Diagnostik & Imaging
49 tindakan medis dengan informasi lengkap: indikasi, persiapan, prosedur, pemulihan, risiko, dan estimasi biaya BPJS vs swasta. Mengacu pada sumber medis resmi.
A(3)
Analisis Sperma (Pemeriksaan Air Mani)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: analisis sperma, spermiogram
Pemeriksaan **air mani di laboratorium** untuk menilai **kesuburan pria** dengan mengukur **jumlah, gerak (motilitas), dan bentuk (morfologi) sperma**, serta volume dan keasaman cairan. Pemeriksaannya **tidak menyakitkan**.
Angiografi Koroner (Kateterisasi Jantung)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: coronary angiography, CAG
Pemeriksaan invasif untuk visualisasi arteri koroner jantung menggunakan kateter dan kontras X-ray. Standar emas untuk diagnosis penyakit jantung koroner (PJK) dan dasar untuk intervensi (stenting/PCI) atau bedah bypass (CABG). Dilakukan oleh kardiolog intervensi.
Audiometri (Tes Pendengaran)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: tes pendengaran, pemeriksaan pendengaran
Pemeriksaan untuk **mengukur kemampuan pendengaran** dan menentukan ada-tidaknya serta tingkat **gangguan pendengaran**. Tidak menyakitkan dan tanpa risiko.
B(4)
Biopsi (Pengambilan Sampel Jaringan)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: biopsy, pemeriksaan PA (patologi anatomi)
Pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di mikroskop — gold standard untuk diagnosis kanker dan banyak penyakit lain. Banyak jenis: jarum halus, jarum tebal, eksisi, endoskopi.
Biopsi & Aspirasi Sumsum Tulang
Diagnostik & ImagingDikenal juga: BMP, bone marrow biopsy
Tindakan **mengambil contoh sumsum tulang** (tempat sel darah diproduksi) untuk diperiksa di bawah mikroskop. Menjadi **pemeriksaan kunci** untuk mendiagnosis dan memantau **kanker darah** seperti leukemia dan limfoma.
Biopsi Jarum Halus Tiroid (FNAB)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: FNAB tiroid, biopsi aspirasi jarum halus
Tindakan **mengambil sedikit sel dari benjolan (nodul) tiroid** dengan **jarum yang sangat halus** untuk diperiksa di bawah mikroskop.
Biopsi Kulit
Diagnostik & ImagingDikenal juga: skin biopsy, biopsi lesi kulit
Pengambilan **contoh kecil jaringan kulit** untuk diperiksa di **laboratorium patologi** guna memastikan diagnosis kelainan kulit.
C(2)
CT Scan
Diagnostik & ImagingDikenal juga: Computed Tomography
Pencitraan rontgen 3D yang menghasilkan gambar irisan tubuh. Lebih detail dari rontgen biasa, paparan radiasi lebih tinggi.
CT Scan Kepala
Diagnostik & ImagingDikenal juga: CT scan otak, pemindaian CT kepala
Pemeriksaan **pencitraan dengan sinar-X** yang menghasilkan **gambar potongan melintang otak dan tulang kepala**, sangat berguna pada **keadaan darurat**.
D(1)
E(4)
Echokardiografi (USG Jantung)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: echo jantung, echocardiogram
USG jantung — pakai gelombang suara untuk lihat anatomi + fungsi jantung secara real-time. Aman (tanpa radiasi), 30-60 menit. Beda dari EKG (yang baca listrik). Wajib untuk diagnosis gagal jantung, kelainan katup.
EEG (Elektroensefalografi)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: electroencephalography, rekam otak
Pemeriksaan non-invasif untuk merekam aktivitas listrik otak menggunakan elektroda yang ditempel di kulit kepala. Standar emas untuk diagnosis epilepsi, evaluasi gangguan tidur, koma, dan kematian batang otak. Aman, tanpa radiasi, dapat berulang.
EKG / Elektrokardiogram (Rekam Jantung)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: rekam jantung, ECG
Pemeriksaan cepat dan tanpa rasa sakit yang merekam aktivitas listrik jantung untuk mendeteksi gangguan irama, serangan jantung, dan kelainan jantung lain.
EMG (Elektromiografi) dan Studi Hantar Saraf
Diagnostik & ImagingDikenal juga: elektromiografi, EMG/NCS
Pemeriksaan untuk menilai **fungsi saraf tepi dan otot**, terdiri dari **studi hantar saraf (NCS)** dan **EMG jarum**. **Tidak menggunakan radiasi**.
F(1)
H(1)
K(2)
Kateterisasi Jantung (Angiografi Koroner)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: Kateter jantung, Coronary angiography
Pemeriksaan invasif minimal melalui kateter di pembuluh darah untuk evaluasi penyumbatan arteri koroner. Bisa langsung pasang stent.
Kolposkopi
Diagnostik & ImagingDikenal juga: colposcopy, pemeriksaan leher rahim
Pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan alat pembesar bercahaya untuk memeriksa sel abnormal, biasanya setelah hasil Pap smear yang tidak normal.
M(4)
Mamografi
Diagnostik & ImagingDikenal juga: mammografi, mammogram
Pemeriksaan rontgen payudara untuk deteksi dini kanker payudara, wajib skrining wanita 40+ tahun.
MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: MR imaging, magnetic resonance
Pemeriksaan radiologi non-radiasi menggunakan magnet kuat untuk gambar detail jaringan lunak (otak, tulang belakang, sendi, organ).
MRI Otak (Magnetic Resonance Imaging Kepala)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: MRI kepala, MRI brain
Pencitraan otak menggunakan medan magnet kuat dan gelombang radio — TANPA radiasi. Gold standard untuk diagnosis stroke iskemik akut, tumor otak, multiple sclerosis, epilepsi, demensia, dan kelainan struktural. Resolusi jaringan lunak jauh lebih baik dari CT scan.
MRI Tulang Belakang
Diagnostik & ImagingDikenal juga: MRI spine, MRI tulang punggung
Pencitraan **medan magnet dan gelombang radio (TANPA radiasi)** yang menghasilkan gambar **sangat detail dari tulang belakang, diskus, saraf, dan jaringan lunak**.
P(5)
Pap Smear (Skrining Kanker Serviks)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: Pap test, tes pap
Tes skrining sel-sel di leher rahim untuk deteksi dini perubahan pra-kanker. 5 menit, sedikit tidak nyaman, BUKAN nyeri. Wajib tiap 3 tahun untuk wanita sex-active usia 21-65.
Pemeriksaan Funduskopi (Periksa Bagian Belakang Mata)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: funduskopi, pemeriksaan retina
Pemeriksaan untuk melihat **bagian belakang dalam mata** — **retina, saraf mata, dan pembuluh darahnya** — sering memakai **obat pelebar pupil**.
PET Scan (PET-CT)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: PET-CT, positron emission tomography
Pemeriksaan **pencitraan canggih yang memetakan aktivitas sel di seluruh tubuh** memakai **gula radioaktif (FDG)**, sering digabung dengan CT (PET-CT) untuk menentukan lokasi secara akurat. Banyak dipakai pada **kanker**.
Polisomnografi (Sleep Study / Studi Tidur)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: sleep study, studi tidur
Pemeriksaan yang **merekam berbagai fungsi tubuh saat tidur** untuk mendiagnosis gangguan tidur, terutama **sleep apnea (henti napas saat tidur)**.
Pungsi Lumbal (Lumbar Puncture)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: lumbal pungsi, LP
Pengambilan sampel **cairan serebrospinal (cairan otak dan sumsum tulang belakang)** lewat **jarum di punggung bawah**, di sela ruas tulang belakang, terutama untuk **diagnosis**.
R(2)
Rontgen Sendi (X-Ray Sendi)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: foto rontgen sendi, x-ray sendi
Pemeriksaan **pencitraan dengan sinar-X** untuk melihat kondisi **tulang dan sendi**, sering jadi pemeriksaan awal pada nyeri atau cedera sendi.
Rontgen Thorax (Foto Rontgen Dada)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: foto rontgen dada, X-ray dada
Pemeriksaan pencitraan cepat dengan sinar-X untuk melihat kondisi paru, jantung, dan tulang dada. Tidak sakit dan hasilnya keluar cepat.
S(1)
T(9)
Tes Alergi (Skin Prick Test)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: skin prick test, tes tusuk kulit
Pemeriksaan untuk mengetahui zat pemicu alergi (alergen) dengan menempelkan sedikit ekstrak alergen ke kulit lalu menilai reaksinya.
Tes Antibodi Autoimun (ANA & Panel Autoimun)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: tes ANA, antinuclear antibody
**Pemeriksaan darah untuk mencari autoantibodi** — antibodi yang keliru menyerang jaringan tubuh sendiri — guna membantu **mendeteksi dan mengarahkan diagnosis penyakit autoimun** seperti **lupus**, **skleroderma**, atau **sindrom Sjögren**.
Tes Fungsi Kognitif (MMSE/MoCA)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: MMSE, MoCA
Serangkaian **pertanyaan dan tugas singkat** untuk menilai **daya ingat, perhatian, bahasa, orientasi, serta kemampuan berpikir** — alat untuk **menyaring dan memantau gangguan kognitif atau demensia**.
Tes Fungsi Tiroid (TSH, FT4)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: tes TSH, cek tiroid
Pemeriksaan **darah untuk menilai kerja kelenjar tiroid**, terutama mengukur **TSH** dan **hormon tiroid (FT4)** guna mendeteksi serta memantau **hipertiroid dan hipotiroid**.
Tes Gonore & Klamidia (Pemeriksaan Duh Tubuh / NAAT)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: tes gonore, tes klamidia
Pemeriksaan untuk mendeteksi **gonore dan klamidia**, dua **infeksi menular seksual (IMS)** yang sering muncul bersamaan dan **kerap tanpa gejala**. Pemeriksaan bersifat **rahasia** dan terbuka bagi siapa pun yang aktif secara seksual, tanpa menghakimi.
Tes HIV (Skrining HIV)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: tes HIV, VCT
Pemeriksaan **darah untuk mengetahui status HIV**. Bersifat **rahasia** dan **tanpa menghakimi** — mengetahui status sejak dini membuka jalan ke pengobatan yang efektif.
Tes IgE Spesifik (Tes Alergi Darah)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: RAST, specific IgE
Pemeriksaan **darah** untuk mengukur kadar antibodi **IgE spesifik** terhadap alergen tertentu, sebagai bantuan mencari **pemicu alergi**.
Tes Mantoux (Uji Tuberkulin)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: uji tuberkulin, tes tuberkulin
**Tes kulit** untuk membantu mendeteksi **infeksi tuberkulosis (TB)**, sering dipakai pada **anak** dan orang yang kontak dengan penderita TB.
Tes Serologi Sifilis (VDRL/RPR & TPHA)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: tes sifilis, VDRL
**Pemeriksaan darah untuk mendeteksi sifilis (raja singa)** dengan mencari **antibodi** terhadap bakteri penyebabnya. Bersifat **rahasia** dan tersedia luas.
U(10)
Uji Provokasi Makanan (Food Challenge)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: food challenge, tes provokasi makanan
Pemeriksaan untuk **memastikan apakah seseorang benar-benar alergi** terhadap makanan tertentu, atau sudah **toleran ('lulus')**, dengan memberi makanan yang dicurigai secara bertahap di bawah **pengawasan medis ketat**.
Uji Tempel (Patch Test)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: patch test, uji tempel kulit
Pemeriksaan menempelkan sejumlah bahan uji di punggung untuk mencari penyebab **alergi atau dermatitis kontak**, yaitu reaksi kulit **lambat (tipe tertunda)** akibat menyentuh bahan tertentu.
USG (Ultrasonografi)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: Ultrasound, Sonografi
Pencitraan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Aman tanpa radiasi, real-time, dipakai untuk berbagai diagnosis.
USG Abdomen (USG Perut Lengkap)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: USG perut, abdominal ultrasound
USG perut untuk evaluasi organ dalam: hati, kandung empedu, pankreas, limpa, ginjal, dan kandung kemih. Aman tanpa radiasi, real-time, dan sangat berguna untuk skrining batu empedu, fatty liver, kista, dan pembesaran organ. Pemeriksaan first-line untuk nyeri perut, kuning, atau abnormalitas tes fungsi hati.
USG Doppler Pembuluh Darah
Diagnostik & ImagingDikenal juga: doppler vaskular, USG doppler tungkai
Pemeriksaan **USG khusus yang menilai aliran darah di dalam pembuluh** (arteri dan vena) memakai gelombang suara, **tanpa radiasi dan tidak menyakitkan**.
USG Ginjal dan Saluran Kemih
Diagnostik & ImagingDikenal juga: USG ginjal, USG urologi
Pemeriksaan **pencitraan dengan gelombang suara (tanpa radiasi)** untuk melihat **ginjal, kandung kemih, dan saluran kemih**.
USG Kandungan (Ultrasonografi Kehamilan/Ginekologi)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: USG kehamilan, USG kandungan
Pemeriksaan **pencitraan dengan gelombang suara (tanpa radiasi, aman untuk ibu dan janin)** untuk melihat **kondisi kehamilan** serta **organ kandungan (rahim dan indung telur)**.
USG Kehamilan (Ultrasonografi Kandungan)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: USG kandungan, ultrasonografi obstetri
Pemeriksaan dengan gelombang suara untuk melihat janin di dalam rahim. Aman tanpa radiasi, dipakai memantau usia, perkembangan, posisi, dan kesehatan janin.
USG Skrotum (USG Buah Zakar)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: USG testis, scrotal ultrasound
Pemeriksaan **USG pada kantung zakar (skrotum) dan testis** memakai gelombang suara — **tanpa radiasi dan tidak menyakitkan** — untuk menilai benjolan, nyeri, atau pembengkakan pada buah zakar.
USG Tiroid (USG Kelenjar Gondok)
Diagnostik & ImagingDikenal juga: USG kelenjar tiroid, thyroid ultrasound
Pemeriksaan **USG pada kelenjar tiroid di leher** memakai gelombang suara — **tanpa radiasi dan tidak menyakitkan** — untuk menilai ukuran kelenjar dan ciri **nodul**.