Lewati ke konten
Antispasmodik / Antikejang OtotResep dokter

Tizanidine

Tizanidine adalah obat **pelemas otot (muscle relaxant)** berisi zat aktif **Tizanidine HCl 2 mg** yang bekerja sebagai **agonis reseptor alfa-2 adrenergik** di susunan saraf pusat. Obat ini dipakai untuk meredakan **spasme otot** pada gangguan tulang belakang (sindrom servikal dan lumbar) serta sebagai terapi penunjang **spastisitas** akibat gangguan neurologis. Tizanidine termasuk **obat keras** dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Nama generik
Tizanidine HCl (tizanidin hidroklorida)
Nama dagang
Tizanidine
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Spasme otot yang menyertai gangguan statik dan fungsional tulang belakang, seperti sindrom servikal (leher kaku) dan sindrom lumbar (nyeri punggung bawah)
  • Nyeri dan spasme otot pascaoperasi herniasi diskus intervertebralis (saraf terjepit) atau osteoartritis panggul
  • Terapi penunjang spastisitas akibat gangguan neurologis, termasuk multiple sclerosis, mielopati kronik, penyakit degeneratif korda spinalis, cedera medula spinalis, stroke, dan cerebral palsy

Dosis

Dewasa
Tizanidine adalah obat keras, sehingga dosis hanya ditentukan oleh dokter sesuai berat keluhan dan respons tubuh. Secara umum terapi dimulai dari dosis serendah mungkin lalu dinaikkan perlahan bila perlu, dengan batas maksimal harian yang ditetapkan dokter. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, telan tablet dengan air, dan jangan menambah atau mengurangi dosis sendiri. Karena efek mengantuk dan penurunan tekanan darah, dosis awal biasanya dianjurkan diminum malam hari.
Anak
Keamanan dan efektivitas tizanidine pada anak belum ditetapkan secara memadai. Jangan memberikan obat ini kepada anak tanpa penilaian dan resep dokter.
Lansia
Lansia lebih rentan mengalami pusing, hipotensi, dan sedasi karena bersihan obat lewat ginjal yang menurun. Dokter biasanya memulai dari dosis terendah dan menaikkannya sangat hati-hati; ikuti sepenuhnya arahan dokter.

Efek Samping

  • Mengantuk dan sedasi — efek samping paling sering, membuat pasien tidak boleh menyetir atau mengoperasikan mesin
  • Mulut kering (xerostomia)
  • Pusing, kepala terasa ringan, terutama saat berdiri terlalu cepat
  • Lemas dan lesu (fatigue)
  • Hipotensi (tekanan darah turun) dan bradikardia (denyut jantung melambat)
  • Mual, gangguan pencernaan, dan sembelit
  • Gangguan tidur, termasuk sulit tidur (insomnia)
  • Peningkatan enzim hati (biasanya tanpa gejala, terdeteksi lewat pemeriksaan darah)
  • Jarang: halusinasi, kebingungan, atau gangguan penglihatan

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi (hipersensitivitas) terhadap tizanidine atau komponen tabletnya
  • Penggunaan bersamaan dengan fluvoksamin (antidepresan) atau siprofloksasin (antibiotik) — kombinasi ini dapat melonjakkan kadar tizanidine dalam darah dan memicu hipotensi berat
  • Gangguan fungsi hati berat

Interaksi dengan Obat Lain

  • Fluvoksamin dan siprofloksasin: penghambat kuat enzim CYP1A2 yang membuat kadar tizanidine melonjak drastis, berisiko hipotensi berat dan sedasi dalam — kombinasi ini harus dihindari
  • Obat penghambat CYP1A2 lain (misalnya beberapa antiaritmia dan antibiotik golongan kuinolon) dapat meningkatkan efek dan efek samping tizanidine
  • Obat antihipertensi dan diuretik: efek penurun tekanan darah bertambah kuat sehingga risiko pusing dan pingsan meningkat
  • Obat penekan sistem saraf pusat lain — obat tidur, obat penenang, antihistamin yang menyebabkan kantuk, opioid — memperberat rasa mengantuk
  • Alkohol: memperkuat sedasi dan penurunan tekanan darah, harus dihindari sepenuhnya selama terapi
  • Kontrasepsi oral dapat memperlambat pembersihan tizanidine dari tubuh; beri tahu dokter bila Anda memakainya

Peringatan Penting

  • Tizanidine adalah obat keras berlogo lingkaran merah huruf K — wajib dengan resep dokter, tidak boleh dibeli atau dipakai sendiri untuk swamedikasi tanpa pemeriksaan
  • Beri tahu dokter atau apoteker mengenai riwayat alergi obat Anda serta seluruh obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi sebelum memakai tizanidine
  • Jangan menyetir atau mengoperasikan mesin setelah minum tizanidine karena efek mengantuk dan pusingnya kuat
  • Jangan mengonsumsi alkohol selama menjalani terapi tizanidine
  • Jangan menghentikan obat secara mendadak setelah pemakaian dosis tinggi atau jangka panjang — penghentian tiba-tiba dapat memicu rebound hipertensi dan takikardia; penurunan dosis harus ditapering bertahap sesuai arahan dokter
  • Hati-hati pada pasien dengan gangguan hati, gangguan ginjal, lansia, dan pasien yang tekanan darahnya cenderung rendah; dokter mungkin meminta pemeriksaan fungsi hati berkala
  • Bangkitlah perlahan dari posisi duduk atau berbaring untuk mengurangi risiko pusing akibat hipotensi ortostatik
  • Segera hentikan obat dan cari pertolongan medis bila muncul tanda reaksi alergi (ruam, gatal, bengkak pada wajah/bibir/lidah, sesak napas), pingsan atau hampir pingsan, denyut jantung terasa sangat lambat, gejala gangguan hati (mual berkepanjangan, nyeri perut kanan atas, urine gelap, mata atau kulit menguning), atau halusinasi dan kebingungan berat
  • Tizanidine bukan golongan narkotika maupun psikotropika, tetapi efek sedatif dan hipotensinya tetap membuat obat ini berbahaya bila dipakai tanpa pengawasan dokter
  • Selalu pastikan produk yang Anda beli memiliki nomor izin edar BPOM yang aktif — cek melalui cekbpom.pom.go.id sebelum membeli, karena nomor registrasi dapat berbeda antar produsen dan berubah saat perpanjangan izin
  • Beri tahu dokter bila Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui sebelum menggunakan tizanidine

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Tizanidine obat apa?

Tizanidine adalah obat pelemas otot (muscle relaxant) dengan zat aktif Tizanidine HCl, umumnya beredar di Indonesia dalam bentuk tablet 2 mg. Obat ini bekerja sebagai agonis reseptor alfa-2 adrenergik di susunan saraf pusat, menghambat impuls saraf sehingga otot yang tegang menjadi lebih rileks. Tizanidine digunakan untuk spasme otot pada gangguan tulang belakang seperti sindrom servikal dan lumbar, nyeri pascaoperasi saraf terjepit atau osteoartritis panggul, serta sebagai terapi penunjang spastisitas akibat multiple sclerosis, cedera medula spinalis, stroke, dan cerebral palsy. Tizanidine termasuk obat keras dan hanya boleh dibeli dengan resep dokter.

Apakah Tizanidine bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep?

Tidak. Tizanidine berstatus obat keras (logo lingkaran merah dengan huruf K) sehingga wajib menggunakan resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk pengobatan sendiri. Meski bukan termasuk golongan narkotika maupun psikotropika, efek sedatif (mengantuk) dan penurunan tekanan darahnya cukup kuat, sehingga pemakaian tanpa pengawasan berisiko. Pastikan juga produk yang Anda beli memiliki nomor izin edar BPOM yang masih aktif — Anda bisa memeriksanya sendiri di cekbpom.pom.go.id dengan memasukkan nama produk atau nomor registrasinya.

Apa yang harus dihindari selama minum Tizanidine?

Hindari alkohol karena memperkuat efek mengantuk dan penurunan tekanan darah. Jangan menyetir atau mengoperasikan mesin setelah minum obat ini. Beri tahu dokter bila Anda sedang memakai fluvoksamin atau siprofloksasin — kedua obat ini menghambat enzim yang memecah tizanidine sehingga kadarnya bisa melonjak dan memicu hipotensi berat. Jangan pula menghentikan tizanidine secara mendadak setelah pemakaian jangka panjang, karena dapat memicu lonjakan tekanan darah (rebound hipertensi) dan denyut jantung cepat; penurunan dosis harus bertahap sesuai arahan dokter. Segera hubungi dokter bila muncul pingsan, denyut jantung sangat lambat, kulit atau mata menguning, atau tanda reaksi alergi.

Obat Terkait (Antispasmodik / Antikejang Otot)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antispasmodik / Antikejang Otot — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Alomedika - Tizanidine: indikasi, dosis, interaksi dan efek samping
  2. 2. Cek BPOM - Portal Resmi Verifikasi Izin Edar Obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.