Lewati ke konten
Direktori Penyakit

Penyakit Kronis

51 entri penyakit dengan informasi gejala, penyebab, pengobatan, dan pencegahan. Setiap halaman disusun mengacu pada sumber medis resmi.

A(3)

D(5)

E(3)

F(3)

G(4)

H(7)

Hepatitis B Kronik

Kronis

Dikenal juga: hbv, hepatitis B

Infeksi virus hepatitis B yang menetap >6 bulan. Bisa berkembang ke sirosis dan kanker hati.

Hepatitis C

Kronis

Dikenal juga: hepatitis c, hep c

Infeksi **virus hepatitis C (HCV)** yang menyerang hati dan menular lewat **darah** (bukan lewat kontak biasa seperti makan bersama). Sering tanpa gejala bertahun-tahun, tetapi **kini sebagian besar dapat disembuhkan**.

Herpes Genital (Herpes Kelamin)

Kronis

Dikenal juga: herpes genital, herpes kelamin

Infeksi menular seksual akibat **virus Herpes Simpleks (HSV)** yang menimbulkan **luka melepuh nyeri di area kelamin**. Belum ada obat penghilang virus, tetapi **bisa dikendalikan** dengan antivirus. Bukan aib dan sangat umum.

Hipertensi

Kronis

Dikenal juga: tekanan darah tinggi, darah tinggi

Tekanan darah persisten ≥140/90 mmHg yang meningkatkan risiko stroke, jantung koroner, dan gagal ginjal.

Hipertiroid (Hipertiroidisme)

Kronis

Dikenal juga: hyperthyroidism, tiroid hiperaktif

Kondisi kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid berlebih, mengakibatkan percepatan metabolisme tubuh. Penyebab utama adalah penyakit Graves (autoimun). Gejala khas: berat badan turun meski makan banyak, jantung berdebar, gemetar, dan intoleransi panas. Membutuhkan pengobatan agresif untuk cegah komplikasi jantung (atrial fibrilasi, gagal jantung), osteoporosis, dan thyroid storm.

Hipotiroid (termasuk Hashimoto)

Kronis

Dikenal juga: hipotiroidisme, tiroid lemah

Kelenjar tiroid kurang produksi hormon tiroid (T3, T4). Gejala mudah disepelekan (lelah, gemuk, sembelit). Penyebab #1: Hashimoto thyroiditis (autoimun). Treatment lifelong dengan levothyroxine.

HIV/AIDS

Kronis

Dikenal juga: HIV, AIDS

Infeksi virus HIV yang menyerang sistem imun. Dengan ARV modern, bisa hidup normal seumur hidup.

I(2)

K(2)

L(1)

N(1)

O(4)

P(10)

PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)

Kronis

Dikenal juga: polycystic ovary syndrome, sindrom ovarium polikistik

Gangguan hormonal paling umum pada wanita usia reproduktif (6–12%). Kriteria Rotterdam 2003: anovulasi kronik, hiperandrogen, dan kista ovarium multipel. Berkaitan erat dengan resistensi insulin dan risiko diabetes Tipe 2.

PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)

Kronis

Dikenal juga: PCOS, sindrom ovarium polikistik

Gangguan **hormon yang umum pada wanita usia subur**: haid tidak teratur, tanda kelebihan androgen, dan gambaran ovarium polikistik. **Bisa dikelola**, kunci utamanya gaya hidup.

PCOS (Sindrom Polikistik Ovarium)

Kronis

Dikenal juga: polycystic ovary syndrome, stein-leventhal

Gangguan hormon paling umum pada wanita usia subur — 10-15% Indonesia. Trio gejala: haid tidak teratur + hiperandrogen (jerawat, hirsutism) + kista ovarium. Risk diabetes + infertilitas.

Penyakit Arteri Perifer (PAD)

Kronis

Dikenal juga: PAD, penyakit arteri perifer

Penyempitan **arteri tungkai** akibat plak (aterosklerosis) yang membuat aliran darah ke kaki berkurang. Gejala khasnya **nyeri kaki saat berjalan (klaudikasio)** dan sering menjadi pertanda risiko **serangan jantung dan stroke**.

Penyakit Ginjal Kronis (CKD)

Kronis

Dikenal juga: ckd, gagal ginjal kronis

Penurunan fungsi ginjal progresif >3 bulan. 5 stage berdasarkan eGFR. Stage 5 butuh dialisis.

Penyakit Graves (Hipertiroid Autoimun)

Kronis

Dikenal juga: penyakit graves, graves disease

Penyakit **autoimun** yang menjadi **penyebab tersering hipertiroidisme** — tiroid memproduksi hormon berlebihan. Bisa disertai **mata menonjol** dan **gondok**.

Penyakit Parkinson

Kronis

Dikenal juga: parkinson, penyakit parkinson

Penyakit saraf **menahun dan progresif** akibat **berkurangnya sel otak penghasil dopamin**. Belum bisa disembuhkan, tetapi gejalanya **dapat dikendalikan** sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)

Kronis

Dikenal juga: COPD, emfisema

Penyakit paru progresif dan tidak reversibel akibat kerusakan permanen dari merokok (90%). Obstruksi aliran udara permanen berdasarkan spirometri (FEV1/FVC <0,70). Manajemen bertujuan memperlambat progresi.

Psoriasis

Kronis

Dikenal juga: psoriasis vulgaris, penyakit autoimun kulit

Penyakit autoimun kronik yang menyebabkan sel kulit bereproduksi terlalu cepat, membentuk plak tebal kemerahan dengan sisik perak. Bukan penyakit menular; sering ditemukan di siku, lutut, kulit kepala, punggung bawah.

PTSD (Gangguan Stres Pasca-Trauma)

Kronis

Dikenal juga: PTSD, gangguan stres pasca trauma

Gangguan yang dapat muncul **setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa sangat traumatis**. Ini **bukan tanda kelemahan** dan **bisa dipulihkan** dengan bantuan yang tepat.

R(2)

S(3)

T(1)

Direktori Penyakit Indonesia