Lewati ke konten
Data & Referensi 2026

Biaya Tindakan Medis & Pengobatan di Indonesia 2026

Referensi rentang biaya 44+ tindakan medis dan pengobatan penyakit di Indonesia — dibandingkan antara BPJS dan rumah sakit swasta. Disusun tim editorial Sehatku.id dengan mengacu pada sumber resmi dan diperbarui berkala.

Terakhir diperbarui: 4 Juni 2026 · Boleh dikutip dengan menautkan ke halaman ini.

~10–13%
Inflasi biaya medis per tahun di Indonesia
Rp 12–50 jt
Operasi caesar (kelas 1–VIP swasta)
Rp 8–15 jt
Cuci darah mandiri per bulan (2–3x/minggu)
Rp 150–400 jt
Operasi bypass jantung (CABG)
Rp 200–700 jt
Pengobatan kanker (1–2 tahun)
Kenapa biaya medis terus naik? Inflasi biaya kesehatan di Indonesia berkisar 10–13% per tahun, jauh di atas inflasi umum — didorong teknologi medis, obat impor, dan meningkatnya permintaan layanan. Artinya, penyakit yang 5 tahun lalu butuh Rp 20 juta hari ini bisa mencapai Rp 35–40 juta.

Biaya tindakan medis per kategori

Rentang biaya bersifat indikatif dan dapat berbeda menurut rumah sakit, kelas rawat, kota, dan kompleksitas kasus.

Operasi / Pembedahan

TindakanBPJSEstimasi biaya
Kolesistektomi (Operasi Angkat Kantong Empedu)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi medis. Swasta: Rp 20-60 juta (laparoskopi).
Odontektomi (Operasi Gigi Bungsu)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan untuk indikasi medis. Swasta: Rp 1,5-7 juta per gigi tergantung tingkat impaksi.
Operasi Bypass Jantung (CABG)DitanggungBPJS: Gratis di RS jantung pemerintah dengan antrian (RSJPDHK Harapan Kita, dll). Swasta: Rp 150-400 juta.
Operasi Hernia (Herniorrhaphy)DitanggungBPJS cover 100%. RS swasta self-pay: Open repair Rp 8-20 juta. Laparoskopi unilateral Rp 15-40 juta. Bilateral laparoskopi Rp 25-60 juta. Robotic Rp 50-120 juta. Termasuk konsultasi + operasi + 1 malam rawat + mesh standar.
Operasi KatarakDitanggungBPJS: Gratis (IOL standar monofokal). Swasta: Rp 8-50 juta tergantung jenis IOL (monofokal, multifokal, toric).
Operasi LASIK (Koreksi Mata Minus/Plus/Silinder)TidakLASIK konvensional: Rp 15-25 juta/mata. Femto-LASIK (no-blade): Rp 25-35 juta/mata. SMILE (alternatif): Rp 35-50 juta/mata. Termasuk konsultasi + 6 bulan follow-up.
Operasi Prostat (TURP)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi medis. Swasta: Rp 15-50 juta tergantung teknik (TURP konvensional vs laser) dan kelas rawat.
Operasi Usus Buntu (Apendektomi)DitanggungBPJS: Gratis. Swasta: Rp 15-40 juta (laparoskopi lebih mahal).
Sirkumsisi (Sunat)TidakKonvensional: Rp 500rb-1.5 juta. Klem (Smartklamp/Mahdian): Rp 1-3 juta. Laser: Rp 1.5-4 juta. Anak <2 thn klinik: Rp 500rb-1 juta. Premium clinic dewasa: Rp 3-8 juta.
Tonsilektomi (Operasi Amandel)DitanggungBPJS cover 100% dengan indikasi (rujukan dari Faskes 1 → Sp.THT). RS swasta self-pay: Rp 10-30 juta tergantung teknik (cold knife termurah, coblation/laser premium). Termasuk konsultasi + operasi + 1 malam rawat + obat-obatan.
Transplantasi Ginjal (Cangkok Ginjal)DitanggungBPJS: ditanggung untuk transplantasi yang memenuhi syarat. Mandiri: ratusan juta rupiah (operasi + obat seumur hidup).
Vasektomi (Sterilisasi Pria)DitanggungBPJS cover 100% (program KB nasional). RS/klinik swasta self-pay: Rp 1-3 juta (conventional), Rp 2-5 juta (NSV). Reversal vasovasostomi: Rp 30-100 juta (tidak BPJS, microsurgery di RS premium).

Maternitas

TindakanBPJSEstimasi biaya
Kuretase (Kuret)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi medis. Swasta: Rp 3-12 juta tergantung kelas dan rumah sakit.
Operasi Caesar (Sectio Caesarea)DitanggungBPJS: Gratis sesuai kelas iuran. Swasta: Rp 12-50 juta.
Persalinan Normal (Vaginal Birth)DitanggungBPJS: ditanggung 100% di Faskes 1 (puskesmas, klinik mitra) dan RS rujukan. Tanpa BPJS - Bidan: Rp 1-3 juta. RS swasta umum: Rp 5-15 juta. RS premium: Rp 15-40 juta. RS internasional/VIP: Rp 30-80 juta.

Endoskopi

TindakanBPJSEstimasi biaya
Bronkoskopi (Endoskopi Saluran Napas)DitanggungBPJS: cover 100% dengan rujukan dari Sp.P (pulmonologis) atau Sp.PD-Kp ke RS tipe A/B dengan fasilitas bronkoskopi. RS swasta self-pay: bronkoskopi diagnostik tanpa biopsi Rp 3-5 juta. Dengan biopsi + brushing + washing: Rp 5-8 juta. BAL: tambahan Rp 1-2 juta. EBUS-TBNA: Rp 8-15 juta. Terapeutik (ekstraksi benda asing, stenting): Rp 10-25 juta. Biaya patologi: Rp 500rb-2 juta per spesimen. Biaya mikrobiologi BAL: Rp 500rb-1.5 juta.
Endoskopi (EGD / Gastroskopi)DitanggungBPJS: Gratis dengan rujukan. Swasta: Rp 1.5-5 juta (diagnostik), Rp 3-10 juta (dengan terapi/biopsi).
Gastroskopi (Endoskopi Saluran Cerna Atas)DitanggungBPJS: cover 100% dengan rujukan Sp.PD/Sp.PD-KGEH (gastroenterolog). RS swasta self-pay: gastroskopi diagnostik Rp 1.000.000-2.500.000. Dengan biopsi: tambahan Rp 300-700rb. Dengan H. pylori test (CLO): tambahan Rp 200-400rb. Terapeutik (ligasi varises, polipektomi): Rp 3-7 juta. Patologi anatomi: Rp 500rb-1.5 juta per spesimen.
Histeroskopi (Pemeriksaan Rongga Rahim)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan Sp.OG dan indikasi medis. RS swasta self-pay: Histeroskopi diagnostik dengan anestesi lokal: Rp 5-15 juta. Histeroskopi diagnostik dengan anestesi umum/sedasi: Rp 8-20 juta. Polipektomi histeroskopik: Rp 12-25 juta. Miomektomi histeroskopik (submukosa): Rp 18-50 juta tergantung ukuran. Ablasi endometrium: Rp 20-40 juta (alat sekali pakai mahal — NovaSure, Thermachoice). Lisis adesi (Asherman): Rp 15-35 juta. Reseksi septum uteri: Rp 18-40 juta. Termasuk: konsultasi Sp.OG, prosedur, anestesi, kamar operasi, observasi pasca, obat pasca, dan kontrol pertama. Biaya tambahan: USG pre-prosedur (Rp 200-500rb), pemeriksaan patologi sampel (Rp 300-700rb), antibiotik dan analgesik pasca (Rp 100-300rb).
KolonoskopiDitanggungBPJS: ditanggung 100% dengan rujukan. Tanpa BPJS: Rp 3-8 juta (basic). Dengan polipektomi/biopsi: Rp 5-15 juta.

Diagnostik & Imaging

TindakanBPJSEstimasi biaya
Angiografi Koroner (Kateterisasi Jantung)DitanggungBPJS: cover dengan rujukan Sp.JP dan indikasi medis (suspek PJK, ACS, evaluasi pra operasi). RS swasta self-pay: Angiografi diagnostik saja: Rp 15-35 juta (termasuk konsultasi, prosedur, kontras, kateter, kamar cath lab, anestesi, observasi 4-6 jam). Angiografi + PCI dengan 1 stent (Drug-Eluting Stent): Rp 80-150 juta. PCI dengan 2 stent: Rp 100-200 juta. PCI kompleks (multi-vessel, bifurkasi, CTO): Rp 150-300 juta. CABG (operasi bypass koroner) sebagai alternatif: Rp 200-500 juta. CT Coronary Angiography (non-invasif, untuk skrining risiko intermediate): Rp 5-15 juta. FFR/iFR pengukuran: tambahan Rp 10-25 juta. IVUS atau OCT: tambahan Rp 10-30 juta. Termasuk: konsultasi Sp.JP intervention, prosedur, alat habis pakai, kamar cath lab, anestesi, observasi pasca, dan medikasi.
Biopsi (Pengambilan Sampel Jaringan)DitanggungFNA: Rp 300rb-1.5 juta. Core needle (payudara/prostat): Rp 1.5-5 juta. Eksisi kulit: Rp 500rb-2 juta. Endoskopi+biopsi: Rp 2-8 juta. Bone marrow: Rp 3-10 juta. Plus pemeriksaan PA: Rp 500rb-3 juta. BPJS cover semua dengan indikasi medis kalau lewat rujukan.
CT ScanDitanggungBPJS: Gratis dengan rujukan ke RS rujukan. Swasta: Rp 1-5 juta tanpa kontras, Rp 2-8 juta dengan kontras.
Echokardiografi (USG Jantung)DitanggungBPJS cover 100% dengan rujukan dari Sp.JP/Sp.PD. RS swasta self-pay: TTE Rp 600rb-1.5 juta. TEE Rp 3-7 juta. Stress echo Rp 2-5 juta. Kombinasi 3D + strain imaging: tambahan Rp 500rb-2 juta. Hasil + interpretasi cardiologist: termasuk biaya.
EEG (Elektroensefalografi)DitanggungBPJS: cover dengan rujukan Sp.S/Sp.A dan indikasi medis (epilepsi, kejang, gangguan kesadaran). RS swasta self-pay: EEG RUTIN: Rp 500rb-1.5 juta (termasuk konsultasi neurolog untuk interpretasi). EEG SLEEP-DEPRIVED atau EEG TIDUR: Rp 700rb-2 juta. EEG dengan sedasi anak: Rp 1.5-3 juta. AMBULATORY EEG 24 JAM: Rp 2-5 juta. VIDEO EEG MONITORING (VEM) RAWAT INAP 1-7 HARI: Rp 5-30 juta (tergantung durasi, sering termasuk paket rawat inap). EEG INTRAOPERATIF: termasuk dalam paket operasi. EEG ICU continuous: termasuk dalam biaya ICU. Interpretasi ulang oleh neurolog spesialis: Rp 200-500rb. Klinik spesialis epilepsi (RSCM, RS PIK, dll): tarif lebih tinggi tapi expertise lebih baik untuk kasus kompleks.
EKG / Elektrokardiogram (Rekam Jantung)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi dan rujukan. Swasta: EKG istirahat Rp 50.000-200.000; treadmill test Rp 300.000-1.000.000.
Kateterisasi Jantung (Angiografi Koroner)DitanggungBPJS: Gratis (diagnostik & PCI) di RS jantung rujukan. Swasta: Diagnostik Rp 15-30 juta. PCI + 1 stent: Rp 80-200 juta. Stent kompleks: Rp 150-300 juta.
KolposkopiDitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi. Swasta: Rp 500.000-2.000.000 (lebih tinggi bila disertai biopsi dan pemeriksaan patologi).
MamografiDitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi & rujukan. Tanpa BPJS: Rp 500rb-1.2 juta (skrining), Rp 1-2.5 juta (diagnostik dengan USG).
MRI (Magnetic Resonance Imaging)DitanggungBPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan dari spesialis. Tanpa BPJS: Rp 2-6 juta tergantung area & jumlah sequence.
MRI Otak (Magnetic Resonance Imaging Kepala)DitanggungBPJS: cover 100% dengan rujukan dari Sp.S/Sp.BS/Sp.PD ke RS tipe A/B dengan fasilitas MRI. RS swasta self-pay: MRI otak tanpa kontras Rp 2-4 juta. Dengan kontras gadolinium: Rp 3-6 juta. MRI multimodal (MRI + MRA + MRS): Rp 5-10 juta. Sedasi anestesi: tambahan Rp 1-3 juta. Biaya kontras gadolinium: Rp 500rb-1.5 juta. Hasil + interpretasi: termasuk biaya.
Pap Smear (Skrining Kanker Serviks)DitanggungBPJS cover 1x/tahun untuk wanita 30-50 tahun (program nasional). Pap smear konvensional di RS swasta: Rp 250-500rb. Liquid-based (LBC, lebih akurat): Rp 500rb-1.5 juta. Co-test dengan HPV DNA: Rp 800rb-2.5 juta. Hasil + konsultasi follow-up: tambahan Rp 200-500rb.
Rontgen Thorax (Foto Rontgen Dada)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi. Swasta: Rp 80.000-250.000.
Spirometri (Tes Fungsi Paru)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi. Swasta: Rp 100.000-350.000.
Tes Alergi (Skin Prick Test)DitanggungBPJS: dapat ditanggung dengan rujukan dan indikasi. Swasta: Rp 300.000-1.500.000 tergantung jumlah alergen yang diuji.
USG (Ultrasonografi)DitanggungBPJS: Gratis dengan rujukan. Swasta: Rp 250.000 - Rp 1 juta tergantung area (kandungan biasanya Rp 300-500rb).
USG Abdomen (USG Perut Lengkap)DitanggungBPJS: cover 100% dengan rujukan dari Sp.PD/Sp.B/Sp.Rad atau dokter umum FKTP. RS swasta self-pay: USG abdomen lengkap Rp 300.000-800.000. Dengan Doppler (vascular): tambahan Rp 200-500rb. USG hati khusus + elastografi (FibroScan): Rp 800rb-2 juta. Hasil + interpretasi radiolog: termasuk biaya. Beberapa klinik radiologi tawarkan paket cek perut Rp 400-600rb.

Terapi

TindakanBPJSEstimasi biaya
Cuci Darah (Hemodialisis)DitanggungBPJS: Gratis (2-3 sesi/minggu seumur hidup atau sampai transplantasi). Swasta: Rp 1-3 juta/sesi.
ESWL (Tembak Batu Ginjal)DitanggungBPJS: ditanggung dengan rujukan dan indikasi medis. Swasta: Rp 7-25 juta per sesi.
Fisioterapi (Rehabilitasi Medik)DitanggungBPJS: gratis dengan rujukan dari dokter spesialis (Sp.KFR/Sp.OT/Sp.S/Sp.JP) — umumnya 8-12 sesi per rujukan, bisa diperpanjang. RS swasta self-pay: konsultasi awal Sp.KFR Rp 250-500rb. Sesi fisioterapi: Rp 100-300rb (puskesmas/klinik) sampai Rp 300-700rb (RS swasta premium). Paket 10 sesi: Rp 1-5 juta. Home visit: Rp 200-500rb per kunjungan. Alat khusus (gym ball, theraband): Rp 100-500rb.
Fototerapi (Terapi Sinar Bayi Kuning)DitanggungBPJS: ditanggung untuk bayi peserta sesuai indikasi. Swasta: Rp 300.000-1.500.000 per hari, di luar biaya rawat bayi.
KemoterapiDitanggungBPJS: Gratis di RS rujukan (regimen standar). Swasta: Rp 3-15 juta per siklus, total 4-12 siklus.
Radioterapi (Terapi Radiasi)DitanggungBPJS: ditanggung sebagai bagian penanganan kanker dengan rujukan. Swasta: bervariasi besar, puluhan juta untuk satu rangkaian, tergantung teknik dan jumlah sesi.
Transfusi DarahDitanggungBPJS: ditanggung sesuai indikasi. Mandiri: biaya pengolahan darah PMI sekitar Rp 360.000 per kantong, di luar biaya rawat dan tindakan.
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Biaya pengobatan penyakit kronis & kritis

Penyakit kronis dan kritis sering memerlukan biaya jangka panjang yang besar — alasan kuat untuk proteksi kesehatan sejak dini.

PenyakitEstimasi biaya pengobatan
Apendisitis (Usus Buntu)Operasi laparoskopi: Rp 15-40 juta (RS swasta). Operasi terbuka: Rp 10-25 juta. BPJS cover 100% kalau lewat alur darurat (IGD). Tanpa BPJS plus rawat 3-7 hari: Rp 25-80 juta.
Asam Urat (Gout)Allopurinol generik: Rp 30-80rb/bulan. NSAID serangan: Rp 50-200rb/episode. Cek asam urat: Rp 30-80rb.
Asma BronkialInhaler SABA (salbutamol) generik: Rp 30–80 ribu. ICS (budesonide) per bulan: Rp 150–400 ribu. Serangan berat (nebulisasi + rawat inap): Rp 5–30 juta. Biologik: Rp 8–25 juta/dosis. BPJS cover obat dasar dan perawatan dengan rujukan.
Demam Berdarah Dengue (DBD)Rawat jalan + lab: Rp 500 ribu–2 juta. Rawat inap standar 5–7 hari: Rp 8–25 juta. Dengue Syok Syndrome dengan ICU: Rp 40–120 juta. BPJS cover semua dengan rujukan.
Depresi (Gangguan Depresi Mayor)Konsultasi psikolog: Rp 150-500rb/sesi. Konsultasi psikiater: Rp 200-700rb. Antidepresan generik: Rp 30-150rb/bulan. BPJS menanggung layanan kesehatan jiwa dengan rujukan berjenjang.
Diabetes MelitusRp 5-15 juta/tahun (obat oral + kontrol). Insulin: Rp 10-30 juta/tahun. Komplikasi (cuci darah, retinopati): Rp 50-200 juta/tahun.
Diabetes Melitus Tipe 2Obat oral generik (metformin + sulfonilurea): Rp 100–400 ribu/bulan. Kombinasi modern (metformin + SGLT-2i atau DPP-4i branded): Rp 500 ribu–2 juta/bulan. Insulin basal: Rp 300 ribu–1,2 juta/bulan. GLP-1 RA (semaglutide injeksi): Rp 3–8 juta/bulan. HbA1c tiap 3 bulan: Rp 150–400 ribu. Skrining komplikasi tahunan: Rp 1,5–4 juta. Bedah bariatrik: Rp 80–250 juta. BPJS cover metformin, sulfonilurea, insulin human, dan monitoring lab dasar.
Eksim (Dermatitis Atopik)Pelembab khusus: Rp 100-300rb/bulan. Steroid topikal: Rp 30-150rb/tube. Tacrolimus: Rp 200-500rb. Dupilumab: Rp 8-15 juta/dosis bulanan.
EndometriosisKonsultasi obgyn: Rp 250-700rb. USG transvaginal: Rp 400-800rb. MRI pelvis: Rp 2-5 juta. Laparoskopi diagnosis + treatment: Rp 20-60 juta (RS swasta). Lupron suntik bulanan: Rp 1.5-2.5 juta/dosis. Pil KB harian: Rp 50-200rb/bulan. BPJS cover dengan indikasi medis (umumnya laparoskopi setelah gagal hormonal).
Fatty Liver (Perlemakan Hati Non-Alkoholik / NAFLD)Tes hati lengkap (ALT, AST, GGT, ALP, albumin, bilirubin): Rp 200-500rb. USG abdomen: Rp 250-600rb. Fibroscan (elastografi): Rp 800rb-2 juta. MRI elastography (PDFF): Rp 3-5 juta. Biopsi hati (gold standard fibrosis): Rp 5-10 juta. Konsul SpPD/Sp.PD-KGEH: BPJS via rujukan. Treatment lifestyle = gratis.
Gagal Jantung (Heart Failure)Rawat inap dekompensasi akut: Rp 20–80 juta. Obat 4 pilar per bulan: Rp 500 ribu–3 juta (generik vs brand). Ekokardiografi: Rp 500 ribu–2 juta. ICD implant: Rp 100–300 juta. BPJS cover rawat inap, obat generik, dan tindakan dengan rujukan.
Gangguan Kecemasan (Anxiety)Konsultasi psikolog: Rp 150-500rb/sesi. Konsultasi psikiater: Rp 200-700rb. Obat generik: Rp 30-150rb/bulan. BPJS menanggung layanan kesehatan jiwa dengan rujukan berjenjang.
GERD & Maag (Dispepsia)PPI generik: Rp 30-100rb/bulan. Endoskopi: BPJS 100% atau Rp 1.5-5 juta. Fundoplikasi: Rp 50-200 juta.
GlaukomaSkrining: Rp 200-500rb (puskesmas-RS swasta). Tetes mata bulanan: Rp 50-300rb (generik vs brand). Laser SLT: Rp 5-15 juta/mata. Operasi trabekulektomi: Rp 15-40 juta/mata. BPJS cover semua dengan indikasi via rujukan.
Hepatitis B KronikTenofovir generik: Rp 200-400rb/bulan. Cek lab tiap 6 bulan: Rp 500rb-1.5 juta. Transplantasi hati: Rp 1-3 miliar.
HipertensiRp 1-3 juta/tahun (obat). Komplikasi (stroke, jantung, dialisis): Rp 100 juta+/tahun.
Hipertiroid (Hipertiroidisme)Pemeriksaan TFT lengkap (TSH, FT4, FT3): Rp 300-700rb. USG tiroid: Rp 200-500rb. Skintigrafi tiroid (Tc-99m atau I-123): Rp 1-3 juta. Antibody (TRAb, TPO, Tg-Ab): Rp 500rb-1.5 juta. Konsultasi Sp.PD endokrinologi: Rp 300-700rb. Methimazole 5 mg generik: Rp 200-500/tablet (dosis 5-15 mg/hari = Rp 6.000-22.500/bulan). PTU 100 mg: Rp 300-700/tablet. Propranolol 10/40 mg: Rp 100-500/tablet. Iodium radioaktif (RAI) I-131 single dose: Rp 5-15 juta (sub-spesialis pusat). Tiroidektomi: Rp 25-80 juta (RS swasta), gratis BPJS dengan indikasi medis. Levothyroxine pasca operasi: Rp 50-200rb/bulan. Pemantauan TFT setiap 2-3 bulan: Rp 300-700rb/kali. Teprotumumab untuk Graves ophthalmopathy: USD 350.000+ per kursus (sangat mahal, belum widely available di Indonesia). BPJS cover: konsultasi, TFT, USG tiroid, antitiroid generik, RAI (di pusat terbatas), tiroidektomi dengan indikasi medis, levothyroxine pasca.
Hipotiroid (termasuk Hashimoto)Tes TSH: Rp 80-200rb. Tes FT4 + Anti-TPO: Rp 200-500rb. Levothyroxine: BPJS cover gratis. Tanpa BPJS: Rp 500rb-1.5jt/bulan tergantung dosis + brand. USG tiroid: Rp 300-700rb. Konsul endokrinolog: BPJS via rujukan; tanpa BPJS Rp 500rb-1.2jt.
HIV/AIDSVCT (tes & konseling): GRATIS di puskesmas/VCT center. ARV: GRATIS BPJS + Kemenkes. Lab monitoring: GRATIS via program nasional. PrEP: Rp 200-400rb/bulan (belum gratis universal).
Kanker Kolorektal (Kanker Usus Besar)Kolonoskopi skrining: Rp 1-3 juta. Pengobatan kanker (operasi + kemoterapi) bisa mencapai ratusan juta. BPJS menanggung sesuai prosedur — alasan kuat untuk skrining dini dan proteksi kesehatan.
Kanker ParuDiagnosis (CT + biopsi): Rp 10-30 juta. Operasi + RS: Rp 80-300 juta. Kemoterapi siklus: Rp 30-150 juta. Imunoterapi: Rp 50-200 juta/dosis. Total terapi stadium IV: Rp 500 juta-3 miliar. BPJS sebagian besar ditanggung.
Kanker PayudaraRp 200-700 juta dalam 1-2 tahun (operasi + kemo + radio). Imunoterapi: Rp 30-200 juta/bulan.
Kanker ProstatTes PSA: Rp 150-400rb. Biopsi prostat: Rp 3-10 juta. Pengobatan (operasi/radioterapi/terapi hormon): puluhan hingga ratusan juta. BPJS menanggung sesuai prosedur.
Kanker ServiksIVA test: gratis di Puskesmas (BPJS). Pap smear: Rp 150-500rb. Kolposkopi + biopsi: Rp 500rb-1,5 juta. Histerektomi radikal: Rp 30-100 juta (RS swasta), BPJS cover. Kemoradiasi: Rp 50-200 juta siklus penuh. Pembrolizumab (imunoterapi): Rp 15-30 juta/3 minggu, belum BPJS.
Kolesterol Tinggi (Dislipidemia)Statin generik: Rp 30-150rb/bulan. Lipid panel: Rp 200-500rb. PCSK9: Rp 8-15 juta/dosis bulanan.
Lupus Eritematosus Sistemik (SLE)Konsultasi Sp.PD/Reumatologi: Rp 300-700rb. Hydroxychloroquine: Rp 1-3 juta/bulan. Steroid oral: murah. Biologik (Benlysta): Rp 5-15 juta/bulan. BPJS cover obat dasar dan konsultasi. Rawat inap flare berat: Rp 15-50 juta.
Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)Konsultasi + rontgen sendi: Rp 300rb-1 juta. Fisioterapi: Rp 150-400rb/sesi. Injeksi asam hialuronat: Rp 1,5-4 juta. Operasi ganti lutut: Rp 80-200 juta (sebagian ditanggung BPJS dengan indikasi).
OsteoporosisDEXA scan: Rp 500rb-1.5 juta. Alendronate generik: Rp 50-150rb/bulan. Denosumab: Rp 4-8 juta/dosis. Patah pinggul total cost: Rp 50-200 juta.
PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)Konsultasi Sp.OG: Rp 250–700 ribu. USG transvaginal: Rp 400–800 ribu. Panel hormon (LH, FSH, testosteron, AMH, prolaktin, insulin): Rp 1,5–3 juta. Metformin generik: Rp 50–150 ribu/bulan. Pil KB: Rp 50–200 ribu/bulan. IVF: Rp 60–150 juta/siklus. BPJS cover konsultasi dan obat dasar.
PCOS (Sindrom Polikistik Ovarium)Konsultasi obgyn: Rp 250-700rb. USG transvaginal: Rp 400-800rb. Panel hormon (LH, FSH, testosteron, AMH, prolaktin, TSH): Rp 1.5-3 juta. Metformin generik: Rp 50-150rb/bulan. Pil KB: Rp 50-200rb/bulan. Untuk IVF: Rp 60-150 juta/cycle. BPJS cover konsultasi + obat dasar, IVF self-pay.
Penyakit Ginjal Kronis (CKD)Hemodialisis: GRATIS BPJS (jika tidak: Rp 800rb-2 juta/sesi × 12/bulan). Transplantasi: Rp 200-500 juta + imunosupresan seumur hidup.
Penyakit Jantung KoronerStent: Rp 80-250 juta. Bypass: Rp 150-400 juta. Obat seumur hidup: Rp 5-15 juta/tahun.
PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)Spirometri: Rp 200–500 ribu. Tiotropium inhaler/bulan: Rp 400–900 ribu (generik lebih murah). Oksigen konsentrator rumah: Rp 3–10 juta (pembelian) atau Rp 1–3 juta/bulan (sewa). Rawat inap eksaserbasi: Rp 10–50 juta. BPJS cover spirometri, obat, dan rawat inap dengan rujukan.
PsoriasisPengobatan topikal generik (mometason, kalsipotriol): Rp 50-300rb/bulan. Fototerapi NB-UVB: Rp 100-300rb/sesi (perlu 20-30 sesi). Metotreksat oral generik: Rp 50-200rb/bulan. Apremilast: Rp 4-8 juta/bulan. Biologic agent: Rp 8-25 juta/bulan (adalimumab biosimilar lebih murah, sekitar Rp 5-10 juta). BPJS cover: kortikosteroid topikal, metotreksat oral, fototerapi (dengan rujukan); biologic agent umumnya belum tercover.
Rheumatoid Arthritis (Rematik Autoimun)Konsultasi reumatolog + tes darah (RF, anti-CCP): Rp 500rb-1,5 juta. Obat DMARD seperti metotreksat relatif terjangkau dan sering ditanggung BPJS; terapi biologis jauh lebih mahal.
Skoliosis (Tulang Belakang Bengkok)Skrining + konsultasi dokter umum: Rp 100-300rb. Konsul ortopedi anak: Rp 300-700rb. Rontgen tulang belakang full-length: Rp 400-800rb. Brace (TLSO custom): Rp 5-15 juta. Operasi spinal fusion: Rp 80-300 juta tergantung kompleksitas + jenis rod. BPJS cover semua dengan rujukan + indikasi.
Sleep Apnea Obstruktif (OSA)Konsultasi dokter tidur (Sp.P/Sp.S): Rp 300-700rb. Polisomnografi (PSG) overnight di klinik: Rp 5-15 juta. Home Sleep Test (HSAT): Rp 2-5 juta. CPAP machine: Rp 8-25 juta (one-time + masker ganti 6 bulan Rp 1-3 juta). MAD custom: Rp 5-15 juta. UPPP operasi: Rp 25-60 juta. BPJS cover PSG + CPAP dengan indikasi medis melalui rujukan Sp.P/Sp.S.
StrokeRawat inap akut (tanpa ICU): Rp 30–80 juta. Dengan ICU/stroke unit: Rp 80–200 juta. Rehabilitasi 1–3 bulan: Rp 20–80 juta. Kecacatan permanen: biaya jangka panjang Rp 50–150 juta/tahun. BPJS cover dengan rujukan dan indikasi.
Tuberkulosis (TBC)OAT: GRATIS di Puskesmas via program nasional. Lab diagnostik (BTA, TCM/Xpert, foto toraks): GRATIS BPJS. TBC MDR: GRATIS via program khusus. Rawat inap komplikasi: Rp 10–50 juta. BPJS cover semua aspek diagnosis dan pengobatan.
Tuberkulosis (TBC) ParuPengobatan: GRATIS BPJS. Tanpa BPJS: Rp 500rb-2 juta/bulan. MDR-TB: Rp 50-200 juta total.

Cara mempersiapkan biaya kesehatan

  1. 1BPJS Kesehatan — fondasi wajib, premi terjangkau. Menanggung sebagian besar tindakan dengan rujukan.
  2. 2Dana darurat medis — idealnya 3–6 bulan biaya hidup, alokasikan sebagian untuk kesehatan.
  3. 3Asuransi kesehatan swasta — mengisi gap BPJS: kelas lebih nyaman, RS pilihan, klaim cepat, plafon penyakit kritis.

Metodologi & sumber

Angka pada halaman ini adalah kompilasi rentang biaya yang dihimpun tim editorial Sehatku.id dari tarif rumah sakit, skema INA-CBGs BPJS Kesehatan, publikasi Kemenkes, dan masukan pembaca. Biaya bersifat indikatif dan dapat berbeda menurut rumah sakit, kelas rawat, kota, serta kompleksitas kasus. Diperbarui secara berkala mengikuti perubahan tarif.

Sumber acuan: Kemenkes RI, BPJS Kesehatan (INA-CBGs), serta organisasi profesi terkait tiap tindakan (lihat halaman detail masing-masing tindakan/penyakit).

Boleh mengutip data ini?

Silakan — gratis untuk media, blogger, dan peneliti. Cukup cantumkan sumber dengan menautkan ke halaman ini (lisensi CC BY 4.0). Contoh kutipan:

Sumber: "Biaya Tindakan Medis & Pengobatan di Indonesia 2026", Sehatku.id. https://sehatku.id/biaya-tindakan-medis-indonesia

URL kanonik: https://sehatku.id/biaya-tindakan-medis-indonesia

Diskusikan dengan Ahli

Siapkan Proteksi Sebelum Kondisi Mendesak

Diskusikan kebutuhan asuransi kesehatan Anda dengan agen Allianz tersertifikasi. Dapatkan rekomendasi paket sesuai kebutuhan keluarga, tanpa biaya konsultasi.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Mulai Konsultasi

Disclaimer: Angka di halaman ini adalah estimasi untuk edukasi dan perencanaan, bukan penawaran harga resmi. Konfirmasikan biaya pasti ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terkait sebelum mengambil keputusan.