Penyakit Kronis
51 entri penyakit dengan informasi gejala, penyebab, pengobatan, dan pencegahan. Setiap halaman disusun mengacu pada sumber medis resmi.
A(3)
Asam Urat (Gout)
KronisDikenal juga: gout, pirai
Kadar asam urat tinggi yang kristalisasi di sendi menyebabkan serangan gout akut.
Asam Urat (Gout)
KronisDikenal juga: asam urat, gout
Radang sendi akibat **penumpukan kristal asam urat**, khas menyerang **pangkal jempol kaki** dengan nyeri hebat mendadak.
Asma Bronkial
KronisDikenal juga: asma, bengek
Penyakit saluran napas kronis dengan inflamasi dan hiperreaktivitas bronkus, menyebabkan sesak napas, mengi, dan batuk episodik. Dapat dikontrol dengan baik — penderita asma bisa hidup normal aktif.
D(5)
Degenerasi Makula (AMD)
KronisDikenal juga: degenerasi makula, AMD
Kerusakan **makula** (pusat retina) yang mengaburkan **penglihatan sentral**, umumnya **terkait penuaan di atas usia 50-60 tahun**. Tidak menyebabkan **buta total** karena penglihatan tepi biasanya tetap baik.
Demensia & Penyakit Alzheimer
KronisDikenal juga: demensia, alzheimer
Demensia adalah **penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir** yang sampai mengganggu kehidupan sehari-hari, dan ini **bukan bagian normal dari penuaan**. **Alzheimer** adalah penyebab tersering. Belum ada obat yang menyembuhkan, tetapi gejala bisa diperlambat dan kualitas hidup bisa dijaga.
Depresi (Gangguan Depresi Mayor)
KronisDikenal juga: depresi mayor, gangguan depresi
Gangguan suasana hati yang membuat sedih mendalam dan kehilangan minat secara terus-menerus, mengganggu fungsi sehari-hari. Bisa diobati dengan terapi dan/atau obat.
Diabetes Melitus
KronisDikenal juga: kencing manis, penyakit gula
Penyakit metabolik kronis di mana tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif.
Diabetes Melitus Tipe 2
KronisDikenal juga: DMT2, T2DM
Bentuk diabetes paling umum (90–95% kasus) — resistensi insulin disertai disfungsi sel beta pankreas. Berbeda dari Tipe 1 (autoimun), DMT2 berkaitan erat dengan gaya hidup, obesitas, dan genetik. Dapat dikontrol bahkan masuk remisi dengan intervensi tepat.
E(3)
Eksim (Dermatitis Atopik)
KronisDikenal juga: eksim, atopic dermatitis
Penyakit kulit kronis dengan ruam gatal, kering, dan kemerahan - sering pada anak, bisa berlanjut dewasa.
Endometriosis
KronisDikenal juga: endo
Jaringan mirip dinding rahim tumbuh di luar rahim (ovarium, tuba, kandung kemih). Nyeri haid hebat + risiko infertilitas. 10% wanita usia subur — sering misdiagnosed selama 7-10 tahun.
Epilepsi (Ayan)
KronisDikenal juga: epilepsi, ayan
Gangguan saraf kronis berupa **kejang/bangkitan berulang** yang tidak dipicu demam. **Bukan kerasukan, bukan kutukan, dan tidak menular** — dengan obat teratur penderita bisa hidup normal.
F(3)
Fatty Liver (Perlemakan Hati Non-Alkoholik / NAFLD)
KronisDikenal juga: NAFLD, MASLD
Penumpukan lemak di sel hati tanpa konsumsi alkohol berlebihan. Sering "silent" (tanpa gejala) — 25-30% dewasa global terkena. Bisa progres ke NASH → cirrhosis → kanker hati. Reversible kalau ditangani dini.
Fibrilasi Atrium (Gangguan Irama Jantung)
KronisDikenal juga: fibrilasi atrium, atrial fibrillation
Gangguan irama jantung paling umum di mana **serambi jantung berdenyut sangat cepat dan tidak teratur**. Bahaya utamanya adalah **stroke**, sehingga penilaian risiko dan kemungkinan obat pengencer darah jadi sangat penting.
Filariasis (Kaki Gajah)
KronisDikenal juga: filariasis, kaki gajah
Infeksi **cacing filaria** lewat **gigitan nyamuk** yang merusak **saluran getah bening**, menyebabkan **pembengkakan menetap**. Dapat dicegah dengan **POPM**.
G(4)
Gangguan Bipolar
KronisDikenal juga: bipolar, manik-depresif
Gangguan suasana hati dengan **pergantian ekstrem antara fase mania/hipomania dan fase depresi**. Ini **kondisi medis nyata**, bukan sekadar 'moody', dan dapat dikelola dengan baik.
Gangguan Kecemasan (Anxiety)
KronisDikenal juga: anxiety, gangguan cemas
Kondisi kesehatan jiwa dengan rasa cemas atau khawatir berlebihan yang sulit dikendalikan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Sangat bisa diobati.
GERD (Asam Lambung Naik)
KronisDikenal juga: GERD, asam lambung naik
Kondisi ketika **asam lambung naik berulang ke kerongkongan** akibat **katup lambung melemah**, memicu rasa terbakar di dada (heartburn).
GERD & Maag (Dispepsia)
KronisDikenal juga: gerd, maag
Asam lambung naik ke esofagus (GERD) atau gangguan pencernaan atas (dispepsia/maag).
H(7)
Hepatitis B Kronik
KronisDikenal juga: hbv, hepatitis B
Infeksi virus hepatitis B yang menetap >6 bulan. Bisa berkembang ke sirosis dan kanker hati.
Hepatitis C
KronisDikenal juga: hepatitis c, hep c
Infeksi **virus hepatitis C (HCV)** yang menyerang hati dan menular lewat **darah** (bukan lewat kontak biasa seperti makan bersama). Sering tanpa gejala bertahun-tahun, tetapi **kini sebagian besar dapat disembuhkan**.
Herpes Genital (Herpes Kelamin)
KronisDikenal juga: herpes genital, herpes kelamin
Infeksi menular seksual akibat **virus Herpes Simpleks (HSV)** yang menimbulkan **luka melepuh nyeri di area kelamin**. Belum ada obat penghilang virus, tetapi **bisa dikendalikan** dengan antivirus. Bukan aib dan sangat umum.
Hipertensi
KronisDikenal juga: tekanan darah tinggi, darah tinggi
Tekanan darah persisten ≥140/90 mmHg yang meningkatkan risiko stroke, jantung koroner, dan gagal ginjal.
Hipertiroid (Hipertiroidisme)
KronisDikenal juga: hyperthyroidism, tiroid hiperaktif
Kondisi kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid berlebih, mengakibatkan percepatan metabolisme tubuh. Penyebab utama adalah penyakit Graves (autoimun). Gejala khas: berat badan turun meski makan banyak, jantung berdebar, gemetar, dan intoleransi panas. Membutuhkan pengobatan agresif untuk cegah komplikasi jantung (atrial fibrilasi, gagal jantung), osteoporosis, dan thyroid storm.
Hipotiroid (termasuk Hashimoto)
KronisDikenal juga: hipotiroidisme, tiroid lemah
Kelenjar tiroid kurang produksi hormon tiroid (T3, T4). Gejala mudah disepelekan (lelah, gemuk, sembelit). Penyebab #1: Hashimoto thyroiditis (autoimun). Treatment lifelong dengan levothyroxine.
HIV/AIDS
KronisDikenal juga: HIV, AIDS
Infeksi virus HIV yang menyerang sistem imun. Dengan ARV modern, bisa hidup normal seumur hidup.
I(2)
IBS (Sindrom Iritasi Usus)
KronisDikenal juga: IBS, sindrom iritasi usus
Gangguan **fungsi usus yang kronis**: **nyeri perut berulang** yang berkaitan dengan BAB, disertai **perubahan pola BAB dan kembung**. **Tidak merusak usus**, tapi sangat mengganggu kenyamanan.
Infertilitas Pria (Gangguan Kesuburan Pria)
KronisDikenal juga: infertilitas pria, kemandulan pria
Kesulitan memperoleh kehamilan yang berkaitan dengan **faktor pada pihak pria**. Kesuburan adalah **urusan berdua** dan banyak penyebab dapat diperbaiki.
K(2)
Kolesterol Tinggi (Dislipidemia)
KronisDikenal juga: dislipidemia, hiperlipidemia
Kadar kolesterol/lemak darah tinggi - faktor risiko utama serangan jantung dan stroke.
Kusta (Lepra / Penyakit Hansen)
KronisDikenal juga: kusta, lepra
Infeksi **bakteri** menahun pada **kulit dan saraf tepi**. Penyakit ini **dapat disembuhkan** dan **BUKAN kutukan**.
L(1)
N(1)
O(4)
Obesitas (Kegemukan)
KronisDikenal juga: kegemukan, obesitas
Penumpukan lemak tubuh berlebih yang meningkatkan risiko diabetes, jantung, dan penyakit lain. Merupakan penyakit kronis yang bisa dikelola, bukan sekadar soal penampilan.
OCD (Gangguan Obsesif-Kompulsif)
KronisDikenal juga: OCD, gangguan obsesif kompulsif
Gangguan kesehatan jiwa dengan **pikiran mengganggu yang berulang (obsesi)** dan **ritual berulang (kompulsi)**. Bukan sekadar suka rapi, dan bisa sangat membaik dengan penanganan tepat.
Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)
KronisDikenal juga: osteoartritis, pengapuran sendi
Kerusakan tulang rawan sendi akibat aus seiring usia atau beban berlebih, menyebabkan nyeri dan kaku, paling sering di lutut, panggul, dan tangan.
Osteoporosis
KronisDikenal juga: tulang keropos
Penyakit tulang yang menjadi rapuh dan mudah patah. Sering tanpa gejala sampai fraktur.
P(10)
PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)
KronisDikenal juga: polycystic ovary syndrome, sindrom ovarium polikistik
Gangguan hormonal paling umum pada wanita usia reproduktif (6–12%). Kriteria Rotterdam 2003: anovulasi kronik, hiperandrogen, dan kista ovarium multipel. Berkaitan erat dengan resistensi insulin dan risiko diabetes Tipe 2.
PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)
KronisDikenal juga: PCOS, sindrom ovarium polikistik
Gangguan **hormon yang umum pada wanita usia subur**: haid tidak teratur, tanda kelebihan androgen, dan gambaran ovarium polikistik. **Bisa dikelola**, kunci utamanya gaya hidup.
PCOS (Sindrom Polikistik Ovarium)
KronisDikenal juga: polycystic ovary syndrome, stein-leventhal
Gangguan hormon paling umum pada wanita usia subur — 10-15% Indonesia. Trio gejala: haid tidak teratur + hiperandrogen (jerawat, hirsutism) + kista ovarium. Risk diabetes + infertilitas.
Penyakit Arteri Perifer (PAD)
KronisDikenal juga: PAD, penyakit arteri perifer
Penyempitan **arteri tungkai** akibat plak (aterosklerosis) yang membuat aliran darah ke kaki berkurang. Gejala khasnya **nyeri kaki saat berjalan (klaudikasio)** dan sering menjadi pertanda risiko **serangan jantung dan stroke**.
Penyakit Ginjal Kronis (CKD)
KronisDikenal juga: ckd, gagal ginjal kronis
Penurunan fungsi ginjal progresif >3 bulan. 5 stage berdasarkan eGFR. Stage 5 butuh dialisis.
Penyakit Graves (Hipertiroid Autoimun)
KronisDikenal juga: penyakit graves, graves disease
Penyakit **autoimun** yang menjadi **penyebab tersering hipertiroidisme** — tiroid memproduksi hormon berlebihan. Bisa disertai **mata menonjol** dan **gondok**.
Penyakit Parkinson
KronisDikenal juga: parkinson, penyakit parkinson
Penyakit saraf **menahun dan progresif** akibat **berkurangnya sel otak penghasil dopamin**. Belum bisa disembuhkan, tetapi gejalanya **dapat dikendalikan** sehingga kualitas hidup tetap terjaga.
PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)
KronisDikenal juga: COPD, emfisema
Penyakit paru progresif dan tidak reversibel akibat kerusakan permanen dari merokok (90%). Obstruksi aliran udara permanen berdasarkan spirometri (FEV1/FVC <0,70). Manajemen bertujuan memperlambat progresi.
Psoriasis
KronisDikenal juga: psoriasis vulgaris, penyakit autoimun kulit
Penyakit autoimun kronik yang menyebabkan sel kulit bereproduksi terlalu cepat, membentuk plak tebal kemerahan dengan sisik perak. Bukan penyakit menular; sering ditemukan di siku, lutut, kulit kepala, punggung bawah.
PTSD (Gangguan Stres Pasca-Trauma)
KronisDikenal juga: PTSD, gangguan stres pasca trauma
Gangguan yang dapat muncul **setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa sangat traumatis**. Ini **bukan tanda kelemahan** dan **bisa dipulihkan** dengan bantuan yang tepat.
R(2)
Retinopati Diabetik
KronisDikenal juga: retinopati diabetik, komplikasi mata diabetes
Komplikasi **diabetes pada mata** akibat gula darah tinggi menahun yang **merusak pembuluh darah retina**. Sering **tanpa gejala** di tahap awal, namun bisa berujung **kebutaan** bila tak terdeteksi.
Rheumatoid Arthritis (Rematik Autoimun)
KronisDikenal juga: RA, artritis reumatoid
Penyakit autoimun yang membuat sistem imun menyerang sendi sendiri, menyebabkan radang, nyeri, dan kaku — sering simetris di kedua sisi tubuh.
S(3)
Skizofrenia
KronisDikenal juga: skizofrenia, gangguan jiwa berat
Gangguan jiwa berat yang memengaruhi **cara berpikir, persepsi, emosi, dan perilaku**. Ini **penyakit medis**, bukan kelemahan, bukan kerasukan, dan **bisa diobati**.
Skoliosis (Tulang Belakang Bengkok)
KronisDikenal juga: scoliosis, spinal curvature
Kelengkungan tulang belakang yang abnormal (>10 derajat) ke samping. 80% idiopatik pada remaja perempuan. Skrining penting di sekolah usia 10-15. Treatment: observasi, brace, atau operasi.
Sleep Apnea Obstruktif (OSA)
KronisDikenal juga: mendengkur berat, apnea tidur
Henti napas berulang saat tidur akibat penyempitan jalan napas. 25% pria + 10% wanita Indonesia ada, kebanyakan tidak terdiagnosis. Risk hipertensi + jantung + stroke + diabetes.