Lewati ke konten
Data & Referensi 2026

Biaya Tindakan Medis & Pengobatan di Indonesia 2026

Referensi rentang biaya 182+ tindakan medis dan pengobatan penyakit di Indonesia — dibandingkan antara BPJS dan rumah sakit swasta. Disusun tim editorial Sehatku.id dengan mengacu pada sumber resmi dan diperbarui berkala.

Terakhir diperbarui: 4 Juni 2026 · Boleh dikutip dengan menautkan ke halaman ini.

~10–13%
Inflasi biaya medis per tahun di Indonesia
Rp 12–50 jt
Operasi caesar (kelas 1–VIP swasta)
Rp 8–15 jt
Cuci darah mandiri per bulan (2–3x/minggu)
Rp 150–400 jt
Operasi bypass jantung (CABG)
Rp 200–700 jt
Pengobatan kanker (1–2 tahun)
Kenapa biaya medis terus naik? Inflasi biaya kesehatan di Indonesia berkisar 10–13% per tahun, jauh di atas inflasi umum — didorong teknologi medis, obat impor, dan meningkatnya permintaan layanan. Artinya, penyakit yang 5 tahun lalu butuh Rp 20 juta hari ini bisa mencapai Rp 35–40 juta.

Biaya tindakan medis per kategori

Rentang biaya bersifat indikatif dan dapat berbeda menurut rumah sakit, kelas rawat, kota, dan kompleksitas kasus.

Operasi / Pembedahan

TindakanBPJSEstimasi biaya
Adenoidektomi (Operasi Kelenjar Adenoid)DitanggungBPJS: ditanggung bila ada indikasi medis dan rujukan sesuai prosedur. Swasta: biaya bervariasi tergantung rumah sakit, kelas kamar, dan apakah digabung operasi amandel.
AmputasiDitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis. Biaya swasta bervariasi luas tergantung lokasi amputasi, rumah sakit, dan kebutuhan rehabilitasi.
Bedah Eksisi Kulit (Pengangkatan Lesi / Tahi Lalat)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dengan rujukan. Swasta: Rp 500.000-3.000.000, belum termasuk biaya patologi.
Bedah Sinus Endoskopik (FESS)DitanggungDitanggung BPJS dengan indikasi & rujukan. Swasta: puluhan juta tergantung luas tindakan.
Biopsi TestisDitanggungBPJS: dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: bervariasi, sekitar Rp 3.000.000-15.000.000.
Cabut Gigi (Ekstraksi Gigi)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis di Faskes/RS rujukan. Swasta: Rp 150.000-1.500.000 (lebih tinggi untuk gigi bungsu/operasi).
Cangkok Kornea (Transplantasi Kornea / Keratoplasti)DitanggungBPJS: dapat ditanggung sesuai indikasi medis, ketentuan yang berlaku, dan ketersediaan donor. Swasta: biaya relatif tinggi, bervariasi antar rumah sakit.
Cangkok Kulit (Skin Graft)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis. Swasta: biaya sangat bervariasi tergantung luas area, jenis cangkok, dan rawat inap.
Hemoroidektomi (Operasi Wasir/Ambeien)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis. Swasta: bervariasi tergantung rumah sakit, kelas, dan teknik operasi.
Histerektomi (Operasi Pengangkatan Rahim)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis dan rujukan berjenjang. Swasta: bervariasi menurut rumah sakit, jenis operasi, dan kelas perawatan.
Kistektomi Ovarium (Operasi Pengangkatan Kista)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis dan rujukan yang sesuai. Swasta: biaya bervariasi cukup luas tergantung rumah sakit, teknik, dan kelas perawatan.
Kolesistektomi (Operasi Angkat Kantong Empedu)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi medis. Swasta: Rp 20-60 juta (laparoskopi).
Kraniotomi (Bedah Otak)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan berjenjang. Swasta: sangat bervariasi, sering puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Laparoskopi Kista OvariumDitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan berjenjang. Swasta: bervariasi menurut rumah sakit dan kondisi, umumnya jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Mastektomi (Operasi Pengangkatan Payudara)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis dan rujukan berjenjang. Swasta: puluhan juta rupiah, bergantung jenis operasi dan rumah sakit.
Odontektomi (Operasi Gigi Bungsu)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan untuk indikasi medis. Swasta: Rp 1,5-7 juta per gigi tergantung tingkat impaksi.
Operasi Angkat Rahim (Histerektomi)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis & prosedur rujukan berjenjang. Swasta: bervariasi mulai puluhan juta rupiah, tergantung metode, kelas rawat, dan rumah sakit.
Operasi Bariatrik (Bedah Penurunan Berat Badan)TidakSwasta: Rp 80-250 juta tergantung jenis operasi, rumah sakit, dan kelas rawat. BPJS umumnya tidak menanggung bila tujuannya penurunan berat semata; sebagian indikasi medis tertentu bisa berbeda — pastikan ke faskes.
Operasi Batu Empedu (Kolesistektomi)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan prosedur rujukan. Swasta: kisaran Rp 15.000.000-45.000.000, sangat bervariasi.
Operasi Bypass Jantung (CABG)DitanggungBPJS: Gratis di RS jantung pemerintah dengan antrian (RSJPDHK Harapan Kita, dll). Swasta: Rp 150-400 juta.
Operasi Gigi Bungsu (Odontektomi)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan berjenjang. Swasta: Rp 1.500.000-5.000.000 per gigi.
Operasi Glaukoma (Trabekulektomi)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan prosedur rujukan. Swasta: berkisar Rp 7.000.000-25.000.000 per mata, sangat bervariasi antar rumah sakit.
Operasi Hernia (Herniorrhaphy)DitanggungBPJS cover 100%. RS swasta self-pay: Open repair Rp 8-20 juta. Laparoskopi unilateral Rp 15-40 juta. Bilateral laparoskopi Rp 25-60 juta. Robotic Rp 50-120 juta. Termasuk konsultasi + operasi + 1 malam rawat + mesh standar.
Operasi KatarakDitanggungBPJS: Gratis (IOL standar monofokal). Swasta: Rp 8-50 juta tergantung jenis IOL (monofokal, multifokal, toric).
Operasi LASIK (Koreksi Mata Minus/Plus/Silinder)TidakLASIK konvensional: Rp 15-25 juta/mata. Femto-LASIK (no-blade): Rp 25-35 juta/mata. SMILE (alternatif): Rp 35-50 juta/mata. Termasuk konsultasi + 6 bulan follow-up.
Operasi Miom (Miomektomi)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan berjenjang. Swasta: bervariasi luas tergantung teknik (laparoskopi vs terbuka), rumah sakit, dan kelas perawatan.
Operasi Prostat (TURP)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi medis. Swasta: Rp 15-50 juta tergantung teknik (TURP konvensional vs laser) dan kelas rawat.
Operasi Sinus (FESS / Bedah Sinus Endoskopik)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis dan rujukan berjenjang yang sesuai. Swasta: bervariasi mengikuti rumah sakit, kelas kamar, dan kerumitan kasus.
Operasi Usus Buntu (Apendektomi)DitanggungBPJS: ditanggung sebagai tindakan bedah darurat sesuai prosedur rujukan. Mandiri/swasta: kisaran Rp 10.000.000–40.000.000+, bergantung kelas rawat, rumah sakit, dan teknik (laparoskopi vs terbuka).
Operasi Varikokel (Varikokelektomi)DitanggungBPJS: dapat ditanggung dengan indikasi medis & rujukan berjenjang sesuai ketentuan. Swasta: bervariasi, umumnya Rp 5.000.000–25.000.000 atau lebih.
Pemasangan Alat Pacu Jantung (Pacemaker)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: berkisar puluhan hingga ratusan juta rupiah tergantung jenis alat dan rumah sakit.
Septoplasti (Operasi Sekat Hidung Bengkok)DitanggungDitanggung BPJS dengan indikasi medis & rujukan (bukan kosmetik). Swasta: belasan hingga puluhan juta.
Sirkumsisi (Sunat)TidakKonvensional: Rp 500rb-1.5 juta. Klem (Smartklamp/Mahdian): Rp 1-3 juta. Laser: Rp 1.5-4 juta. Anak <2 thn klinik: Rp 500rb-1 juta. Premium clinic dewasa: Rp 3-8 juta.
Splenektomi (Operasi Pengangkatan Limpa)DitanggungDitanggung BPJS dengan indikasi & rujukan. Swasta: puluhan juta tergantung metode dan rumah sakit.
Stimulasi Otak Dalam (DBS)DitanggungBPJS: dapat ditanggung dengan indikasi medis & rujukan berjenjang sesuai ketentuan. Swasta: biaya besar, kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah termasuk alat.
Timpanoplasti (Operasi Gendang Telinga)DitanggungBPJS: ditanggung bila sesuai indikasi dan lewat rujukan berjenjang. Swasta: bervariasi mulai sekitar belasan hingga puluhan juta rupiah tergantung rumah sakit, teknik, dan kelas perawatan.
Tiroidektomi (Operasi Kelenjar Tiroid)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan alur rujukan. Swasta: belasan hingga puluhan juta rupiah, tergantung rumah sakit, kelas perawatan, dan luas operasi.
Tonsilektomi (Operasi Amandel)DitanggungBPJS cover 100% dengan indikasi (rujukan dari Faskes 1 → Sp.THT). RS swasta self-pay: Rp 10-30 juta tergantung teknik (cold knife termurah, coblation/laser premium). Termasuk konsultasi + operasi + 1 malam rawat + obat-obatan.
Transplantasi Ginjal (Cangkok Ginjal)DitanggungBPJS: ditanggung untuk transplantasi yang memenuhi syarat. Mandiri: ratusan juta rupiah (operasi + obat seumur hidup).
Vasektomi (Sterilisasi Pria)DitanggungBPJS cover 100% (program KB nasional). RS/klinik swasta self-pay: Rp 1-3 juta (conventional), Rp 2-5 juta (NSV). Reversal vasovasostomi: Rp 30-100 juta (tidak BPJS, microsurgery di RS premium).

Maternitas

TindakanBPJSEstimasi biaya
Bayi Tabung (IVF / Fertilisasi In Vitro)TidakBPJS: umumnya belum ditanggung. Biaya mandiri relatif mahal, berkisar puluhan hingga ratusan juta rupiah per siklus.
Ekstraksi Vakum (Persalinan dengan Vakum)DitanggungDitanggung BPJS sesuai indikasi persalinan. Swasta: bagian dari biaya persalinan.
Induksi PersalinanDitanggungDitanggung BPJS sesuai indikasi persalinan. Swasta: bagian dari biaya persalinan/rawat inap.
Kuretase (Kuret)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi medis. Swasta: Rp 3-12 juta tergantung kelas dan rumah sakit.
Operasi Caesar (Sectio Caesarea)DitanggungBPJS: Gratis sesuai kelas iuran. Swasta: Rp 12-50 juta.
Persalinan Normal (Vaginal Birth)DitanggungBPJS: ditanggung 100% di Faskes 1 (puskesmas, klinik mitra) dan RS rujukan. Tanpa BPJS - Bidan: Rp 1-3 juta. RS swasta umum: Rp 5-15 juta. RS premium: Rp 15-40 juta. RS internasional/VIP: Rp 30-80 juta.

Endoskopi

TindakanBPJSEstimasi biaya
Artroskopi (Teropong Sendi)DitanggungBPJS: ditanggung bila sesuai indikasi dan prosedur rujukan. Swasta: bervariasi, umumnya Rp 15.000.000-40.000.000 tergantung sendi, tindakan, dan rumah sakit.
Bronkoskopi (Endoskopi Saluran Napas)DitanggungBPJS: cover 100% dengan rujukan dari Sp.P (pulmonologis) atau Sp.PD-Kp ke RS tipe A/B dengan fasilitas bronkoskopi. RS swasta self-pay: bronkoskopi diagnostik tanpa biopsi Rp 3-5 juta. Dengan biopsi + brushing + washing: Rp 5-8 juta. BAL: tambahan Rp 1-2 juta. EBUS-TBNA: Rp 8-15 juta. Terapeutik (ekstraksi benda asing, stenting): Rp 10-25 juta. Biaya patologi: Rp 500rb-2 juta per spesimen. Biaya mikrobiologi BAL: Rp 500rb-1.5 juta.
Endoskopi (EGD / Gastroskopi)DitanggungBPJS: Gratis dengan rujukan. Swasta: Rp 1.5-5 juta (diagnostik), Rp 3-10 juta (dengan terapi/biopsi).
Endoskopi Hidung (Nasoendoskopi)DitanggungDitanggung BPJS dengan indikasi & rujukan. Swasta: Rp 300.000-1.000.000.
Endoskopi Lambung (Gastroskopi)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan rujukan. Swasta: Rp 1.500.000-5.000.000.
ERCP (Endoskopi Saluran Empedu & Pankreas)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: kisaran Rp 8.000.000-30.000.000+, tergantung tindakan (mis. pemasangan stent) dan rumah sakit.
Gastroskopi (Endoskopi Saluran Cerna Atas)DitanggungBPJS: cover 100% dengan rujukan Sp.PD/Sp.PD-KGEH (gastroenterolog). RS swasta self-pay: gastroskopi diagnostik Rp 1.000.000-2.500.000. Dengan biopsi: tambahan Rp 300-700rb. Dengan H. pylori test (CLO): tambahan Rp 200-400rb. Terapeutik (ligasi varises, polipektomi): Rp 3-7 juta. Patologi anatomi: Rp 500rb-1.5 juta per spesimen.
Histeroskopi (Pemeriksaan Rongga Rahim)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan Sp.OG dan indikasi medis. RS swasta self-pay: Histeroskopi diagnostik dengan anestesi lokal: Rp 5-15 juta. Histeroskopi diagnostik dengan anestesi umum/sedasi: Rp 8-20 juta. Polipektomi histeroskopik: Rp 12-25 juta. Miomektomi histeroskopik (submukosa): Rp 18-50 juta tergantung ukuran. Ablasi endometrium: Rp 20-40 juta (alat sekali pakai mahal — NovaSure, Thermachoice). Lisis adesi (Asherman): Rp 15-35 juta. Reseksi septum uteri: Rp 18-40 juta. Termasuk: konsultasi Sp.OG, prosedur, anestesi, kamar operasi, observasi pasca, obat pasca, dan kontrol pertama. Biaya tambahan: USG pre-prosedur (Rp 200-500rb), pemeriksaan patologi sampel (Rp 300-700rb), antibiotik dan analgesik pasca (Rp 100-300rb).
Kapsul Endoskopi (Endoskopi Kapsul)TidakBPJS: umumnya belum ditanggung dan tergolong pemeriksaan khusus, konfirmasikan ke fasilitas kesehatan. Swasta: Rp 5.000.000-15.000.000.
KolonoskopiDitanggungBPJS: ditanggung 100% dengan rujukan. Tanpa BPJS: Rp 3-8 juta (basic). Dengan polipektomi/biopsi: Rp 5-15 juta.
Ligasi Varises Esofagus (Pengikatan)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan. Swasta: bervariasi mulai jutaan rupiah per sesi.
Sistoskopi (Teropong Kandung Kemih)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan prosedur rujukan. Swasta: kisaran Rp 1.500.000-7.000.000 tergantung jenis bius dan tindakan tambahan.

Diagnostik & Imaging

TindakanBPJSEstimasi biaya
AmniosentesisDitanggungDitanggung BPJS dengan indikasi & rujukan. Swasta: bervariasi (termasuk biaya pemeriksaan genetik).
Analisis Sperma (Pemeriksaan Air Mani)TidakBPJS: umumnya tidak menanggung pemeriksaan kesuburan; ikuti ketentuan rujukan yang berlaku. Swasta: Rp 150.000-700.000.
Angiografi Koroner (Kateterisasi Jantung)DitanggungBPJS: cover dengan rujukan Sp.JP dan indikasi medis (suspek PJK, ACS, evaluasi pra operasi). RS swasta self-pay: Angiografi diagnostik saja: Rp 15-35 juta (termasuk konsultasi, prosedur, kontras, kateter, kamar cath lab, anestesi, observasi 4-6 jam). Angiografi + PCI dengan 1 stent (Drug-Eluting Stent): Rp 80-150 juta. PCI dengan 2 stent: Rp 100-200 juta. PCI kompleks (multi-vessel, bifurkasi, CTO): Rp 150-300 juta. CABG (operasi bypass koroner) sebagai alternatif: Rp 200-500 juta. CT Coronary Angiography (non-invasif, untuk skrining risiko intermediate): Rp 5-15 juta. FFR/iFR pengukuran: tambahan Rp 10-25 juta. IVUS atau OCT: tambahan Rp 10-30 juta. Termasuk: konsultasi Sp.JP intervention, prosedur, alat habis pakai, kamar cath lab, anestesi, observasi pasca, dan medikasi.
Aspirasi & Biopsi Sumsum TulangDitanggungDitanggung BPJS dengan indikasi & rujukan. Swasta: bervariasi (termasuk pemeriksaan patologi).
Audiometri (Tes Pendengaran)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis melalui rujukan ke poli THT. Mandiri/swasta: kisaran Rp 50.000-300.000.
Biopsi (Pengambilan Sampel Jaringan)DitanggungFNA: Rp 300rb-1.5 juta. Core needle (payudara/prostat): Rp 1.5-5 juta. Eksisi kulit: Rp 500rb-2 juta. Endoskopi+biopsi: Rp 2-8 juta. Bone marrow: Rp 3-10 juta. Plus pemeriksaan PA: Rp 500rb-3 juta. BPJS cover semua dengan indikasi medis kalau lewat rujukan.
Biopsi & Aspirasi Sumsum TulangDitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan yang sesuai prosedur. Swasta: kisaran Rp 1.000.000-5.000.000.
Biopsi Endometrium (Sampel Lapisan Rahim)DitanggungBPJS: ditanggung bila ada indikasi medis & rujukan berjenjang yang sesuai. Swasta: kisaran Rp 500.000–2.500.000, belum termasuk biaya pemeriksaan laboratorium patologi.
Biopsi Jarum Halus Tiroid (FNAB)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: kisaran Rp 500.000-2.500.000, sering ditambah biaya USG dan pemeriksaan patologi.
Biopsi KulitDitanggungBPJS: ditanggung bila ada indikasi medis dan melalui rujukan yang sesuai. Swasta: biaya tindakan + pemeriksaan patologi umumnya berkisar Rp 500.000-2.500.000.
Biopsi ParuDitanggungDitanggung BPJS dengan indikasi & rujukan. Swasta: bervariasi tergantung metode (jarum/bronkoskopi/bedah).
CT ScanDitanggungBPJS: Gratis dengan rujukan ke RS rujukan. Swasta: Rp 1-5 juta tanpa kontras, Rp 2-8 juta dengan kontras.
CT Scan KepalaDitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan rujukan. Swasta: Rp 1.000.000-3.500.000 (tanpa kontras), lebih tinggi bila dengan kontras.
CT Scan Toraks (Dada)DitanggungDitanggung BPJS dengan indikasi & rujukan. Swasta: Rp 800.000-2.500.000 (lebih tinggi bila dengan kontras).
Densitometri Tulang (BMD / DEXA Scan)TidakSwasta: bervariasi, sekitar Rp 200.000 hingga jutaan rupiah tergantung area yang dipindai dan fasilitas.
Echokardiografi (USG Jantung)DitanggungBPJS cover 100% dengan rujukan dari Sp.JP/Sp.PD. RS swasta self-pay: TTE Rp 600rb-1.5 juta. TEE Rp 3-7 juta. Stress echo Rp 2-5 juta. Kombinasi 3D + strain imaging: tambahan Rp 500rb-2 juta. Hasil + interpretasi cardiologist: termasuk biaya.
EEG (Elektroensefalografi)DitanggungBPJS: cover dengan rujukan Sp.S/Sp.A dan indikasi medis (epilepsi, kejang, gangguan kesadaran). RS swasta self-pay: EEG RUTIN: Rp 500rb-1.5 juta (termasuk konsultasi neurolog untuk interpretasi). EEG SLEEP-DEPRIVED atau EEG TIDUR: Rp 700rb-2 juta. EEG dengan sedasi anak: Rp 1.5-3 juta. AMBULATORY EEG 24 JAM: Rp 2-5 juta. VIDEO EEG MONITORING (VEM) RAWAT INAP 1-7 HARI: Rp 5-30 juta (tergantung durasi, sering termasuk paket rawat inap). EEG INTRAOPERATIF: termasuk dalam paket operasi. EEG ICU continuous: termasuk dalam biaya ICU. Interpretasi ulang oleh neurolog spesialis: Rp 200-500rb. Klinik spesialis epilepsi (RSCM, RS PIK, dll): tarif lebih tinggi tapi expertise lebih baik untuk kasus kompleks.
EKG / Elektrokardiogram (Rekam Jantung)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi dan rujukan. Swasta: EKG istirahat Rp 50.000-200.000; treadmill test Rp 300.000-1.000.000.
EMG (Elektromiografi) dan Studi Hantar SarafDitanggungBPJS: ditanggung bila sesuai indikasi medis dan rujukan. Swasta: sekitar Rp 500.000-2.500.000 tergantung jumlah area yang diperiksa.
FibroScan (Elastografi Hati)DitanggungBPJS: dengan indikasi medis & rujukan sesuai ketentuan faskes. Swasta: sekitar Rp 350.000-1.500.000.
Holter Monitoring (Rekam Jantung 24 Jam)DitanggungBPJS: dapat ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: kisaran Rp 500.000-2.500.000.
Kardiotokografi (CTG)DitanggungDitanggung BPJS pada pemeriksaan kehamilan/persalinan sesuai indikasi. Swasta: Rp 100.000-400.000.
Kateterisasi Jantung (Angiografi Koroner)DitanggungBPJS: Gratis (diagnostik & PCI) di RS jantung rujukan. Swasta: Diagnostik Rp 15-30 juta. PCI + 1 stent: Rp 80-200 juta. Stent kompleks: Rp 150-300 juta.
KolposkopiDitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi. Swasta: Rp 500.000-2.000.000 (lebih tinggi bila disertai biopsi dan pemeriksaan patologi).
MamografiDitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi & rujukan. Tanpa BPJS: Rp 500rb-1.2 juta (skrining), Rp 1-2.5 juta (diagnostik dengan USG).
MRI (Magnetic Resonance Imaging)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan dari spesialis. Tanpa BPJS: Rp 2-6 juta tergantung area & jumlah sequence.
MRI Otak (Magnetic Resonance Imaging Kepala)DitanggungBPJS: cover 100% dengan rujukan dari Sp.S/Sp.BS/Sp.PD ke RS tipe A/B dengan fasilitas MRI. RS swasta self-pay: MRI otak tanpa kontras Rp 2-4 juta. Dengan kontras gadolinium: Rp 3-6 juta. MRI multimodal (MRI + MRA + MRS): Rp 5-10 juta. Sedasi anestesi: tambahan Rp 1-3 juta. Biaya kontras gadolinium: Rp 500rb-1.5 juta. Hasil + interpretasi: termasuk biaya.
MRI Tulang BelakangDitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi dan rujukan. Swasta: Rp 1.500.000-4.500.000.
Pap Smear (Skrining Kanker Serviks)DitanggungBPJS cover 1x/tahun untuk wanita 30-50 tahun (program nasional). Pap smear konvensional di RS swasta: Rp 250-500rb. Liquid-based (LBC, lebih akurat): Rp 500rb-1.5 juta. Co-test dengan HPV DNA: Rp 800rb-2.5 juta. Hasil + konsultasi follow-up: tambahan Rp 200-500rb.
Pemeriksaan Funduskopi (Periksa Bagian Belakang Mata)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis lewat rujukan ke dokter mata. Swasta: sekitar Rp 100.000-400.000, lebih bila disertai fundus foto.
Pemeriksaan Hormon ReproduksiDitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan yang sesuai. Swasta: sekitar Rp 150.000-500.000 per parameter hormon; panel lengkap dapat mencapai Rp 1.000.000-3.000.000.
PET Scan (PET-CT)DitanggungBPJS: dapat dijamin dengan indikasi medis & rujukan sesuai ketentuan. Swasta: berkisar Rp 5.000.000-12.000.000.
Polisomnografi (Sleep Study / Studi Tidur)TidakBervariasi mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung fasilitas dan jenis pemeriksaan (di laboratorium tidur atau alat portabel di rumah). Ketentuan penanggungan dapat berbeda tiap fasilitas — konfirmasikan biaya dan kemungkinan rujukan ke faskes Anda.
Pungsi Lumbal (Lumbar Puncture)DitanggungBPJS: ditanggung bila ada indikasi medis sesuai prosedur. Biaya mandiri bervariasi antar fasilitas.
Rontgen Sendi (X-Ray Sendi)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan rujukan. Swasta: sekitar Rp 150.000-500.000 per area, tergantung jumlah posisi/foto.
Rontgen Thorax (Foto Rontgen Dada)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi. Swasta: Rp 80.000-250.000.
Skrining Autisme (M-CHAT)DitanggungSkrining tumbuh kembang tersedia di Posyandu/Puskesmas (program pemerintah). Pemeriksaan lanjutan sesuai indikasi.
Skrining Pendengaran BayiDitanggungSebagian fasilitas menyediakan; ditanggung BPJS sesuai indikasi & rujukan. Swasta: bervariasi.
Skrining Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK)DitanggungGratis di Posyandu/Puskesmas (program pemerintah). Pemeriksaan lanjutan sesuai indikasi.
Spirometri (Tes Fungsi Paru)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi. Swasta: Rp 100.000-350.000.
Tes Alergi (Skin Prick Test)DitanggungBPJS: dapat ditanggung dengan rujukan dan indikasi. Swasta: Rp 300.000-1.500.000 tergantung jumlah alergen yang diuji.
Tes Antibodi Autoimun (ANA & Panel Autoimun)DitanggungBPJS: dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: tes ANA sekitar Rp 150.000-600.000; panel autoimun lebih lengkap bisa Rp 800.000-3.000.000 atau lebih.
Tes Bilirubin (Pemeriksaan Kadar Bilirubin Bayi)DitanggungDitanggung BPJS pada perawatan bayi sesuai indikasi. Swasta: bervariasi (transkutan lebih murah dari serum).
Tes Fungsi Kognitif (MMSE/MoCA)DitanggungBPJS: dengan indikasi & rujukan dokter. Swasta: sekitar Rp 100.000-500.000.
Tes Fungsi Pembekuan DarahDitanggungDitanggung BPJS sesuai indikasi. Swasta: bervariasi tergantung jenis pemeriksaan.
Tes Fungsi Tiroid (TSH, FT4)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: sekitar Rp 100.000-400.000 untuk TSH/FT4, lebih tinggi bila ditambah FT3 atau antibodi tiroid.
Tes G6PD (Skrining Defisiensi G6PD)DitanggungDitanggung BPJS sesuai indikasi/skrining. Swasta: bervariasi.
Tes Gonore & Klamidia (Pemeriksaan Duh Tubuh / NAAT)DitanggungBPJS: dengan indikasi medis & rujukan. Layanan IMS di puskesmas/klinik tertentu bisa gratis/subsidi. Swasta: Rp 150.000-1.500.000 per pemeriksaan.
Tes HIV (Skrining HIV)DitanggungSering gratis atau terjangkau di banyak puskesmas dan layanan pemerintah. Swasta: Rp 50.000-300.000.
Tes IgE Spesifik (Tes Alergi Darah)DitanggungBPJS: dengan indikasi & rujukan dokter. Swasta: bervariasi, sekitar Rp 200.000-2.500.000 ke atas.
Tes Mantoux (Uji Tuberkulin)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan rujukan. Swasta: relatif terjangkau, tersedia di fasilitas kesehatan.
Tes Serologi Sifilis (VDRL/RPR & TPHA)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi & rujukan; skrining ibu hamil sering tersedia gratis di puskesmas. Swasta: Rp 50.000-300.000 per jenis tes.
TimpanometriDitanggungDitanggung BPJS dengan indikasi & rujukan. Swasta: Rp 100.000-350.000 (sering sepaket dengan audiometri).
Uji Provokasi Makanan (Food Challenge)DitanggungBPJS: dengan indikasi medis & rujukan ke fasilitas yang mampu. Swasta: bervariasi, umumnya Rp 1.000.000-5.000.000+ tergantung fasilitas dan lama observasi.
Uji Tempel (Patch Test)DitanggungBPJS: dapat ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: kisaran Rp 500.000-2.500.000.
USG (Ultrasonografi)DitanggungBPJS: Gratis dengan rujukan. Swasta: Rp 250.000 - Rp 1 juta tergantung area (kandungan biasanya Rp 300-500rb).
USG Abdomen (USG Perut Lengkap)DitanggungBPJS: cover 100% dengan rujukan dari Sp.PD/Sp.B/Sp.Rad atau dokter umum FKTP. RS swasta self-pay: USG abdomen lengkap Rp 300.000-800.000. Dengan Doppler (vascular): tambahan Rp 200-500rb. USG hati khusus + elastografi (FibroScan): Rp 800rb-2 juta. Hasil + interpretasi radiolog: termasuk biaya. Beberapa klinik radiologi tawarkan paket cek perut Rp 400-600rb.
USG Doppler Pembuluh DarahDitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: Rp 300.000-1.500.000.
USG Ginjal dan Saluran KemihDitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan rujukan. Swasta: Rp 150.000-500.000.
USG Kandungan (Ultrasonografi Kehamilan/Ginekologi)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: Rp 150.000-500.000 per pemeriksaan.
USG Kehamilan (Ultrasonografi Kandungan)DitanggungBPJS: pemeriksaan kehamilan (ANC) di faskes ditanggung sesuai ketentuan, dan USG dasar makin didorong dalam pemeriksaan kehamilan. Swasta: Rp 100.000-350.000 (2D) hingga Rp 300.000-700.000 (4D).
USG Skrotum (USG Buah Zakar)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: Rp 250.000-700.000.
USG Tiroid (USG Kelenjar Gondok)DitanggungBPJS: dapat ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: sekitar Rp 200.000-700.000.
USG Transvaginal (USG Dalam)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: sekitar Rp 150.000-500.000.

Terapi

TindakanBPJSEstimasi biaya
Ablasi EndometriumDitanggungBPJS: dapat dijamin dengan indikasi medis & rujukan sesuai ketentuan. Swasta: kisaran Rp 5.000.000-20.000.000 tergantung metode dan rumah sakit.
Ablasi Jantung (Ablasi Kateter)DitanggungBPJS: dapat ditanggung dengan indikasi medis & rujukan berjenjang. Swasta: bervariasi besar, umumnya puluhan juta rupiah tergantung jenis aritmia, alat, dan rumah sakit.
Analisis Perilaku Terapan (ABA)TidakUmumnya belum sepenuhnya ditanggung BPJS; sebagian tersedia di RS/klinik tumbuh kembang. Swasta: bervariasi, sering per sesi/paket.
Aspirasi Cairan Sendi (Artrosentesis)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis melalui rujukan. Swasta: kisaran Rp 300.000-1.500.000, belum termasuk analisis laboratorium cairan sendi.
Behel (Kawat Gigi / Perawatan Ortodonti)TidakBPJS umumnya tidak menanggung ortodonti estetik. Swasta: Rp 5.000.000-30.000.000+ tergantung jenis dan kasus.
Bilas Lambung (Kuras Lambung)DitanggungDilakukan di IGD/rumah sakit; ditanggung BPJS sesuai ketentuan gawat darurat.
Chemical Peeling (Peeling Kimia)TidakUmumnya tidak ditanggung BPJS (estetika). Swasta: Rp 200.000-1.500.000 per sesi, sering perlu beberapa sesi.
Cuci Darah (Hemodialisis)DitanggungBPJS: Gratis (2-3 sesi/minggu seumur hidup atau sampai transplantasi). Swasta: Rp 1-3 juta/sesi.
Debridement LukaDitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis. Swasta: bervariasi tergantung jenis dan luas luka.
Dialisis Peritoneal (CAPD)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai ketentuan untuk penderita gagal ginjal yang memenuhi indikasi medis, termasuk cairan dialisat dan tindakan rutin.
Elektrokauter (Bedah Listrik / Kauter)DitanggungBPJS: dapat ditanggung bila ada indikasi medis sesuai prosedur rujukan. Swasta: sekitar Rp 150.000-1.000.000 per lesi.
ESWL (Tembak Batu Ginjal)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi medis. Swasta: Rp 7-25 juta per sesi.
Fisioterapi (Rehabilitasi Medik)DitanggungBPJS: gratis dengan rujukan dari dokter spesialis (Sp.KFR/Sp.OT/Sp.S/Sp.JP) — umumnya 8-12 sesi per rujukan, bisa diperpanjang. RS swasta self-pay: konsultasi awal Sp.KFR Rp 250-500rb. Sesi fisioterapi: Rp 100-300rb (puskesmas/klinik) sampai Rp 300-700rb (RS swasta premium). Paket 10 sesi: Rp 1-5 juta. Home visit: Rp 200-500rb per kunjungan. Alat khusus (gym ball, theraband): Rp 100-500rb.
Fototerapi (Terapi Sinar Bayi Kuning)DitanggungBPJS: ditanggung untuk bayi peserta sesuai indikasi. Swasta: Rp 300.000-1.500.000 per hari, di luar biaya rawat bayi.
Fototerapi Kulit (Terapi Sinar UV)DitanggungDapat ditanggung BPJS dengan indikasi medis & rujukan (mis. psoriasis/vitiligo). Swasta: Rp 100.000-400.000 per sesi, dan perlu banyak sesi.
Imunoterapi Alergi (Desensitisasi)TidakBiaya bervariasi dan umumnya mandiri/swasta (mencakup tes alergi, alergen, dan kunjungan rutin selama bertahun-tahun). Konfirmasi ke fasilitas kesehatan dan BPJS sesuai indikasi & rujukan.
Imunoterapi KankerDitanggungBPJS: sebagian obat dapat dijamin dengan indikasi & prosedur tertentu. Biaya swasta sangat bervariasi, sering puluhan juta rupiah per siklus.
Injeksi Epidural Steroid (ESI)DitanggungBPJS: dapat ditanggung sesuai indikasi medis dan prosedur rujukan. Swasta: kisaran Rp 2.000.000-8.000.000 per sesi, bergantung rumah sakit dan penggunaan fluoroskopi.
Injeksi Kortikosteroid Sendi (Suntik Sendi)DitanggungBPJS: dapat ditanggung sesuai indikasi medis melalui rujukan. Swasta: kisaran biaya bervariasi, umumnya Rp 300.000-1.500.000 per tindakan tergantung obat, sendi, dan penggunaan panduan USG.
Inseminasi Buatan (IUI)TidakUmumnya belum ditanggung BPJS. Biaya per siklus jauh lebih ringan daripada bayi tabung (IVF), namun bervariasi antar klinik. Konfirmasikan rincian ke fasilitas kesehatan.
Irigasi Serumen (Pembersihan Kotoran Telinga)DitanggungBPJS: ditanggung bila ada indikasi medis melalui faskes. Klinik/dokter THT swasta: Rp 100.000-400.000.
KemoterapiDitanggungBPJS: Gratis di RS rujukan (regimen standar). Swasta: Rp 3-15 juta per siklus, total 4-12 siklus.
Konsultasi Psikiatri (Pemeriksaan Kesehatan Jiwa)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan sesuai prosedur faskes. Swasta: Rp 200.000-700.000 per sesi (di luar obat).
Krioterapi (Terapi Beku / Nitrogen Cair)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis melalui rujukan. Swasta: kisaran Rp 150.000-700.000 per sesi.
Laser Retina (Fotokoagulasi Laser)DitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan prosedur rujukan. Swasta: bervariasi per sesi, sekitar Rp 1.500.000-5.000.000 tergantung rumah sakit dan jenis laser.
Ligasi Wasir (Pengikatan Karet)DitanggungBPJS: dapat ditanggung sesuai indikasi dan prosedur rujukan. Swasta: kisaran Rp 1.000.000-4.000.000 tergantung rumah sakit dan jumlah sesi.
Manuver Heimlich (Pertolongan Tersedak)DitanggungPertolongan pertama tanpa biaya; penanganan lanjutan di IGD ditanggung sesuai ketentuan gawat darurat.
MikrodermabrasiTidakTidak ditanggung BPJS (estetika). Swasta: Rp 150.000-800.000 per sesi.
Nebulisasi (Terapi Nebulizer)DitanggungBPJS: ditanggung bila ada indikasi medis di faskes. Swasta: tindakan per sesi bervariasi; alat nebulizer rumahan relatif terjangkau (umumnya ratusan ribu rupiah).
Parasentesis (Pengeluaran Cairan Perut/Asites)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: bervariasi, sekitar Rp 500.000-3.000.000 atau lebih, belum termasuk USG, albumin, dan rawat inap bila diperlukan.
Pemasangan IUD (KB Spiral)DitanggungBiaya terjangkau dan sering ditanggung program KB/BPJS di puskesmas atau fasilitas mitra. Swasta: Rp 300.000-1.500.000 tergantung jenis IUD dan tempat layanan.
Pemasangan Kateter UrinDitanggungBPJS: ditanggung sebagai bagian perawatan sesuai indikasi medis. Swasta: kisaran Rp 150.000-500.000 termasuk alat, bisa berbeda tiap fasilitas.
Pemasangan Ring Jantung (Pasang Stent / PCI)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi medis. Swasta: Rp 80-200 juta tergantung jumlah dan jenis ring (drug-eluting stent vs bare-metal) serta kelas rawat.
Pemasangan WSD (Selang Dada)DitanggungDitanggung BPJS sesuai indikasi gawat darurat/rawat inap. Swasta: bagian dari biaya tindakan dan rawat inap.
Pembidaian (Splinting)DitanggungPertolongan pertama sederhana; penanganan patah tulang lanjutan (rontgen, gips, operasi) ditanggung BPJS sesuai indikasi.
Perawatan Saluran Akar (PSA / Root Canal)DitanggungBPJS: sebagian ditanggung sesuai ketentuan dan indikasi. Swasta: ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung gigi dan klinik (belum termasuk crown).
Plasmaferesis (Pertukaran Plasma Darah)DitanggungBPJS: dapat ditanggung dengan indikasi medis & rujukan yang sesuai di fasilitas rujukan. Swasta: biaya bervariasi besar karena dihitung per sesi dan sering perlu beberapa sesi. Konfirmasikan langsung ke rumah sakit.
Psikoterapi (Terapi Bicara / CBT)DitanggungBPJS: sebagian layanan kesehatan jiwa ditanggung lewat rujukan (puskesmas/RS). Konsultasi psikolog swasta umumnya Rp 150.000-500.000+ per sesi.
Radioterapi (Terapi Radiasi)DitanggungBPJS: ditanggung sebagai bagian penanganan kanker dengan rujukan. Swasta: bervariasi besar, puluhan juta untuk satu rangkaian, tergantung teknik dan jumlah sesi.
Rehabilitasi NAPZA (Pemulihan Kecanduan)TidakLayanan rehabilitasi tersedia antara lain melalui BNN dan fasilitas kesehatan; sebagian layanan pemerintah dapat tanpa biaya/subsidi. Fasilitas swasta sangat bervariasi, mulai jutaan hingga puluhan juta Rupiah per program.
Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR)DitanggungPertolongan darurat tanpa biaya; penanganan lanjutan henti jantung ditanggung BPJS sesuai ketentuan gawat darurat. Kursus RJP/BHD tersedia berbayar.
Scaling Gigi (Pembersihan Karang Gigi)DitanggungBPJS: ditanggung di faskes sesuai indikasi medis (mis. gingivitis), umumnya dibatasi frekuensinya. Swasta: Rp 150.000-600.000 tergantung tingkat karang gigi dan klinik.
Stimulasi Magnetik Transkranial (TMS)TidakUmumnya belum ditanggung BPJS; tersedia di sebagian RS/klinik jiwa. Swasta: bervariasi, per sesi/paket (relatif mahal).
Suntik Mata Anti-VEGF (Injeksi Intravitreal)TidakCenderung tinggi karena harga obat anti-VEGF mahal dan suntikan sering berulang; per suntikan dapat mencapai jutaan rupiah. Cakupan BPJS sangat bergantung indikasi dan obat — konfirmasikan ke rumah sakit dan BPJS sebelum tindakan.
Tambal Gigi (Penambalan Gigi)DitanggungBPJS: sebagian ditanggung di faskes sesuai ketentuan. Swasta: Rp 150.000 - 1.000.000+ per gigi tergantung bahan dan tingkat kerusakan.
Terapi Biologis (Obat Biologik)DitanggungBPJS: dapat ditanggung dengan indikasi ketat & rujukan dokter spesialis sesuai aturan yang berlaku. Tergolong terapi mahal; biaya swasta per pemberian dapat mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah, tergantung jenis biologik.
Terapi Elektrokonvulsi (ECT)DitanggungBPJS: dapat ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: bervariasi per sesi, umumnya Rp 1.000.000-3.000.000.
Terapi Elektrokonvulsif (ECT)DitanggungBervariasi antar fasilitas. Sebagian dapat ditanggung BPJS sesuai indikasi dan ketentuan rujukan. Biaya mandiri/swasta berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah per sesi tergantung rumah sakit dan jumlah sesi.
Terapi Laser KulitTidakUmumnya tidak ditanggung BPJS (estetika). Swasta: bervariasi luas, ratusan ribu hingga jutaan rupiah per sesi.
Terapi OkupasiDitanggungBPJS: sebagian dapat ditanggung melalui layanan rehabilitasi medik dengan rujukan sesuai indikasi. Swasta: biaya per sesi bervariasi, umumnya mulai dari ratusan ribu rupiah tergantung fasilitas dan durasi.
Terapi Perilaku Kognitif (CBT)DitanggungSebagian layanan psikologi/psikiatri di faskes ditanggung BPJS dengan rujukan. Swasta: Rp 200.000-700.000 per sesi.
Terapi Wicara (Speech Therapy)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan (mis. rehabilitasi pasca-stroke). Swasta: sekitar Rp 150.000-500.000 per sesi.
Terapi Yodium Radioaktif (RAI)DitanggungBPJS: dapat ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai ketentuan. Swasta: biaya bervariasi (umumnya Rp 5.000.000-20.000.000 atau lebih, termasuk persiapan dan pemantauan).
TMS (Stimulasi Magnetik Transkranial)TidakBiaya bervariasi karena dilakukan dalam beberapa sesi; total bisa mencapai puluhan juta rupiah. Ketersediaan masih terbatas di fasilitas tertentu.
Torasentesis (Pungsi Pleura)DitanggungDitanggung BPJS dengan indikasi & rujukan. Swasta: bervariasi (ratusan ribu hingga jutaan, tergantung panduan USG dan pemeriksaan cairan).
Transfusi DarahDitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi. Mandiri: biaya pengolahan darah PMI sekitar Rp 360.000 per kantong, di luar biaya rawat dan tindakan.
Transfusi Tukar (Exchange Transfusion)DitanggungDitanggung BPJS pada perawatan bayi sesuai indikasi (perawatan NICU).
Transplantasi Sumsum Tulang (Cangkok Sel Punca)DitanggungBPJS: dapat dijamin sesuai indikasi medis & prosedur rujukan di rumah sakit rujukan yang ditunjuk. Swasta: biaya sangat tinggi, umumnya ratusan juta hingga miliaran rupiah tergantung jenis dan kondisi.
Vaksinasi HPVDitanggungProgram imunisasi nasional: GRATIS untuk sasaran (anak perempuan kelas 5-6 SD). Mandiri/swasta: Rp 700.000-2.500.000 per dosis.
Veneer GigiTidakUmumnya TIDAK ditanggung BPJS karena bersifat estetik. Swasta: berkisar Rp 1.000.000-7.000.000+ per gigi.
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Biaya pengobatan penyakit kronis & kritis

Penyakit kronis dan kritis sering memerlukan biaya jangka panjang yang besar — alasan kuat untuk proteksi kesehatan sejak dini.

PenyakitEstimasi biaya pengobatan
AdenomiosisBervariasi: pemeriksaan USG relatif terjangkau, MRI lebih mahal; terapi hormon berkelanjutan dan tindakan operasi (histerektomi) berbiaya besar. Banyak layanan ditanggung jaminan kesehatan sesuai indikasi.
ADHD (Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktivitas)Bervariasi: konsultasi psikiater/psikolog, terapi perilaku, dan bila perlu obat rutin; banyak layanan kesehatan jiwa tersedia di fasilitas kesehatan dan sebagian ditanggung program jaminan.
Anafilaksis (Reaksi Alergi Berat)Penanganan gawat darurat dan rawat inap bervariasi sesuai fasilitas; autoinjektor adrenalin relatif mahal dan perlu diperbarui sebelum kedaluwarsa.
Anemia AplastikBiaya bervariasi dan bisa sangat tinggi, terutama untuk transfusi berulang, imunosupresan, serta transplantasi sumsum tulang; sebagian besar dapat ditanggung BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis.
Apendisitis (Usus Buntu)Operasi laparoskopi: Rp 15-40 juta (RS swasta). Operasi terbuka: Rp 10-25 juta. BPJS cover 100% kalau lewat alur darurat (IGD). Tanpa BPJS plus rawat 3-7 hari: Rp 25-80 juta.
Asam Urat (Gout)Allopurinol generik: Rp 30-80rb/bulan. NSAID serangan: Rp 50-200rb/episode. Cek asam urat: Rp 30-80rb.
Asma BronkialInhaler SABA (salbutamol) generik: Rp 30–80 ribu. ICS (budesonide) per bulan: Rp 150–400 ribu. Serangan berat (nebulisasi + rawat inap): Rp 5–30 juta. Biologik: Rp 8–25 juta/dosis. BPJS cover obat dasar dan perawatan dengan rujukan.
BronkiektasisBervariasi: obat harian dan fisioterapi relatif terjangkau, namun pemeriksaan HRCT dan rawat inap saat infeksi berat bisa mahal.
BronkiolitisKasus ringan umumnya murah dengan perawatan di rumah; rawat inap dengan oksigen pada kasus berat biayanya lebih tinggi dan umumnya ditanggung JKN/BPJS bila sesuai prosedur.
Defisiensi G6PDPengelolaan utama (menghindari pemicu) tidak berbiaya. Pemeriksaan enzim G6PD dan perawatan saat serangan (mis. transfusi/rawat inap) memerlukan biaya sesuai fasilitas kesehatan.
Degenerasi Makula (AMD)Pemeriksaan dan kisi Amsler relatif terjangkau; suntikan anti-VEGF untuk jenis basah berbiaya lebih tinggi dan biasanya perlu diulang. Konfirmasikan cakupan ke fasilitas kesehatan Anda.
Demam Berdarah Dengue (DBD)Rawat jalan + lab: Rp 500 ribu–2 juta. Rawat inap standar 5–7 hari: Rp 8–25 juta. Dengue Syok Syndrome dengan ICU: Rp 40–120 juta. BPJS cover semua dengan rujukan.
Demensia & Penyakit AlzheimerBiaya jangka panjang dapat besar: kontrol rutin, obat, dan terutama biaya perawatan serta pendampingan harian. Sebagian layanan dapat ditanggung program JKN/BPJS Kesehatan sesuai ketentuan.
Depresi (Gangguan Depresi Mayor)Konsultasi psikolog: Rp 150-500rb/sesi. Konsultasi psikiater: Rp 200-700rb. Antidepresan generik: Rp 30-150rb/bulan. BPJS menanggung layanan kesehatan jiwa dengan rujukan berjenjang.
Diabetes Gestasional (Kencing Manis saat Hamil)Pengaturan pola makan dan aktivitas relatif murah; biaya bertambah bila perlu pemantauan gula darah mandiri, insulin, dan pemeriksaan janin lebih intensif. Banyak layanan ANC dan penanganannya dapat dijamin JKN/BPJS Kesehatan sesuai ketentuan.
Diabetes MelitusRp 5-15 juta/tahun (obat oral + kontrol). Insulin: Rp 10-30 juta/tahun. Komplikasi (cuci darah, retinopati): Rp 50-200 juta/tahun.
Diabetes Melitus Tipe 2Obat oral generik (metformin + sulfonilurea): Rp 100–400 ribu/bulan. Kombinasi modern (metformin + SGLT-2i atau DPP-4i branded): Rp 500 ribu–2 juta/bulan. Insulin basal: Rp 300 ribu–1,2 juta/bulan. GLP-1 RA (semaglutide injeksi): Rp 3–8 juta/bulan. HbA1c tiap 3 bulan: Rp 150–400 ribu. Skrining komplikasi tahunan: Rp 1,5–4 juta. Bedah bariatrik: Rp 80–250 juta. BPJS cover metformin, sulfonilurea, insulin human, dan monitoring lab dasar.
DifteriPenanganan rawat inap, ADS, dan isolasi tergolong mahal; vaksin DPT tersedia gratis lewat program imunisasi pemerintah.
Efusi Pleura (Cairan di Paru)Biaya bervariasi tergantung penyebab dan tindakan; torasentesis, pemasangan WSD, pemeriksaan penunjang, hingga rawat inap dapat cukup besar. Umumnya ditanggung BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis dan prosedur rujukan.
Eksim (Dermatitis Atopik)Pelembab khusus: Rp 100-300rb/bulan. Steroid topikal: Rp 30-150rb/tube. Tacrolimus: Rp 200-500rb. Dupilumab: Rp 8-15 juta/dosis bulanan.
EndometriosisKonsultasi obgyn: Rp 250-700rb. USG transvaginal: Rp 400-800rb. MRI pelvis: Rp 2-5 juta. Laparoskopi diagnosis + treatment: Rp 20-60 juta (RS swasta). Lupron suntik bulanan: Rp 1.5-2.5 juta/dosis. Pil KB harian: Rp 50-200rb/bulan. BPJS cover dengan indikasi medis (umumnya laparoskopi setelah gagal hormonal).
Epilepsi (Ayan)Obat anti-epilepsi umumnya perlu jangka panjang; banyak tersedia dalam program JKN/BPJS. Biaya pemeriksaan penunjang (EEG, CT/MRI otak) bervariasi sesuai fasilitas.
Fatty Liver (Perlemakan Hati Non-Alkoholik / NAFLD)Tes hati lengkap (ALT, AST, GGT, ALP, albumin, bilirubin): Rp 200-500rb. USG abdomen: Rp 250-600rb. Fibroscan (elastografi): Rp 800rb-2 juta. MRI elastography (PDFF): Rp 3-5 juta. Biopsi hati (gold standard fibrosis): Rp 5-10 juta. Konsul SpPD/Sp.PD-KGEH: BPJS via rujukan. Treatment lifestyle = gratis.
Fibrilasi Atrium (Gangguan Irama Jantung)Biaya bervariasi tergantung obat dan tindakan; pemantauan jangka panjang serta antikoagulan dan ablasi dapat cukup tinggi. Banyak layanan terkait penyakit jantung tercakup dalam jaminan kesehatan nasional/asuransi sesuai indikasi.
Fibrosis ParuObat antifibrotik dan pemantauan jangka panjang tergolong mahal; sebagian penanganan dapat ditanggung BPJS/asuransi sesuai indikasi.
Filariasis (Kaki Gajah)Obat POPM disediakan gratis lewat program pemerintah; perawatan kasus lanjut (mis. hidrokel) bisa memerlukan biaya lebih.
Gagal Jantung (Heart Failure)Rawat inap dekompensasi akut: Rp 20–80 juta. Obat 4 pilar per bulan: Rp 500 ribu–3 juta (generik vs brand). Ekokardiografi: Rp 500 ribu–2 juta. ICD implant: Rp 100–300 juta. BPJS cover rawat inap, obat generik, dan tindakan dengan rujukan.
Gangguan BipolarKonsultasi psikiater dan obat penstabil mood relatif terjangkau, terutama jika ditanggung BPJS Kesehatan; biaya bisa meningkat bila perlu rawat inap saat fase berat.
Gangguan Kecemasan (Anxiety)Konsultasi psikolog: Rp 150-500rb/sesi. Konsultasi psikiater: Rp 200-700rb. Obat generik: Rp 30-150rb/bulan. BPJS menanggung layanan kesehatan jiwa dengan rujukan berjenjang.
Gangguan Makan (Anoreksia & Bulimia)Bervariasi; penanganan jangka panjang oleh tim (dokter, gizi, psikolog/psikiater) hingga kemungkinan rawat inap membuat biaya bisa besar.
Gangguan Pendengaran (Tuli)Pembersihan serumen dan pengobatan infeksi relatif terjangkau di puskesmas/klinik. Tes pendengaran (audiometri) biayanya sedang. Alat bantu dengar dan terutama implan koklea membutuhkan biaya besar dan perawatan lanjutan. Penanganan tuli mendadak dan sebagian tindakan THT umumnya dapat dijamin JKN sesuai indikasi dan prosedur rujukan — pastikan datang lewat jalur yang benar dan tepat waktu.
Gangguan Spektrum Autisme (Autisme)Bervariasi tergantung jenis dan durasi terapi (wicara, okupasi, perilaku) serta dukungan pendidikan; deteksi dini di fasilitas kesehatan primer relatif terjangkau.
GERD (Asam Lambung Naik)Perubahan gaya hidup tanpa biaya; obat bebas (antasida) relatif murah, sedangkan PPI/H2 dan pemeriksaan endoskopi memerlukan resep serta biaya lebih.
GERD & Maag (Dispepsia)PPI generik: Rp 30-100rb/bulan. Endoskopi: BPJS 100% atau Rp 1.5-5 juta. Fundoplikasi: Rp 50-200 juta.
Gigitan Ular BerbisaBiaya perawatan gigitan ular berbisa dapat tinggi bila memerlukan serum anti bisa ular (SABU), rawat inap, dan pemantauan; sebaiknya cek ketersediaan SABU dan jaminan biaya di fasilitas kesehatan setempat.
GlaukomaSkrining: Rp 200-500rb (puskesmas-RS swasta). Tetes mata bulanan: Rp 50-300rb (generik vs brand). Laser SLT: Rp 5-15 juta/mata. Operasi trabekulektomi: Rp 15-40 juta/mata. BPJS cover semua dengan indikasi via rujukan.
HemofiliaKonsentrat faktor pembekuan relatif mahal dan dibutuhkan jangka panjang; sebagian ditanggung program JKN/BPJS Kesehatan. Konfirmasikan cakupan ke fasilitas kesehatan.
Hepatitis B KronikTenofovir generik: Rp 200-400rb/bulan. Cek lab tiap 6 bulan: Rp 500rb-1.5 juta. Transplantasi hati: Rp 1-3 miliar.
Hepatitis CSkrining HCV relatif terjangkau; obat antivirus (DAA) dapat sangat mahal jika mandiri, tetapi tersedia melalui program pemerintah dan dapat ditanggung jaminan kesehatan. Konfirmasikan ke fasilitas kesehatan dan penjamin Anda.
Herpes Genital (Herpes Kelamin)Konsultasi dan antivirus generik (asiklovir) umumnya terjangkau; biaya bergantung pada frekuensi kekambuhan dan jenis obat.
HipertensiRp 1-3 juta/tahun (obat). Komplikasi (stroke, jantung, dialisis): Rp 100 juta+/tahun.
Hipertiroid (Hipertiroidisme)Pemeriksaan TFT lengkap (TSH, FT4, FT3): Rp 300-700rb. USG tiroid: Rp 200-500rb. Skintigrafi tiroid (Tc-99m atau I-123): Rp 1-3 juta. Antibody (TRAb, TPO, Tg-Ab): Rp 500rb-1.5 juta. Konsultasi Sp.PD endokrinologi: Rp 300-700rb. Methimazole 5 mg generik: Rp 200-500/tablet (dosis 5-15 mg/hari = Rp 6.000-22.500/bulan). PTU 100 mg: Rp 300-700/tablet. Propranolol 10/40 mg: Rp 100-500/tablet. Iodium radioaktif (RAI) I-131 single dose: Rp 5-15 juta (sub-spesialis pusat). Tiroidektomi: Rp 25-80 juta (RS swasta), gratis BPJS dengan indikasi medis. Levothyroxine pasca operasi: Rp 50-200rb/bulan. Pemantauan TFT setiap 2-3 bulan: Rp 300-700rb/kali. Teprotumumab untuk Graves ophthalmopathy: USD 350.000+ per kursus (sangat mahal, belum widely available di Indonesia). BPJS cover: konsultasi, TFT, USG tiroid, antitiroid generik, RAI (di pusat terbatas), tiroidektomi dengan indikasi medis, levothyroxine pasca.
Hipotiroid (termasuk Hashimoto)Tes TSH: Rp 80-200rb. Tes FT4 + Anti-TPO: Rp 200-500rb. Levothyroxine: BPJS cover gratis. Tanpa BPJS: Rp 500rb-1.5jt/bulan tergantung dosis + brand. USG tiroid: Rp 300-700rb. Konsul endokrinolog: BPJS via rujukan; tanpa BPJS Rp 500rb-1.2jt.
HIV/AIDSVCT (tes & konseling): GRATIS di puskesmas/VCT center. ARV: GRATIS BPJS + Kemenkes. Lab monitoring: GRATIS via program nasional. PrEP: Rp 200-400rb/bulan (belum gratis universal).
IBS (Sindrom Iritasi Usus)Pengelolaan umumnya rawat jalan dan relatif terjangkau; biaya muncul terutama dari konsultasi, pemeriksaan untuk menyingkirkan penyakit lain, dan obat sesuai gejala.
Infertilitas Pria (Gangguan Kesuburan Pria)Bervariasi luas: konsultasi dan analisis sperma relatif terjangkau, sementara terapi lanjutan seperti operasi varikokel atau teknologi reproduksi berbantu (bayi tabung) dapat berbiaya besar dan sebagian belum tentu ditanggung jaminan kesehatan.
Insufisiensi Adrenal (Penyakit Addison)Hormon pengganti umumnya tergolong terjangkau dan tersedia, namun butuh pengobatan jangka panjang serta kontrol rutin; penanganan krisis adrenal di IGD bisa jauh lebih mahal. Konsultasikan opsi pembiayaan, termasuk JKN/BPJS Kesehatan.
Kanker Hati (Hepatoma / HCC)Skrining (USG dan pemeriksaan darah) relatif terjangkau; pengobatan tahap lanjut, operasi, hingga transplantasi dapat berbiaya sangat besar.
Kanker Kolorektal (Kanker Usus Besar)Kolonoskopi skrining: Rp 1-3 juta. Pengobatan kanker (operasi + kemoterapi) bisa mencapai ratusan juta. BPJS menanggung sesuai prosedur — alasan kuat untuk skrining dini dan proteksi kesehatan.
Kanker Nasofaring (NPC)Biaya diagnosis (endoskopi, biopsi, pencitraan) dan terapi (radioterapi serta kemoterapi) tergolong besar dan berkelanjutan. Sebagian besar layanan ini ditanggung BPJS Kesehatan sesuai prosedur rujukan berjenjang.
Kanker PankreasBiaya bisa sangat besar dan berkelanjutan (pencitraan, operasi, kemoterapi/radioterapi, serta perawatan suportif). Sebagian besar layanan kanker dapat dijamin BPJS Kesehatan sesuai prosedur rujukan.
Kanker ParuDiagnosis (CT + biopsi): Rp 10-30 juta. Operasi + RS: Rp 80-300 juta. Kemoterapi siklus: Rp 30-150 juta. Imunoterapi: Rp 50-200 juta/dosis. Total terapi stadium IV: Rp 500 juta-3 miliar. BPJS sebagian besar ditanggung.
Kanker PayudaraRp 200-700 juta dalam 1-2 tahun (operasi + kemo + radio). Imunoterapi: Rp 30-200 juta/bulan.
Kanker ProstatTes PSA: Rp 150-400rb. Biopsi prostat: Rp 3-10 juta. Pengobatan (operasi/radioterapi/terapi hormon): puluhan hingga ratusan juta. BPJS menanggung sesuai prosedur.
Kanker ServiksIVA test: gratis di Puskesmas (BPJS). Pap smear: Rp 150-500rb. Kolposkopi + biopsi: Rp 500rb-1,5 juta. Histerektomi radikal: Rp 30-100 juta (RS swasta), BPJS cover. Kemoradiasi: Rp 50-200 juta siklus penuh. Pembrolizumab (imunoterapi): Rp 15-30 juta/3 minggu, belum BPJS.
Kehamilan Ektopik (Hamil di Luar Kandungan)Bervariasi: penanganan obat lebih terjangkau dibanding operasi; kasus darurat dengan operasi dan rawat inap dapat berbiaya besar. Umumnya termasuk kondisi yang ditanggung penjamin kesehatan.
Kolesterol Tinggi (Dislipidemia)Statin generik: Rp 30-150rb/bulan. Lipid panel: Rp 200-500rb. PCSK9: Rp 8-15 juta/dosis bulanan.
Kolitis UlserativaBiaya bervariasi: terapi 5-ASA relatif terjangkau, sedangkan obat biologik, kolonoskopi berkala, dan operasi tergolong mahal. Banyak komponen perawatan IBD dapat ditanggung BPJS Kesehatan sesuai prosedur rujukan.
Kusta (Lepra / Penyakit Hansen)Obat MDT disediakan GRATIS melalui program pemerintah di puskesmas; biaya utama hanya perawatan pendukung bila diperlukan.
Leukemia (Kanker Darah)Biaya pengobatan leukemia umumnya besar dan berjangka panjang (kemoterapi, perawatan, hingga transplantasi). Pengobatan dapat dijamin BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis dan rujukan.
Limfoma (Kanker Kelenjar Getah Bening)Biaya pengobatan limfoma tergolong besar dan berjangka panjang (kemoterapi, radioterapi, hingga transplantasi). Sebagian besar layanan kanker dapat ditanggung JKN/BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis dan rujukan berjenjang.
Luka BakarLuka bakar ringan cukup perawatan sederhana dan murah; luka bakar luas/dalam bisa memerlukan rawat inap, perawatan luka berkala, hingga operasi cangkok kulit dengan biaya besar.
Lupus Eritematosus Sistemik (SLE)Konsultasi Sp.PD/Reumatologi: Rp 300-700rb. Hydroxychloroquine: Rp 1-3 juta/bulan. Steroid oral: murah. Biologik (Benlysta): Rp 5-15 juta/bulan. BPJS cover obat dasar dan konsultasi. Rawat inap flare berat: Rp 15-50 juta.
Melasma (Flek Hitam)Tabir surya dan perlindungan fisik relatif terjangkau; biaya konsultasi dokter, krim resep, hingga tindakan (peeling/laser) bervariasi dan bisa berulang karena sifatnya kronis.
Meningitis (Radang Selaput Otak)Perawatan dapat mahal bila memerlukan rawat inap, pungsi lumbal, antibiotik, dan ICU; sebagian besar vaksin pencegahan tersedia melalui program pemerintah atau fasilitas kesehatan.
Miastenia Gravis (Otot Mudah Lelah)Biaya bervariasi: obat harian relatif terjangkau, namun imunoglobulin, plasmaferesis, dan operasi timektomi tergolong mahal. Banyak komponen pengobatan dapat ditanggung JKN/BPJS Kesehatan sesuai indikasi dan rujukan.
Neuropati Perifer (Kerusakan Saraf Tepi)Bervariasi tergantung penyebab; biaya bisa berlanjut karena perlu kontrol rutin (mis. pemantauan gula darah), pemeriksaan penunjang, dan obat nyeri saraf.
Obesitas (Kegemukan)Konsultasi gizi/dokter: Rp 100-400rb. Pemeriksaan penunjang (gula, kolesterol): Rp 100-500rb. Penanganan lanjut (obat/operasi) bila diperlukan jauh lebih besar.
OCD (Gangguan Obsesif-Kompulsif)Bervariasi tergantung kebutuhan terapi dan obat; konsultasi psikiater serta psikoterapi rutin dapat tersedia di puskesmas dan rumah sakit, sebagian dapat dijangkau melalui program jaminan kesehatan.
Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)Konsultasi + rontgen sendi: Rp 300rb-1 juta. Fisioterapi: Rp 150-400rb/sesi. Injeksi asam hialuronat: Rp 1,5-4 juta. Operasi ganti lutut: Rp 80-200 juta (sebagian ditanggung BPJS dengan indikasi).
OsteoporosisDEXA scan: Rp 500rb-1.5 juta. Alendronate generik: Rp 50-150rb/bulan. Denosumab: Rp 4-8 juta/dosis. Patah pinggul total cost: Rp 50-200 juta.
Pankreatitis (Radang Pankreas)Perawatan pankreatitis akut berat dapat mahal karena memerlukan rawat inap, pemantauan intensif, dan tindakan terhadap penyebab; biaya bervariasi tergantung tingkat keparahan dan fasilitas.
PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)Konsultasi Sp.OG: Rp 250–700 ribu. USG transvaginal: Rp 400–800 ribu. Panel hormon (LH, FSH, testosteron, AMH, prolaktin, insulin): Rp 1,5–3 juta. Metformin generik: Rp 50–150 ribu/bulan. Pil KB: Rp 50–200 ribu/bulan. IVF: Rp 60–150 juta/siklus. BPJS cover konsultasi dan obat dasar.
Penyakit Arteri Perifer (PAD)Pemeriksaan awal dan obat relatif terjangkau; tindakan membuka pembuluh (angioplasti, pemasangan ring, atau bypass) berbiaya jauh lebih besar. Banyak penanganan dapat ditanggung BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis dan rujukan.
Penyakit CrohnBiaya bervariasi: obat biologik dan tindakan dapat mahal, namun banyak yang ditanggung program JKN/BPJS Kesehatan sesuai indikasi. Konfirmasikan ke fasilitas kesehatan Anda.
Penyakit Ginjal Kronis (CKD)Hemodialisis: GRATIS BPJS (jika tidak: Rp 800rb-2 juta/sesi × 12/bulan). Transplantasi: Rp 200-500 juta + imunosupresan seumur hidup.
Penyakit Graves (Hipertiroid Autoimun)Biaya bervariasi tergantung metode (obat jangka panjang, yodium radioaktif, atau operasi) dan pemeriksaan laboratorium berkala; umumnya ditanggung program jaminan kesehatan sesuai indikasi medis.
Penyakit Jantung KoronerStent: Rp 80-250 juta. Bypass: Rp 150-400 juta. Obat seumur hidup: Rp 5-15 juta/tahun.
Penyakit MénièreKonsultasi dokter THT dan pemeriksaan pendengaran (audiometri) berbiaya sedang; obat harian relatif terjangkau namun dipakai jangka panjang. Terapi rehabilitasi vestibular dan tindakan lanjutan pada kasus berat menambah biaya. Umumnya dapat dilayani melalui rujukan berjenjang JKN/BPJS Kesehatan.
Penyakit ParkinsonBiaya bervariasi tergantung jenis obat dan terapi; pengobatan bersifat jangka panjang. Banyak layanan dokter saraf, obat, dan fisioterapi dapat ditanggung BPJS Kesehatan sesuai prosedur rujukan.
Plasenta Previa (Ari-ari Menutupi Jalan Lahir)Biaya bergantung pada kebutuhan perawatan, USG, dan persalinan (sering caesar); umumnya ditanggung JKN/BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis.
Pneumotoraks (Paru-paru Bocor)Observasi dan oksigen relatif murah; pemasangan selang dada (WSD) dan rawat inap berbiaya lebih besar. Umumnya dijamin BPJS Kesehatan sesuai indikasi.
Polip HidungObat semprot steroid dan larutan salin relatif terjangkau untuk pemakaian jangka panjang. Pemeriksaan endoskopi hidung dan CT sinus menambah biaya. Operasi FESS jauh lebih mahal karena melibatkan kamar operasi, bius, dan rawat inap singkat, serta perlu kontrol lanjutan. Sebagian besar layanan ini dapat dijamin BPJS Kesehatan melalui rujukan berjenjang dari FKTP.
PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)Spirometri: Rp 200–500 ribu. Tiotropium inhaler/bulan: Rp 400–900 ribu (generik lebih murah). Oksigen konsentrator rumah: Rp 3–10 juta (pembelian) atau Rp 1–3 juta/bulan (sewa). Rawat inap eksaserbasi: Rp 10–50 juta. BPJS cover spirometri, obat, dan rawat inap dengan rujukan.
Preeklampsia (Keracunan Kehamilan)Pemeriksaan kehamilan rutin relatif terjangkau dan tersedia di puskesmas; penanganan preeklampsia berat hingga persalinan dan perawatan ibu serta bayi dapat memerlukan biaya besar, terutama bila butuh rawat inap atau perawatan intensif.
PreeklamsiaBervariasi tergantung berat-ringannya dan kebutuhan perawatan; kasus berat dapat memerlukan rawat inap dan persalinan dini. Pemeriksaan kehamilan dan layanan kehamilan banyak ditanggung program pemerintah dan JKN/BPJS Kesehatan.
PsoriasisPengobatan topikal generik (mometason, kalsipotriol): Rp 50-300rb/bulan. Fototerapi NB-UVB: Rp 100-300rb/sesi (perlu 20-30 sesi). Metotreksat oral generik: Rp 50-200rb/bulan. Apremilast: Rp 4-8 juta/bulan. Biologic agent: Rp 8-25 juta/bulan (adalimumab biosimilar lebih murah, sekitar Rp 5-10 juta). BPJS cover: kortikosteroid topikal, metotreksat oral, fototerapi (dengan rujukan); biologic agent umumnya belum tercover.
PTSD (Gangguan Stres Pasca-Trauma)Konseling dan psikoterapi tersedia di Puskesmas dan rumah sakit; banyak layanan kesehatan jiwa terjangkau atau ditanggung program pemerintah.
Rabies (Penyakit Anjing Gila)VAR dan SAR untuk kasus gigitan berisiko umumnya disediakan pemerintah/puskesmas di daerah endemis; biaya penanganan luka relatif terjangkau bila ditangani sejak awal.
Retinopati DiabetikSkrining funduskopi relatif terjangkau; terapi laser, suntik anti-VEGF, dan vitrektomi berbiaya lebih tinggi dan biasanya membutuhkan tindakan berulang.
Rheumatoid Arthritis (Rematik Autoimun)Konsultasi reumatolog + tes darah (RF, anti-CCP): Rp 500rb-1,5 juta. Obat DMARD seperti metotreksat relatif terjangkau dan sering ditanggung BPJS; terapi biologis jauh lebih mahal.
RosaceaUmumnya rawat jalan: konsultasi dokter, obat oles/oral, dan tabir surya relatif terjangkau. Tindakan laser bisa lebih mahal dan sering bersifat estetik.
Sengatan Panas (Heat Stroke)Pertolongan pertama tidak berbiaya. Heat stroke berat membutuhkan penanganan gawat darurat dan rawat inap yang biayanya bisa besar; segera ke IGD tanpa menunda soal biaya.
Sirosis Hati (Pengerasan Hati)Biaya bervariasi: pemantauan dan obat penyebab relatif terjangkau, tetapi penanganan komplikasi lanjut hingga transplantasi hati sangat mahal. Banyak layanan ditanggung JKN/BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis.
SkizofreniaLayanan kesehatan jiwa di Puskesmas dan RSJ tersedia, dan pengobatan jangka panjang umumnya ditanggung JKN/BPJS Kesehatan sesuai ketentuan.
Skleroderma (Sklerosis Sistemik)Biaya bervariasi tergantung keterlibatan organ; pemantauan paru/jantung/ginjal dan obat jangka panjang umumnya ditanggung BPJS Kesehatan sesuai prosedur rujukan.
Skoliosis (Tulang Belakang Bengkok)Skrining + konsultasi dokter umum: Rp 100-300rb. Konsul ortopedi anak: Rp 300-700rb. Rontgen tulang belakang full-length: Rp 400-800rb. Brace (TLSO custom): Rp 5-15 juta. Operasi spinal fusion: Rp 80-300 juta tergantung kompleksitas + jenis rod. BPJS cover semua dengan rujukan + indikasi.
Sleep Apnea Obstruktif (OSA)Konsultasi dokter tidur (Sp.P/Sp.S): Rp 300-700rb. Polisomnografi (PSG) overnight di klinik: Rp 5-15 juta. Home Sleep Test (HSAT): Rp 2-5 juta. CPAP machine: Rp 8-25 juta (one-time + masker ganti 6 bulan Rp 1-3 juta). MAD custom: Rp 5-15 juta. UPPP operasi: Rp 25-60 juta. BPJS cover PSG + CPAP dengan indikasi medis melalui rujukan Sp.P/Sp.S.
StrokeRawat inap akut (tanpa ICU): Rp 30–80 juta. Dengan ICU/stroke unit: Rp 80–200 juta. Rehabilitasi 1–3 bulan: Rp 20–80 juta. Kecacatan permanen: biaya jangka panjang Rp 50–150 juta/tahun. BPJS cover dengan rujukan dan indikasi.
Stunting (Gagal Tumbuh Kronis)Pemantauan di Posyandu dan layanan gizi dasar umumnya gratis melalui program pemerintah; biaya tambahan hanya muncul bila ada penyakit penyerta yang perlu ditangani.
TetanusPencegahan murah dan sebagian masuk program pemerintah (vaksin DPT anak, vaksinasi ibu hamil). Sebaliknya, perawatan tetanus aktif memerlukan rawat inap intensif yang biayanya bisa sangat tinggi.
ThalassemiaSkrining pembawa sifat: Rp 100-500rb. Transfusi dan kelasi besi pada thalassemia mayor merupakan biaya besar berkelanjutan — sebagian besar ditanggung BPJS sesuai ketentuan.
Trombosis Vena Dalam (DVT)Biaya bervariasi tergantung kebutuhan USG Doppler, tes darah, jenis dan lama terapi antikoagulan, serta perawatan bila terjadi komplikasi. Sebaiknya konfirmasi dengan fasilitas kesehatan dan penjamin Anda.
Tuberkulosis (TBC)OAT: GRATIS di Puskesmas via program nasional. Lab diagnostik (BTA, TCM/Xpert, foto toraks): GRATIS BPJS. TBC MDR: GRATIS via program khusus. Rawat inap komplikasi: Rp 10–50 juta. BPJS cover semua aspek diagnosis dan pengobatan.
Tumor OtakBiaya bervariasi dan umumnya besar, mencakup pencitraan MRI/CT, operasi bedah saraf, radioterapi, hingga kemoterapi. Banyak layanan ini ditanggung BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis dan rujukan berjenjang.
VitiligoBervariasi tergantung jenis terapi; fototerapi dan konsultasi berulang bisa memerlukan biaya menengah dalam jangka panjang. Sebagian layanan kulit dapat ditanggung sesuai indikasi medis.

Cara mempersiapkan biaya kesehatan

  1. 1BPJS Kesehatan — fondasi wajib, premi terjangkau. Menanggung sebagian besar tindakan dengan rujukan.
  2. 2Dana darurat medis — idealnya 3–6 bulan biaya hidup, alokasikan sebagian untuk kesehatan.
  3. 3Asuransi kesehatan swasta — mengisi gap BPJS: kelas lebih nyaman, RS pilihan, klaim cepat, plafon penyakit kritis.

Metodologi & sumber

Angka pada halaman ini adalah kompilasi rentang biaya yang dihimpun tim editorial Sehatku.id dari tarif rumah sakit, skema INA-CBGs BPJS Kesehatan, publikasi Kemenkes, dan masukan pembaca. Biaya bersifat indikatif dan dapat berbeda menurut rumah sakit, kelas rawat, kota, serta kompleksitas kasus. Diperbarui secara berkala mengikuti perubahan tarif.

Sumber acuan: Kemenkes RI, BPJS Kesehatan (INA-CBGs), serta organisasi profesi terkait tiap tindakan (lihat halaman detail masing-masing tindakan/penyakit).

Boleh mengutip data ini?

Silakan — gratis untuk media, blogger, dan peneliti. Cukup cantumkan sumber dengan menautkan ke halaman ini (lisensi CC BY 4.0). Contoh kutipan:

Sumber: "Biaya Tindakan Medis & Pengobatan di Indonesia 2026", Sehatku.id. https://sehatku.id/biaya-tindakan-medis-indonesia

URL kanonik: https://sehatku.id/biaya-tindakan-medis-indonesia

Diskusikan dengan Ahli

Siapkan Proteksi Sebelum Kondisi Mendesak

Diskusikan kebutuhan asuransi kesehatan Anda dengan agen Allianz tersertifikasi. Dapatkan rekomendasi paket sesuai kebutuhan keluarga, tanpa biaya konsultasi.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Mulai Konsultasi

Disclaimer: Angka di halaman ini adalah estimasi untuk edukasi dan perencanaan, bukan penawaran harga resmi. Konfirmasikan biaya pasti ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terkait sebelum mengambil keputusan.