Lewati ke konten
AntibiotikResep dokter

Sagestam

Sagestam adalah obat **antibiotik** dengan zat aktif **gentamisin sulfat**, golongan **aminoglikosida**, yang digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri yang sensitif terhadap gentamisin. Sagestam beredar dalam beberapa bentuk sediaan: **krim dan salep kulit 0,1%** untuk infeksi kulit primer (folikulitis superfisialis, furunkulosis, impetigo kontagiosa, pioderma gangrenosum) maupun infeksi kulit sekunder (dermatitis ekzematoid terinfeksi, akne pustular, psoriasis pustular, dermatitis seboroik dan dermatitis kontak yang terinfeksi); **tetes mata dan salep mata** untuk infeksi bakteri pada mata serta adneksanya seperti konjungtivitis, blefaritis, keratitis, dan ulkus kornea; **tetes telinga** untuk otitis eksterna bakterial; serta **sediaan injeksi** untuk infeksi sistemik oleh bakteri Gram-negatif yang sensitif. Perlu dicatat bahwa kekuatannya berbeda per bentuk sediaan: sediaan kulit 0,1% (1 mg gentamisin per gram), sedangkan tetes mata dan tetes telinga 0,3% (3 mg per mL). Sagestam diproduksi oleh **PT Sanbe Farma** dan berstatus **Obat Keras** (logo lingkaran merah dengan huruf K), sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**. Karena Sagestam adalah antibiotik, obat ini tidak berguna untuk infeksi virus seperti flu biasa, dan pemakaian tanpa indikasi yang tepat justru mendorong resistensi bakteri.

Nama generik
Gentamisin sulfat (gentamicin sulfate)
Nama dagang
Sagestam
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Infeksi kulit primer yang disebabkan bakteri sensitif terhadap gentamisin, seperti folikulitis superfisialis, furunkulosis, impetigo kontagiosa, dan pioderma gangrenosum (sediaan krim atau salep 0,1%)
  • Infeksi kulit sekunder, yaitu kelainan kulit yang mengalami infeksi bakteri tambahan, seperti dermatitis ekzematoid terinfeksi, akne pustular, psoriasis pustular, dermatitis seboroik terinfeksi, dan dermatitis kontak terinfeksi
  • Infeksi bakteri pada mata dan jaringan sekitarnya (adneksa), termasuk konjungtivitis, blefaritis, keratitis, dan ulkus kornea (sediaan tetes mata atau salep mata)
  • Infeksi bakteri pada liang telinga luar (otitis eksterna bakterial) untuk sediaan tetes telinga, sepanjang gendang telinga dipastikan utuh oleh dokter
  • Infeksi sistemik yang disebabkan bakteri Gram-negatif yang sensitif terhadap gentamisin, menggunakan sediaan injeksi di bawah pengawasan tenaga medis

Dosis

Dewasa
Dosis dan lama pemakaian Sagestam ditentukan oleh dokter sesuai bentuk sediaan, lokasi infeksi, dan berat ringannya infeksi. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, jangan menambah atau mengurangi sendiri. Sebagai gambaran umum: sediaan krim atau salep kulit dioleskan tipis pada area yang terinfeksi setelah kulit dibersihkan dan dikeringkan; sediaan tetes mata atau tetes telinga diteteskan ke mata atau telinga yang sakit; sediaan salep mata dioleskan tipis pada kelopak mata bagian dalam. Cuci tangan sebelum dan sesudah pemakaian, dan jangan menyentuhkan ujung tube atau botol ke mata, kulit, atau permukaan lain agar tidak terkontaminasi. Karena Sagestam adalah antibiotik, habiskan sesuai durasi yang diresepkan meskipun keluhan sudah membaik, kecuali dokter menyatakan lain. Sediaan injeksi hanya boleh diberikan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan dengan dosis yang dihitung berdasarkan berat badan dan fungsi ginjal pasien.
Anak
Penggunaan pada anak, terutama bayi dan neonatus, harus atas resep dan pengawasan dokter. Kulit anak lebih tipis sehingga penyerapan obat topikal bisa lebih besar, dan sediaan sistemik memerlukan penyesuaian dosis berdasarkan berat badan serta fungsi ginjal. Jangan memakaikan sisa obat milik orang dewasa kepada anak tanpa konsultasi.
Lansia
Pada lansia, fungsi ginjal umumnya sudah menurun sehingga risiko nefrotoksisitas dan ototoksisitas dari gentamisin sistemik meningkat. Dokter biasanya menyesuaikan dosis dan memantau fungsi ginjal serta pendengaran. Konsultasikan seluruh obat lain yang sedang dikonsumsi sebelum memakai Sagestam.

Efek Samping

  • Pada sediaan kulit: rasa perih, panas, gatal, kemerahan, atau kulit kering pada area yang diolesi
  • Reaksi hipersensitivitas kulit berupa dermatitis kontak alergi, terutama pada pemakaian jangka panjang atau area luas
  • Pada sediaan mata: rasa menyengat atau perih sesaat, mata berair, penglihatan buram sementara (terutama salep mata), serta iritasi kelopak mata
  • Pada sediaan telinga: rasa tidak nyaman, gatal, atau iritasi pada liang telinga
  • Pada sediaan injeksi atau sistemik: gangguan fungsi ginjal (nefrotoksisitas), yang dapat ditandai berkurangnya jumlah urine atau bengkak
  • Pada sediaan injeksi atau sistemik: ototoksisitas, yaitu gangguan pendengaran, telinga berdenging (tinitus), pusing berputar, atau gangguan keseimbangan yang dapat menetap permanen
  • Pada sediaan injeksi atau sistemik: blokade neuromuskular yang dapat menyebabkan kelemahan otot hingga gangguan pernapasan, terutama bila diberikan bersama obat pelumpuh otot
  • Pertumbuhan berlebih organisme yang tidak sensitif (superinfeksi), termasuk infeksi jamur, pada pemakaian yang terlalu lama
  • Reaksi alergi berat (jarang) berupa ruam luas, bengkak pada wajah atau bibir, dan sesak napas yang memerlukan pertolongan medis segera

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap gentamisin atau antibiotik aminoglikosida lain (misalnya neomisin, tobramisin, amikasin, streptomisin)
  • Penggunaan tetes telinga pada pasien dengan gendang telinga berlubang (perforasi membran timpani) karena risiko ototoksisitas, kecuali atas pertimbangan khusus dokter
  • Infeksi mata atau kulit yang disebabkan virus atau jamur tanpa infeksi bakteri penyerta, karena antibiotik tidak bekerja pada kuman tersebut
  • Penggunaan sistemik pada pasien dengan gangguan ginjal berat, gangguan pendengaran atau keseimbangan yang sudah ada, serta miastenia gravis, kecuali dokter menilai manfaatnya melebihi risiko

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat lain yang bersifat merusak ginjal (nefrotoksik) seperti amfoterisin B, siklosporin, sisplatin, vankomisin, dan obat antiinflamasi nonsteroid dosis tinggi dapat memperberat kerusakan ginjal bila dipakai bersama gentamisin sistemik
  • Obat yang bersifat merusak pendengaran (ototoksik) seperti aminoglikosida lain atau diuretik kuat (furosemid, asam etakrinat) meningkatkan risiko gangguan pendengaran permanen
  • Obat pelumpuh otot (neuromuscular blocker) dan anestesi tertentu dapat memperkuat efek blokade neuromuskular gentamisin sehingga menimbulkan kelemahan otot dan gangguan napas
  • Penggunaan bersama antibiotik golongan sefalosporin tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal
  • Beritahu dokter atau apoteker mengenai semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang digunakan, termasuk obat oles lain yang dipakai pada area yang sama

Peringatan Penting

  • Sagestam berstatus Obat Keras (logo lingkaran merah dengan huruf K) sehingga wajib menggunakan resep dokter. Jangan melakukan pengobatan sendiri, jangan membeli tanpa resep, dan jangan menentukan sendiri lama pemakaiannya
  • Beritahu dokter atau apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap gentamisin atau antibiotik aminoglikosida lain (neomisin, tobramisin, amikasin, streptomisin) maupun riwayat alergi obat lainnya sebelum menggunakan Sagestam
  • Kekuatan Sagestam berbeda antar bentuk sediaan: krim dan salep kulit mengandung gentamisin 0,1% (1 mg per gram), sedangkan tetes mata dan tetes telinga 0,3% (3 mg per mL). Jangan menukar sediaan kulit untuk mata, atau sebaliknya
  • Gentamisin termasuk aminoglikosida. Sediaan injeksi atau sistemik berisiko menyebabkan nefrotoksisitas dan ototoksisitas yang dapat permanen, sehingga memerlukan pemantauan fungsi ginjal dan kadar obat oleh dokter, dan tidak boleh digunakan tanpa pengawasan medis
  • Pemakaian topikal jangka panjang atau pada area kulit yang luas meningkatkan risiko sensitisasi (alergi) dan resistensi bakteri. Hentikan dan konsultasikan ke dokter bila muncul iritasi berat atau infeksi tidak membaik dalam beberapa hari
  • Hindari sediaan tetes telinga bila terdapat perforasi gendang telinga karena risiko ototoksisitas; pastikan kondisi gendang telinga diperiksa dokter terlebih dahulu
  • Salep mata dapat menyebabkan penglihatan buram sementara. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai pandangan kembali jernih, dan lepaskan lensa kontak sebelum menggunakan sediaan mata kecuali dokter menyatakan lain
  • Segera cari pertolongan medis bila muncul tanda bahaya berikut: telinga berdenging, pendengaran menurun, pusing berputar atau gangguan keseimbangan, jumlah urine berkurang drastis atau tubuh membengkak, nyeri mata hebat disertai penglihatan menurun, serta reaksi alergi berat berupa ruam luas, bengkak pada wajah, bibir atau lidah, dan sesak napas
  • Beritahu dokter bila sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui, serta bila memiliki gangguan ginjal, gangguan pendengaran, atau miastenia gravis
  • Antibiotik tidak menyembuhkan infeksi virus seperti flu atau pilek. Jangan menggunakan sisa Sagestam untuk keluhan lain atau memberikannya kepada orang lain
  • Simpan pada suhu ruang, terlindung dari cahaya langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak. Buang sediaan tetes mata atau telinga yang sudah dibuka sesuai anjuran apoteker karena rentan terkontaminasi
  • Pastikan produk yang dibeli memiliki nomor izin edar BPOM yang aktif. Anda dapat memeriksanya sendiri di cekbpom.pom.go.id karena status registrasi produk dapat berubah sewaktu-waktu

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori D - risiko terbukti

Pertanyaan Umum

Sagestam obat apa?

Sagestam adalah obat antibiotik berisi gentamisin sulfat, golongan aminoglikosida, yang dipakai untuk mengatasi infeksi akibat bakteri yang sensitif terhadap gentamisin. Sediaan krim dan salep kulit 0,1% digunakan untuk infeksi kulit seperti folikulitis, furunkulosis, impetigo, serta kelainan kulit yang terinfeksi bakteri. Sediaan tetes mata dan salep mata digunakan untuk konjungtivitis, blefaritis, keratitis, dan ulkus kornea, sedangkan tetes telinga untuk otitis eksterna bakterial. Tersedia pula sediaan injeksi untuk infeksi sistemik oleh bakteri Gram-negatif. Sagestam diproduksi PT Sanbe Farma dan termasuk Obat Keras sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Apakah Sagestam bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?

Tidak. Sagestam berlogo lingkaran merah dengan huruf K yang menandakan golongan Obat Keras, sehingga penyerahannya di apotek harus dengan resep dokter dan obat ini tidak boleh dipakai untuk pengobatan sendiri. Status tersebut juga tercermin dari awalan nomor izin edarnya, yaitu DKL (D untuk merek dagang, K untuk Obat Keras, L untuk produksi dalam negeri). Sagestam bukan narkotika maupun psikotropika. Karena Sagestam adalah antibiotik, pemakaian tanpa indikasi yang tepat dapat memicu resistensi bakteri dan membuat infeksi lebih sulit diobati di kemudian hari. Anda dapat memastikan keaslian dan status izin edar produk yang dibeli melalui cekbpom.pom.go.id.

Apakah Sagestam aman untuk ibu hamil dan apa efek samping yang perlu diwaspadai?

Gentamisin untuk penggunaan sistemik masuk kategori risiko kehamilan D, artinya ada bukti risiko pada janin sehingga hanya dipakai bila manfaatnya jelas melebihi risiko dan atas pertimbangan dokter. Ibu hamil dan menyusui wajib berkonsultasi lebih dulu sebelum memakai bentuk sediaan apa pun. Efek samping pada sediaan kulit dan mata umumnya ringan, seperti perih, gatal, kemerahan, atau pandangan buram sementara, tetapi pemakaian lama bisa memicu alergi kontak dan resistensi bakteri. Yang paling perlu diwaspadai adalah sediaan injeksi atau sistemik karena berisiko merusak ginjal (nefrotoksisitas) dan mengganggu pendengaran serta keseimbangan (ototoksisitas) yang dapat bersifat permanen, sehingga memerlukan pemantauan dokter. Tetes telinga sebaiknya dihindari bila gendang telinga berlubang. Segera hubungi dokter bila muncul telinga berdenging, pendengaran menurun, pusing berputar, jumlah urine berkurang, ruam alergi luas, atau infeksi tidak membaik.

Obat Terkait (Antibiotik)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antibiotik — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Sagestam 0,1% Salep 10 g (gentamicin sulfate, PT Sanbe Farma, Obat Keras)
  2. 2. Alodokter - Sagestam (gentamicin, antibiotik aminoglikosida, obat resep)
  3. 3. BPOM - Cek Produk (verifikasi nomor izin edar obat)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.