan gejala flu yang disertai demam dan sakit kepala
  • Meredakan hidung tersumbat dan bersin-bersin akibat flu
  • Membantu mengencerkan dahak pada batuk berdahak yang menyertai flu

Dosis

Dewasa
Ikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan atau sesuai anjuran dokter/apoteker. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan dan hindari penggunaan bersama produk lain yang juga mengandung parasetamol.
Anak
Untuk anak umumnya digunakan bentuk sirup dengan takaran sesuai usia dan berat badan. Gunakan hanya sesuai petunjuk pada kemasan atau resep dokter; konsultasikan dulu dengan dokter atau apoteker sebelum memberikannya pada anak.
Lansia
Gunakan dengan hati-hati dan sebaiknya di bawah pengawasan dokter, terutama bila memiliki riwayat hipertensi, penyakit jantung, atau gangguan hati/ginjal. Ikuti dosis pada kemasan atau resep dokter.

Efek Samping

  • Mengantuk dan sedasi akibat komponen antihistamin (Chlorpheniramine)
  • Mulut kering, penglihatan sedikit kabur, atau konstipasi
  • Jantung berdebar, gelisah, sulit tidur, atau peningkatan tekanan darah akibat komponen dekongestan (Phenylpropanolamine)
  • Mual atau tidak nyaman pada lambung
  • Pada penggunaan berlebihan atau jangka panjang, parasetamol berisiko menimbulkan gangguan fungsi hati

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitif atau alergi terhadap salah satu komponen (parasetamol, fenilpropanolamin, klorfeniramin, atau guaifenesin)
  • Penderita penyakit jantung berat dan hipertensi berat
  • Penderita gangguan fungsi hati berat

Interaksi dengan Obat Lain

  • Tidak boleh digunakan bersama obat golongan MAO inhibitor karena komponen fenilpropanolamin dapat memicu krisis hipertensi
  • Memperberat efek kantuk bila dikonsumsi bersama alkohol, obat penenang, atau obat penekan susunan saraf pusat lain
  • Dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi
  • Hindari penggunaan bersama produk lain yang mengandung parasetamol karena berisiko overdosis

Peringatan Penting

  • Dapat menyebabkan kantuk — jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi obat ini
  • Hati-hati pada penderita hipertensi, penyakit jantung, diabetes, hipertiroid, glaukoma, dan pembesaran prostat
  • Jangan melebihi dosis dan batasi konsumsi alkohol untuk menghindari kerusakan hati
  • Bila gejala tidak membaik dalam beberapa hari atau makin berat, hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter
  • Ibu hamil, menyusui, dan anak sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan
  • Sebagai obat bebas terbatas, gunakan sesuai petunjuk; pastikan produk terdaftar dengan mengecek nomor izin edar BPOM di cekbpom.pom.go.id

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Paraflu obat apa?

Paraflu adalah obat flu kombinasi yang mengandung Paracetamol, Phenylpropanolamine HCl, Chlorpheniramine maleate, dan Guaifenesin (Glyceryl guaiacolate). Obat produksi PT Itrasal ini digunakan untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan batuk berdahak. Tersedia dalam bentuk kaplet dan sirup.

Apakah Paraflu harus dengan resep dokter?

Paraflu termasuk golongan obat bebas terbatas (tanda lingkaran biru) sehingga bisa dibeli tanpa resep dokter, namun tetap harus digunakan sesuai aturan pakai pada kemasan. Untuk memastikan keaslian dan izin edar, cek nomor registrasi di cekbpom.pom.go.id. Jika ragu atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dulu dengan dokter atau apoteker.

Apakah Paraflu menyebabkan kantuk?

Ya. Paraflu mengandung Chlorpheniramine maleate, yaitu antihistamin yang umumnya menimbulkan efek mengantuk. Karena itu, sebaiknya hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah meminumnya, dan jangan mengonsumsinya bersama alkohol atau obat penenang lain. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Paraflu diminum berapa kali sehari?

Paraflu diminum 3 kali sehari sesuai aturan pakai pada kemasan. Untuk bentuk kaplet, dewasa dan anak di atas 12 tahun 1 kaplet sekali minum, sedangkan anak 6-12 tahun 1/2 kaplet. Untuk bentuk sirup, dewasa 4 sendok takar (20 ml) dan anak 6-12 tahun 2 sendok takar (10 ml). Jangan melebihi dosis dan jangan menggabungkannya dengan obat lain yang juga mengandung parasetamol karena berisiko merusak hati. Untuk anak di bawah 6 tahun, Paraflu hanya boleh diberikan atas petunjuk dokter.

Apa efek samping Paraflu?

Efek samping Paraflu yang tercantum pada informasi produk meliputi rasa kantuk dan penurunan konsentrasi dari chlorpheniramine, mulut kering, pusing, mual, muntah, nyeri perut, diare atau konstipasi, dan retensi urin. Komponen phenylpropanolamine dapat memicu jantung berdebar, takikardia, aritmia, serta naiknya tekanan darah. Efek berat yang jarang terjadi mencakup gangguan fungsi hati pada dosis besar atau pemakaian jangka panjang, gangguan ginjal, kelainan darah, dan reaksi kulit berat seperti sindrom Stevens-Johnson. Hentikan pemakaian dan periksakan ke dokter bila muncul ruam luas atau kulit dan mata menguning.

Paraflu diminum sebelum atau sesudah makan?

Paraflu sebaiknya diminum sesudah makan. Informasi produk mencantumkan aturan pakai "sesudah makan", dan meskipun risiko iritasi lambung dari parasetamol lebih kecil dibanding obat antinyeri golongan NSAID, minum setelah makan tetap dianjurkan agar lambung lebih nyaman. Kaplet ditelan utuh dengan air putih, jangan dikunyah atau dihancurkan. Sirup dikocok dahulu lalu ditakar memakai sendok takar bawaan kemasan, bukan sendok makan biasa. Beri jarak waktu teratur antar dosis, jangan menggandakan dosis bila ada yang terlewat, dan tanyakan ke apoteker bila ragu.

Apakah Paraflu aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak, ibu hamil dan ibu menyusui tidak dianjurkan minum Paraflu tanpa persetujuan dokter. Sumber informasi obat di Indonesia umumnya menggolongkan Paraflu pada kategori kehamilan C, artinya studi pada hewan menunjukkan efek buruk pada janin sementara studi terkontrol pada manusia belum tersedia. Kekhawatirannya bukan pada parasetamolnya, melainkan pada dekongestan phenylpropanolamine dan antihistamin chlorpheniramine. Kandungan obat juga dapat terdistribusi ke ASI sehingga bayi berisiko terlalu mengantuk. Bila butuh pereda demam atau nyeri, konsultasikan ke dokter atau apoteker, biasanya diarahkan ke parasetamol tunggal.

Apakah penderita darah tinggi boleh minum Paraflu?

Tidak. Riwayat hipertensi dan penyakit jantung termasuk kontraindikasi Paraflu karena kandungan phenylpropanolamine HCl, dekongestan yang menyempitkan pembuluh darah sehingga dapat menaikkan tekanan darah dan denyut jantung. Paraflu juga tidak boleh digabung dengan obat golongan MAO inhibitor dan dapat menurunkan efektivitas obat antihipertensi. Tukak lambung serta gangguan fungsi hati juga termasuk pantangan, sedangkan diabetes, hipertiroid, glaukoma, dan pembesaran prostat memerlukan kehati-hatian. Penderita hipertensi sebaiknya bertanya ke dokter atau apoteker untuk pilihan obat flu tanpa dekongestan.

Obat Terkait (Analgesik / Antipiretik)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Analgesik / Antipiretik — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. KlikDokter - Paraflu (komposisi kaplet & sirup, produsen Itrasal)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi Izin Edar Obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Informasi Obat Nasional Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.