Lewati ke konten
Direktori Penyakit

Penyakit Kritis

30 entri penyakit dengan informasi gejala, penyebab, pengobatan, dan pencegahan. Setiap halaman disusun mengacu pada sumber medis resmi.

A(2)

D(2)

G(2)

I(1)

K(8)

Kanker Hati (Hepatoma / HCC)

Kritis

Dikenal juga: kanker hati, hepatoma

Kanker yang berasal dari **sel hati**, sangat erat kaitannya dengan **hepatitis B/C kronis dan sirosis**. Sering tanpa gejala di tahap awal, sehingga **skrining berkala** pada orang berisiko sangat penting.

Kanker Kolorektal (Kanker Usus Besar)

Kritis

Dikenal juga: kanker usus besar, kanker kolon

Kanker yang tumbuh di usus besar atau rektum, sering berawal dari polip. Sangat bisa dicegah dan disembuhkan bila terdeteksi dini lewat skrining.

Kanker Nasofaring (NPC)

Kritis

Dikenal juga: kanker nasofaring, KNF

Kanker di **nasofaring (rongga di belakang hidung)** yang gejalanya sering menipu karena mirip keluhan THT biasa, khasnya muncul di **satu sisi**. Bila ditemukan dini, cukup responsif terhadap radioterapi.

Kanker Pankreas

Kritis

Dikenal juga: kanker pankreas, pancreatic cancer

Kanker yang tumbuh pada **pankreas**. Sering **terlambat terdeteksi** karena gejalanya samar di awal, sehingga termasuk kanker yang sulit ditangani.

Kanker Paru

Kritis

Dikenal juga: kanker paru-paru, lung cancer

Pertumbuhan sel ganas di paru-paru. Penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia.

Kanker Payudara

Kritis

Pertumbuhan sel ganas pada jaringan payudara, kanker paling umum pada wanita Indonesia.

Kanker Prostat

Kritis

Dikenal juga: prostate cancer, kanker kelenjar prostat

Kanker pada kelenjar prostat pria, umumnya tumbuh lambat. Sering tanpa gejala di tahap awal, sehingga skrining (PSA) penting untuk deteksi dini.

Kanker Serviks

Kritis

Dikenal juga: kanker leher rahim, cervical cancer

Kanker yang berkembang dari sel serviks (leher rahim), hampir selalu disebabkan infeksi Human Papillomavirus (HPV) persisten. Dapat dicegah dengan vaksinasi HPV dan skrining rutin.

L(2)

M(1)

P(4)

R(1)

S(2)

T(5)

Direktori Penyakit Indonesia