Lewati ke konten
Suplemen & VitaminBebas (tanpa resep)

Redacid

**Redacid** adalah obat **fitofarmaka** (obat herbal terstandar yang sudah melewati uji klinis) berisi **DLBS2411**, fraksi bioaktif dari ekstrak kulit kayu manis (**Cinnamomum burmannii**), yang digunakan untuk membantu meringankan **gangguan lambung** seperti produksi asam lambung berlebih, gastritis, dispepsia, dan gejala refluks.

Nama generik
DLBS2411 (fraksi bioaktif dari Cinnamomum burmannii cortex / ekstrak kulit kayu manis), 250 mg per kaplet
Nama dagang
Redacid
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 8 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Membantu meringankan gangguan lambung fungsional seperti perih, mual, dan rasa tidak nyaman di ulu hati
  • Membantu mengurangi produksi asam lambung berlebih
  • Meredakan gejala gastritis (radang lambung) dan dispepsia
  • Membantu meringankan gejala refluks asam lambung (naiknya asam lambung ke kerongkongan)

Dosis

Dewasa
Dosis lazim 1-2 kaplet per hari sesudah makan, atau ikuti petunjuk pada kemasan / anjuran dokter.
Anak
Keamanan dan dosis pada anak belum ditetapkan secara memadai; penggunaan sebaiknya hanya atas anjuran dokter.
Lansia
Ikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter, dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Efek Samping

  • Umumnya ditoleransi dengan baik karena berbahan herbal terstandar
  • Gangguan pencernaan ringan seperti mual atau rasa tidak nyaman pada perut dapat terjadi pada sebagian orang
  • Reaksi alergi ringan terhadap kayu manis (misalnya ruam atau gatal) mungkin muncul pada individu yang sensitif

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap kayu manis (Cinnamomum burmannii) atau komponen lain dalam produk

Interaksi dengan Obat Lain

  • Belum ada data interaksi obat yang signifikan; namun jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, terutama pengencer darah (antikoagulan), konsultasikan lebih dulu dengan dokter atau apoteker

Peringatan Penting

  • Jika keluhan lambung tidak membaik setelah beberapa hari pemakaian atau justru memburuk, hentikan penggunaan dan konsultasikan ke dokter
  • Gejala serius seperti nyeri hebat, muntah darah, atau tinja berwarna hitam bukan untuk diobati sendiri — segera cari pertolongan medis
  • Keamanan pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai; konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan
  • Pastikan nomor izin edar BPOM produk asli dengan mengecek di cekbpom.pom.go.id

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Redacid obat apa?

Redacid adalah obat fitofarmaka produksi PT Dexa Medica yang berisi DLBS2411, yaitu fraksi bioaktif dari ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) 250 mg. Redacid digunakan untuk membantu meringankan gangguan lambung, termasuk mengurangi produksi asam lambung berlebih, gastritis (radang lambung), dispepsia, dan gejala refluks.

Apakah Redacid perlu resep dokter?

Tidak. Redacid tergolong obat bebas (tanpa resep) dan dijual sebagai fitofarmaka, bukan obat keras, narkotik, maupun psikotropika. Meski begitu, sebaiknya tetap ikuti petunjuk pada kemasan dan hentikan pemakaian bila keluhan tidak membaik. Selalu pastikan keaslian dan nomor izin edarnya melalui cekbpom.pom.go.id.

Apa bedanya Redacid dengan obat lambung kimia seperti PPI atau antasida?

Redacid adalah fitofarmaka berbahan ekstrak herbal terstandar (DLBS2411), bukan obat kimia. Antasida bekerja menetralkan asam yang sudah ada, sedangkan PPI (misalnya omeprazol) menekan produksi asam lambung. Redacid membantu meredakan keluhan lambung melalui kandungan bioaktif kulit kayu manis. Untuk keluhan lambung yang berat atau menahun, sebaiknya konsultasikan pilihan terapi dengan dokter.

Obat Terkait (Suplemen & Vitamin)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Redacid 250 mg (kandungan, manfaat, efek samping)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi nomor registrasi produk
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.