Lewati ke konten
AntibiotikResep dokter

Sanprima

**Sanprima** adalah **antibiotik** yang mengandung **kotrimoksazol**, yaitu kombinasi **sulfametoksazol** dan **trimetoprim** dari PT Sanbe Farma. Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai **infeksi bakteri**, seperti infeksi saluran kemih, saluran pernapasan, saluran cerna, otitis media, hingga infeksi kulit. Sanprima termasuk **obat keras** yang hanya boleh digunakan sesuai **resep dokter**.

Nama generik
Kotrimoksazol (kombinasi Sulfametoksazol + Trimetoprim)
Nama dagang
Sanprima
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Infeksi saluran kemih dan saluran kelamin yang disebabkan bakteri sensitif
  • Infeksi saluran pernapasan, termasuk bronkitis
  • Infeksi saluran cerna/usus, seperti shigellosis dan diare akibat bakteri
  • Otitis media (infeksi telinga tengah)
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak
  • Septikemia (infeksi aliran darah) akibat bakteri yang sensitif terhadap kotrimoksazol

Dosis

Dewasa
Sanprima tersedia dalam bentuk tablet 480 mg (sulfametoksazol 400 mg + trimetoprim 80 mg), Forte kaplet 960 mg (sulfametoksazol 800 mg + trimetoprim 160 mg), dan sirup/suspensi 240 mg per 5 mL. Dosis serta lama pengobatan ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, dan antibiotik sebaiknya dihabiskan sesuai anjuran meski gejala sudah membaik.
Anak
Untuk anak umumnya digunakan bentuk sirup/suspensi; dosis ditentukan dokter berdasarkan berat badan dan usia. Tidak dianjurkan untuk bayi berusia di bawah 2 bulan. Ikuti petunjuk dokter.
Lansia
Pada lansia gunakan dengan hati-hati dan sesuai anjuran dokter, terutama bila terdapat gangguan fungsi ginjal; pemantauan dapat diperlukan.

Efek Samping

  • Mual, muntah, dan hilang nafsu makan
  • Diare atau nyeri perut
  • Ruam kulit dan gatal
  • Sakit kepala
  • Reaksi alergi berat pada kulit, seperti Stevens-Johnson Syndrome (jarang namun serius)
  • Gangguan sel darah, seperti leukopenia dan trombositopenia
  • Peningkatan kadar kalium (hiperkalemia)
  • Gangguan fungsi ginjal atau hati

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi (hipersensitif) terhadap sulfonamida atau trimetoprim
  • Gangguan fungsi hati yang berat
  • Gangguan fungsi ginjal yang berat
  • Anemia megaloblastik akibat defisiensi asam folat
  • Bayi berusia di bawah 2 bulan
  • Kehamilan trimester akhir dan ibu menyusui (kecuali atas pertimbangan dokter)

Interaksi dengan Obat Lain

  • Antikoagulan seperti warfarin (dapat meningkatkan efek dan risiko perdarahan)
  • Metotreksat (dapat meningkatkan toksisitas)
  • Obat penurun gula darah golongan sulfonilurea (risiko hipoglikemia)
  • Fenitoin (kadar dalam darah dapat meningkat)
  • Obat penurun tekanan darah golongan ACE inhibitor/ARB dan suplemen kalium (risiko hiperkalemia)
  • Diuretik, terutama pada lansia (risiko trombositopenia)
  • Siklosporin (risiko gangguan fungsi ginjal)

Peringatan Penting

  • Minum air yang cukup selama pengobatan untuk mengurangi risiko pembentukan kristal di ginjal
  • Segera hentikan penggunaan dan hubungi dokter bila muncul ruam kulit, lepuh, atau tanda reaksi alergi
  • Hati-hati pada penderita defisiensi enzim G6PD karena berisiko memicu pemecahan sel darah merah (hemolisis)
  • Pada penggunaan jangka panjang, pemeriksaan darah berkala mungkin diperlukan
  • Sanprima adalah obat keras yang wajib digunakan dengan resep dokter dan tidak untuk pengobatan sendiri
  • Pastikan produk memiliki izin edar dengan mengecek nomor registrasi BPOM di cekbpom.pom.go.id

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Sanprima obat apa?

Sanprima adalah antibiotik berisi kotrimoksazol, yaitu kombinasi sulfametoksazol dan trimetoprim, produksi PT Sanbe Farma. Obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, saluran pernapasan, saluran cerna, otitis media, dan infeksi kulit. Sanprima termasuk obat keras sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Apakah Sanprima bisa dibeli tanpa resep dokter?

Tidak. Sanprima adalah obat keras yang penggunaannya wajib dengan resep dokter. Penggunaan antibiotik tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan pengobatan tidak tepat dan meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Anda juga dapat memastikan izin edar produk melalui cekbpom.pom.go.id.

Apa efek samping yang mungkin timbul saat memakai Sanprima?

Efek samping yang dapat muncul antara lain mual, muntah, diare, sakit kepala, serta ruam dan gatal pada kulit. Pada kasus yang jarang, dapat terjadi reaksi alergi kulit yang berat (seperti Stevens-Johnson Syndrome) dan gangguan sel darah. Segera hentikan penggunaan dan hubungi dokter bila muncul ruam atau tanda reaksi alergi.

Referensi Medis

  1. 1. Alodokter - Sanprima
  2. 2. Cek BPOM - Cek Izin Edar Obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Kotrimoksazol

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.